Jadi Ajang Kopdar, Foto Semua Berbau Dahlan Iskan

Silaturahmi Relawan Demi Indonesia di Hotel Kartika Chandra Jakarta, sekaligus menjadi ajang kopi darat para Dahlanis. Betapa tidak, meski diantara mereka sudah terjalin komunikasi, tak jarang mereka tidak pernah bertemu secara fisik.

Sepanjang ‘kelahiran’ Dahlanis, komunitas penggemar Dahlan Iskan, baru dua kali ada pertemuan Dahlanis secara nasional. Di Bandung, awal April lalu dan Kamis (22/8) lalu di Jakarta.
Bedanya, ketika di Bandung, meski banyak Dahlanis hadir, tapi keterwakilan dari seluruh Indonesia, masih minim. Mayoritas yang hadir, masih dari Pulau Jawa.
Di Jakarta, kondisi itu sudah berubah total. Jumlah yang datang, hampir tiga kali lipat. Mereka juga mewakili Dahlanis hampir dari seluruh Indonesia.  
Wajar kalau acara itu sangat ‘liar’ dan cair. Tidak ada sekat antara Dahlanis, pimpinan media dan CEO Jawa Pos Grup, simpatisan Dahlan Iskan dan pejabat.
Apalagi Dahlan Iskan, yang kedatangannya sangat ditunggu-tunggu, meminta tidak ada batas. Kursi untuk Dahlanis dan para tokoh, semua sama. Bahkan di deretan depan, berbaur antara Dahlanis dan tokoh-tokoh nasional yang ikut hadir.
Bahkan ketika Bupati Karanganyar, Rina Iriani, mempersembahkan dua tembang khusus untuk Dahlan Iskan, Caping Gunung dan Sewu Kutho, Dahlan Iskan mengajak Dahlanis untuk berjoget bersama-sama. Bergaya ala senam poco-poco, Dahlan memimpin ‘senam’ itu. Pesertanya Dahlanis.
Lalu saat giliran penampilan santri-santri dari Ponpes Sabilil Muttaqiem, menyumbangkan ‘hadrah’ Padang Mbulan, Dahlan Iskan dan Ustadz Yusuf Mansur, duduk bersila diantara santri-santri itu, Dahlanis juga duduk di karpet, di depan kursi paling depan.
‘’Kapan lagi, bisa duduk dekat Abah (sebutan untuk Dahlan Iskan) dan tanpa ada jarak. Ini benar-benar suasana yang tak sulit bisa ditemukan. Abah memang milik kita bersama,’’ Ilham, salah satu Dahlanis.
Kondisi tanpa sekat itu juga, membuat malam itu lahir banyak fotograger dadakan. Mampir semua orang yang membawa ponsel berkamera, mengambil momen itu dengan ponselnya. Ada yang berani maju hingga mendekati panggung. Atau sekadar mengambil foto dari tempat duduk mereka.
Lewat ponsel mereka juga, berbagai macam pernik-pernik menghias acara, menjadi sasaran bidik kamera. Terutama yang menyangkut Dahlan Iskan. Entah ada foto Dahlan, kata-kata Dahlan, atau sekadar logo ‘Demi Indonesia’. Nyaris tak ada yang lepas dari jepretan kamera.
Di berbagai sudut, juga terlihat diantara Dahlanis saling mengambil foto. Mereka juga terlihat berpindah-pindah ‘kelompok’ ngobrol. Seperti sudah kenal cukup lama.
‘’Saya sudah lama mengenal Bu Decy Widhiyanto. Tapi baru kali ini saya bisa ketemu. Rasanya sedang sekali ketemu teman-teman Dahlanis,’’ kata Albert, Dahlanis dari Manado.
Aksi saling foto dan berfoto bersama itu, juga berlangsung hingga acara berakhir Jumat siang. Entah berapa sering harus gantian foto bersama. Terutama sekali mereka ingin berfoto dengan tokoh-tokoh Relawan Demi Indonesia. Seperti Gus Amik, Imawan Mashuri, Agung Pamujo dan beberapa nama lainnya.
Bahkan mereka juga menyempatkan diri berkunjung ke Padepokan Demi Indonesia, untuk sekadar mampir di pusat kegiatan relawan Demi Indonesia.
‘’Even ini selalu bisa menjadi ajang kopi darat, sekaligus memantapkan kami untuk menjadi Relawan Demi Indonesia. Kami akan berbuat yang terbaik untuk mendukung Abah, ketika ikut konvensi Partai Demokrat,’’ papar Yuni, dosen Universitas Brawijaya, yang juga salah satu tokoh Dahlanis di Jawa Timur. (Sumarga Nurtantyo)