Tengah Malam Nyapu, Tarik Ferrys Wheels saat Listrik Padam

RAMAI: Ferrys Wheels Alun-alun Kota Batu selali ramai dikunjungi wisatawan saat liburan.

Kesibukan Pengelola Wisata di Batu saat Liburan Panjang
TINGKAT kunjungan wisata ke Kota Batu, luar biasa padat selama libur lebaran. Saat ini kunjungan masih cukup banyak dan diperkirakan bertahan hingga Minggu (18/8), seiring berakhirnya liburan sekolah. Warga Kota Batu, pengelola objek wisata atau mereka yang terlibat dalam 'bisnis' wisata super sibuk melayani wisatawan.

Alun-alun, adalah salah satu lokasi yang menjadikan jujugan wisatawan dari luar kota saat berkunjung ke Batu. Kemanapun tujuan mereka saat berada di kota wisata itu, pasti menyempatkan diri mampir ke pusat kota itu.
Banyak kegiatan yang dilakukan wisatawan saat berada di Alun-alun. Mulai hanya sekadar nongkrong menikmati suasana kota yang dipadukan dengan alam, berwisata kuliner hingga naik ferrys wheels (bianglala).
Ada juga pengunjung yang menjadikan kawasan alun-alun sebagai lokasi transit. Mereka tiba di Batu pada dini hari atau pagi. Kemudian mandi di sekitar lokasi itu hingga sarapan. Setelah itu mereka meninggalkan kawasan alun-alun untuk menuju objek wisata. Seperti Selecta, Songgoriti atau Jatim Park.
Handry Israwan, Ketua Paguyuban Panca Karya Bhakti, Pengelola Taman Alun-alun memprediksi pengunjung kawasan Alun-alun sekitar 10 ribu pada kondisi libur lebaran.
‘’Itu semua pengunjung. Baik yang berada di dalam taman Alun-alun maupun bagian luar,’’ tegas Handry Israwan kepada Malang Post.
Pihaknya tidak bisa menghitung wisatawan secara pasti karena tidak ada tiket masuk. Wisata yang tercatat angka pasti adalah mereka yang naik ferrys wheels karena ada tiket.  Dalam kondisi puncak seperti lebaran, jumlah wisatawan yang naik ferrys wheels sekitar 2.000 orang. Tiket ferrys wheels dijual dengan harga sangat murah, Rp 3.000.
Paguyuban menyiagakan 35 orang petugasnya untuk mengelola taman alun-alun. Dari 35 orang itu, terbanyak adalah security. Ada 11 orang. Sedangkan sisanya adalah bagian bersih-bersih, ferrys wheels, taman, dan teknisi lampu. Mereka harus bekerja selama 24 jam karena kawasan alun-alun hidup selama 24 jam pada hari libur.
‘’Ada petugas yang kena shift malam yakni pukul 22.00 hingga pagi. Untuk petugas kebersihan. Mereka harus menyapu taman dan sekitarnya tengah malam, karena pagi harus bersih total,’’ tegas anggota Veteran Kota Batu ini.
Menurutnya, menyadarkan wisatawan untuk tidak merokok di Alun-alun karena taman bebas rokok ada tempat khusus merokok, yang paling berat. Petugas tidak boleh berkata keras ketika meminta pengunjung tidak merokok di dalam taman.
Selain itu, petugas ferrys wheels yang harus bekerja esktra. Mental harus benar-benar siap ketika pengunjung membeludak. Mereka juga harus cekatan antisipasi jika sewaktu-waktu listrik padam. Masalahnya perputaran ferrys wheels menggunakan listrik dengan daya 22 ribu watt. Jika arus listrik mati, mereka haru bisa memutar ferrys wheels secara manual.
‘’Harus ditarik dengan tampar jika listrik padam. Minimal petugas harus bisa memutar tempat duduk yang semula berada di atas untuk berputar ke bawah agar pengunjung bisa keluar,’’ kata dia.
Kesibukan ekstra juga terlihat pada sejumlah objek wisata seperti Jatim Park Group, TR Selecta, Songgoriti, juru parkir, pengelola makanan, dan petugas keamanan. Kesibukan pegawai objek wisata utamanya membuat program agar wisatawan lebih kerasan.
Sebut saja Jatim Park 1 membuat program pemberian es krim gratis kepada pengunjung. Sedangkan Jatim Park II launching pertunjukan singa laut. Pengelola objek wisata bersama petugas keamanan juga sibuk mensosialisasikan jalur alternatif agar tidak ada kemacetan.
‘’Arus lalu lintas menjadi lancar sangat penting. Kami bersama petugas keamanan selalu menghimbau kepada wisatawan agar memanfaatkan menggunakan jalur alternatif,’’ ungkap Titik S Aryanto, Manajer Marketing Jatim Park 1.
Pengelola Jatim Park malahan jemput bola pada beberapa simpang empat dan simpang tiga di Kota Batu. Jemput bola itu dilakukan dengan menempatkan badut dengan membawa poster dan penunjuk arah Jatim Park. Hal itu untuk memudahkan wisatawan berjalan menujuk Jatim Park karena saat liburan jalur dipastikan padat. (febri setyawan)