Tanpa Atribut Militer, Beruntung Boyong Hadiah TV

SUKSES : Danrem  083/BDJ  Kolonel Inf. Ardiansyah Triono dan istri Lely Ardiansyah Triono, disalami para pamen.

UNTUK  kali pertama di tahun 2013, para  perwira menengah (pamen) dari jajaran Kodam V Brawijaya di Malang, berkumpul dalam nuansa santai. Mereka mengikuti halal bihalal yang diselenggarakan Korem 083/Baladhika Jaya    pada Rabu (21/8) malam lalu. Atribut militer yang biasanya menempel pada tubuh mereka, digantikan baju formal biasa.

Suasananya memang dibuat sangat santai. Halaman di depan aula, disulap menjadi tempat pertemuan ala dinner party. Para pamen duduk melingkari meja bulat, setiap meja ada tak kurang dari lima kursi.Tak tampak bahwa mereka para perwira, lantaran tanda kepangkatan tidak terlihat. Nuansa tentara yang menandai bahwa pertemuan itu diikuti para tentara adalah keberadaan sebuah payung raksasa.
Payung raksasa itu dipasang di halaman dalam markas Korem 083/BDJ. Menaungi pertemuan, seandainya terjadi hujan secara mendadak. Payung tempur itu yang biasa digunakan untuk menurunkan benda seberat mobil dari pesawat terbang.
Di depan meja para pamen, tersedia panganan polo pendem. Ada juga botol berisi air mineral, serta satu gelas air panas. Di gelas air panas itu ada produk larutan anti masuk angin. Mungkin agar pamen yang ikut pertemuan itu tidak kedinginan mengikuti halal bihalal outdoor tersebut.
"Coba saja larutannya, enak di dada langsung hangat, cocok dicampur air hangat itu," celetuk seorang perwira kepada Malang Post.
Benar juga, begitu diminum, dada memang terasa hangat dan plong. Makanan di meja juga cocok untuk perut, seperti kacang dan buah-buahan. Cara penyajiannya pun, mirip dinner sesungguhnya.Secara bergantian, para staf Korem mengirimkan makanan ke meja-meja. Ini hebatnya tentara, juru saji pun, dilengkapi alat komunikasi HT. Meja yang makanannya habis langsung dikomunikasikan dengan bagian dapur."Meja nomor sekian segera dikirim makanannya," sayup-sayup suara HT di saku juru saji.
Tuan rumah halal bihalal itu, Danrem  083/BDJ Kolonel Inf. Ardiansyah Triono berada di meja terdepan. Pria yang puluhan tahun berdinas di Kopasus tampak santai. Di seberang mejanya ditempati sejumlah perwira senior Korem 083/BDJ. Sedangkan meja depan paling ujung, duduk para Dandim dan Komandan Batalyon.Antara lain adalah  Komandan Kodim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Gunawan Wijaya, Dandim 0818 Letkol Inf Ahmad Solikin, Danyon Infanteri 512/QY Mayor Inf Aliyatin Mahmudi, dan Danyon Zipur 5.
Sejak bertugas di Korem, Danrem  083/BDJ Kolonel Inf. Ardiansyah Triono untuk kali pertama menggelar halal bihalal bersama Pamen satuan jajaran Kodam V Brawijaya di Malang. Ratusan Pamen dan  Kabalak (Kepala Badan Pelaksana) Kodam V/Brawijaya hadir di Markas Korem 083/BDJ. Danrem berkenalan langsung, serta memberikan instruksi kepada para Pamen dan Kabalak.
Ardiansyah Triono meminta maaf jika selama lima bulan menjabat Danrem, belum dapat bertandang ke seluruh Kabalak. Untuk itu, dia sengaja mengadakan momen halal bihalal bersama. Sekaligus memperkenalkan diri bersama sang istri, Lely  Ardiansyah Triono diatas podium."Sebelum bertugas disini, saya 20 tahun dinas di Kopassus, mohon maaf selama lima bulan, belum kumpul dan main ke seluruh kantor dan badan pelaksana Kodam V Brawijaya.  Yang sudah saya datangi baru sebagian Kabalak saja," ungkapnya.
Dihadapan para Pamen, termasuk Dandim 0833 dan Dandim 0818, Danrem memberikan sejumlah instruksi. Pertama terkait momen pilgub. Pihaknya mengingatkan kepada jajaran agar selalu menjaga netralitas."Saya selaku danrem, ingin ingatkan netralitas TNI kepada semua pamen, netralitas harga mati bagi TNI apalagi bagi kita perwira menengah," tegasnya.
Maka dari itu, pilgub harus dijunjung tinggi dan jangan sampai dinodai perbuatan yang merugikan TNI. Dia juga memberikan sejumlah contoh, sikap TNI yang tak netral dan
adanya  laporan  dari masyarakat, terkait isu anggota yang berpihak pada salah satu kades, misalnya.Untuk itu,contoh sikap tak netral harus menjadi pelajaran bagi para Pamen.Danrem juga mencontohkan sikap netralnya, termasuk kepada istri."Di Jakarta, saat pemilukada lalu, bahkan saya tak pernah bertanya sama istri memilih siapa,’’ urainya di hadapan para Pamen.
Untuk itu, dia juga meminta agar anggota berhati-hati agar tidak kepancing dan dipancing.  Hal seperti itu mohon disampaikan kepada anggota demi nama TNI dan netralitas TNI.
"Sekaligus saya singgung soal penanganan aset tanah dan bangunan sebagai tanggung jawab kepala satuan, terkait dokumen administrasi berupa sertifikat aset kekayaan negara," urainya.
Kepala satuan, harus mencermati aset di tempatnya, yang belum bersertifikat harus segera diuruskan. Caranya dengan mengajukan ke BPN.
"Aset sengketa lakukan koordinasi dengan hukum Kodam, perlu ada pengamanan fisik di lokasi yang disengketakan baik langsung atau tak langsung. Pelepasan asset  lakukan sesuai prosedur berjenjang sehingnga mekanismenya benar," urai perwira menengah  yang dikenal dekat dengan wartawan ini.
Terakhir, Danrem juga mengingatkan kebersihan Lapangan Rampal. Demi terciptanya hal itu, dia meminta agar ada pembersihan secara bergantian dari setiap Balak serta satuan. Hal itu sekaligus menjadi penjaga tali silaturahmi bagi anggota."Rampal untuk sarana fisik dan sarana rekreasi, pemeliharaan dan pembinaan, sejauh ini sudah cukup  nyaman, maka harus kita tingkatkan," katanya.
Satuan jajaran Kodam, ikut aktif dalam rangka kebersihan dan keindahan secara terjadwal. Dia meminta agar Dandim Kota Malang memperbaiki toilet, supaya masyarakat lebih nyaman dan enak."Serta dilengkapi tong sampah, Rampal itu modelnya seperti alun-alun Kota Malang, tapi ditambah lampu,  uang penyewaan agar dijadikan pemeliharaan, taman bagus dan ‘’sentelban’’ dipercantik," tandasnya.
Usai pidato itu, hidangan terus datang silih berganti, termasuk sederet hidangan tradisional memanjakan perut undangan. Salah satunya ketan bungkus yang nikmat dimakan mendampingi minuman jahe hangat. Rupanya, malam itu ada kejutan untuk para tamu. Dibawah kursi masing-masing, terdapat kertas bertuliskan hadiah. Begitu pengumuman dibacakan MC, para pamen langsung melongok kursinya masing-masing. Yang apes, mendapatkan kertas bertuliskan ‘’anda kurang beruntung’’. Perwira yang beruntung mendapatkan berbagai hadiah, seperti jaket dan termasuk hadiah utama TV flat. Hadiah itu diberikan langsung oleh Danrem kepada penerima.
Usai penyerahan hadiah, para Pamen diajak foto bersama. Menurut Mayor inf Bambang Judo Utomo  SH Mhum. Kapenrem 083 BDJ, acara memang dikemas santai. Kendati demikian, pesan penting dari Danrem terkait sejumlah hal bakal dijalankan para Kabalak dan Kepala Satuan.
"Sudah lama tidak ada acara santai bersama para Pamen jajaran Kodam, ya ini menjadi ajang silaturahmi dan halal bihalal bersama Danrem," kata Judo sapaan akrabnya.(bagus ary wicaksono/nugroho)