Peringati HUT ke-68 Kemerdekaan RI di Atap Pulau Jawa

BERBAGAI upacara dan kegiatan dilakukan bangsa Indonesia untuk memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan RI pada hari Sabtu 17 Agustus 2013  ini. Baik digelar  di  pelosok pedesaan,kota bahkan hingga Puncak Mahameru yang disebut-sebut ‘’atap’’-nya Pulau Jawa.


Menariknya, demi  mengikuti upacara HUT ke-68 Kemerdekaan RI, sejumlah pendaki melanggar standar  operasional prosedur (SOP) pendakian. Beberapa pendaki nekat membawa balita dan anak berusia dibawah 10 tahun memasuki kawasan Semeru. Padahal usia minimal sesuai SOP pendakian minimal berusia 10 tahun.
Hal itu ditegaskan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Ayu Dewi Utari kepada Malang Post, kemarin. Laporan itu didapat petugas BB-TNBTS berdasarkan laporan dari pendaki lainnya. Mereka sebenarnya sudah ditegur petugas, tapi sembunyi-sembunyi masuk kawasan Semeru.”Benar memang ada yang membawa Balita berusia enam bulan dan anak dibawah 10 tahun, info awal dari pendaki yang bertemu mereka di Ranu Kumbolo,” katanya.
Padahal, pada musim ini, cuaca kawasan Gunung Semeru bisa sangat ekstrim. Bisa minus lima derajat celcius, bahkan sampai minus 10 derajat celsius. Saat ini, ribuan pendaki dari berbagai provinsi menyerbu Gunung Semeru untuk memperingati HUT ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pada hari Rabu (14/8) lalu  tercatat sekitar 2.000 pendaki sudah berada di Pos Ranu Kumbolo, Kalimati hingga Arcopodo. Adapun hari  Kamis (15/8) lalu ada tak kurang dari 3.050 pendaki telah berada di Semeru. Sedangkan, pada Jumat kemarin, ada sekitar 2.513 orang naik Semeru. ”Hari ini (kemarin,red) 2509 orang lokal, empat orang dari Belgia,“ katanya.
Mereka berambisi untuk mengikuti upacara 17 Agustus di Puncak Mahameru yang kerap dijuluki merupakan  ’’atap’’-nya Pulau Jawa. Jumlah pendaki itu dianggap telah overload oleh pihak BB TNBTS. Sehingga rencananya, BB TNBTS akan menutup pendaftaran pendaki dengan tujuan Puncak Mahameru.”Belum ada penetapan kuota, namun jumlah pendaki kita arahkan agar tidak melebihi 1.500 orang,” tegas Ayu sapaan akrabnya.
Ayu, sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Selain itu tetap diberlakukan larangan mendaki ke Puncak Mahameru. Upacara bendera akan dilangsungkan di pos Kalimati. BB TNBTS mengerahkan sekitar 30 petugas untuk mengamankan pendakian. Mereka terbesar di Ranu Pani, Ranu Kumbolo dan Kalimati.”Kami juga dibantu aparat Polsek, TNI dan para pecinta alam,” imbuh dia.
Balai Besar bakal memberlakukan sanksi tegas bagi para pendaki Semeru. Yakni berupa sanksi denda bagi pendaki yang tidak mengindahkan kebersihan ekosistem kawasan Semeru. Pendaki wajib membawa sampah sesuai dengan barang bawaan yang mereka bawa.
”TNBTS akan memberlakukan denda untuk pendaki yang meninggalkan sampah,” tegas Ayu.
Pengecekan sampah itu, bisa dideteksi melalui barang bawaan pendaki. Sejak masuk kawasan TNBTS, pendaki wajib menyetor daftar barang bawaan. Mulai dari beraneka makanan sampai hal terkecil yang mereka bawa.
Sementara itu, sejak beberapa hari ini, kawasan Stasiun Kota Baru telah dipadati para pendaki. Mereka membawa ransel besar dengan tujuan transit menuju ke Tumpang dan Ranupani. Para pendaki ini berasal dari Jakarta dan sejumlah provinsi lainnya.
Para pendaki yang menunggu angkutan, juga memanfaatkan waktu luang. Mereka memilih beristirahat di taman depan kantor Malang Post. Pemandangan itu sudah berlangsung beberapa hari setelah lebaran hingga mendaki tanggal 14 Agustus 2013.(bagus ary wicaksono)