Mengenang Perjalanan 26 Tahun Arema dari Sehelai Jaket

MOMEN ulang tahun ke-26 Arema Indonesia rupanya memiliki kesan tersendiri bagi founding father Arema, Ovan Tobing. Undangan tasyakuran untuk perayaan ultah Singo Edan mengangkat memori masa lalu pemilik nama asli Peter K.L. Tobing tersebut. Dia pun datang dengan atribut yang mewakili kejayaan masa lalu klub berlogo singa ini.

Ovan Tobing, tampak ceria saat menaiki motor dan tiba di kantor Arema siang kemarin (11/8). Dengan motor uthuk 70-an berwarna hijau, Ovan begitu santai menembus lautan Aremania yang memadati depan kantor Arema. Di balik helm yang membalut kepala, rambu gondrongnya sudah banyak yang berwarna putih.
Tak bisa dibohongi, pria kelahiran 22 Januari itu semakin bertambah usianya, meski sampai sekarang, ia menolak untuk memberitahukan umur. Namun, layaknya simbol pujaan Aremania, Ovan adalah singa, yang semakin tua, semakin edan dan penuh semangat.
Jika sudah bicara soal Arema, mungkin tidak ada satupun Aremania di belahan dunia, yang bisa mengalahkannya. Bagaimana tidak? Ovan adalah satu-satunya founding father yang masih hidup dan terus menyuarakan Arema dalam profesi yang digelutinya sampai sekarang. Penyiar radio.
Kedatangannya ke kantor Arema untuk merayakan ulang tahun ke-26 Arema, mungkin sama saja seperti merayakan ultah ’anaknya’, yang dilahirkan saat 11 Agustus 1987. Begitu melihat sang anak tumbuh dewasa dan semakin berprestasi, sang bapak pendiri Arema hanya bisa bangga.
Kebanggaan itu pun mulai membuka memori saat kali pertama Arema lahir di Malang. ‘’Begitu melihat Arema memasuki usia ke-26, yang bisa dikatakan semakin dewasa, saya pun teringat masa-masa sulit dan proses ketika Arema mau lahir. Proses itu yang saya ingat sampai sekarang,’’ tandas MC papan atas Indonesia, yang pernah memimpin konser band rock klasik Metallica hingga Sepultura itu.
Dalam tasyakuran yang dihadiri oleh para petinggi klub dan Aremania, ia mulai berbicara soal bagaimana beratnya melahirkan Arema. Bagaimana proses mencari skuad pertama untuk bermain bagi Arema. Serta, tahun-tahun pertama setelah Arema lahir.
Setelah berbicara sejenak soal tahun pertama Arema, mantan manajer Arema ini lalu mengungkapkan bahwa jaket yang saat itu dia kenakan adalah jaket pertama tim Arema Galatama, tahun 1987.
‘’Coba lihat ini. Ini adalah jaket tim Arema yang pertama. Karena tim saat itu sedang miskin, jaket ini dibuat dengan dana pas-pasan. Saat itu, mas Eko Soebekti (dulu pengurus Arema) yang membuat jaket ini,’’ ungkap Ovan, sambil memamerkan jaket berwarna putih berpelet biru tersebut.
Eko Soebekti yang berdiri di samping Ovan, mengangguk tanda setuju. Jaket yang didominasi warna putih itu, seperti jaket baseball. Garis-garis biru terlihat pada lengan serta kerah jaket. Lalu, lambang pertama Arema yaitu singa berwarna biru dengan dua tangan mengepal seperti hendak bertinju, tersemat di bagian belakang jaket.
Tulisan Arema FC berwarna merah diletakkan di atas logo pertama Arema. ‘’Saya tadi (kemarin, Red.) minta istri saya (Sri Cahyawati) untuk membongkar lemari, cari jaket ini. Ternyata ada,’’ tandas Ovan. Ia lalu bercerita, bahwa jaket ini adalah jaket kebanggaan dari Mecky Tata dkk, saat mengarungi musim pertamanya di Galatama.
Kebetulan, Mecky Tata juga diundang dalam tasyakuran tersebut. ‘’Tadi Mecky langsung mbrebes mili berurai air mata melihat jaket ini. Ini jaket jadi kebanggaan skuad Arema saat itu,’’ tandas pria yang ikut membawa Arema juara tahun 1992 ini.
‘’Saya berdoa, supaya saya diberi umur panjang, dan bisa tasyakuran lagi tahun depan saat ultah Arema ke-27. Saat itu, saya akan tunjukkan jersey pertama yang dipakai oleh Arema Galatama 1987,’’ kata pria yang memiliki suara menggelegar saat menjadi MC itu.
Ya, Ovan adalah sejarah. Bahkan kecintaan dia terhadap Arema, juga dia tunjukkan dengan menyimpan barang-barang sejarah. Termasuk hal lain yang sulit untuk disamai dengan siapapun yang mengaku Aremania. Di otaknya, tergambar jelas, bagaimana sejarah Arema.
Tak heran, ketika sudah berbicara seputar bola, dia selalu memiliki sesuatu yang dahsyat. Sulit diprediksi, tetapi mengandung makna yang sangat dalam.
Seperti saat silaturahmi ke rumah Presiden Klub, Rendra Kresna, usai tasyakuran di kantor Arema. Ovan, justru memiliki ide yang sangat kreatif.
‘’Mas Rendra (demikian dia memanggil Rendra Kresna), kalau melihat puluhan ribu Aremania konvoi, itu hal biasa. Dari dulu seperti itu. Tapi bagaimana cara kita, mengajak mereka, sehari setelah ulang tahun, turun ke jalan. Bukan konvoi, tapi kita bersama-sama membersihkan sampah berserakan, yang ditinggalkan setelah konvoi,’’ katanya.
Sontak ide kreatif itu, membuat Rendra Kresna yang Bupati Malang, mengangguk setuju. Sambil duduk bersebelahan dengan Ovan, Rendra tersenyum. ‘’Ide yang bagus. Semoga bisa segera kita realisasikan,’’ kata Rendra. (fino yudistira)