Minum Susu 2 Liter Per Hari, Dimandikan Tiap Pagi

Mungkin tidak banyak yang tahu jika ada kambing yang memiliki nilai jual sangat tinggi. Bahkan, nominalnya hampir sama dengan harga sebuah mobil. Bayu Seto, adalah nama kambing etawa yang berbanderol tinggi tersebut. Sejak menjadi juara I tingkat Provinsi Jawa Timur kategori kambing peternakan etawa (PE) 2013 di Wlingi–Blitar beberapa waktu lalu, kambing berusia 18 bulan itu sudah ditawar Rp 125 juta.

Minggu (25/8) pagi lalu, Lapangan Sidorahayu Kecamatan Wagir sangat ramai, karena hari itu adalah puncak gebyar ‘Pesta Rakyat Wagir’ yang diadakan sejak dua hari sebelumnya. Untuk memeriahkan acara, di puncak kegiatan diadakan kontes kambing etawa dengan peserta se-Malang Raya dan karnaval.
Ratusan kambing jenis etawa yang menjadi peserta, diikat pada tiang bambu di bawah tenda. Sementara di sebelah barat tenda, ada dua ekor kambing yang khusus ditempatkan pada kerangkeng. Kedua ekor kambing yang diberi nama Bayu Seto dan Junior adalah duta atau bintang tamu pada kontes tersebut. Di sebelah kerangkeng, berjajar penghargaan dan piala yang didapat keduanya dari beberapa kali ikut kontes.
Penghargaan tersebut di antaranya adalah juara I kelas C pejantan 2012 di Batu. Kemudian juara I kelas C di Kepanjen pada 2012, lalu juara III Open Jatim pada 2013. “Bayu Seto juga menjadi juara 3 memenangi piala Dahlan Iskan Mega Bintang untuk kelas C pejantan di Wonosobo Jawa Tengah, kontes ini tingkat nasional. Yang terbaru, juara I tingkat Provinsi Jatim di Blitar kategori kambing PE 2013. Sedangkan untuk Junior, baru dua penghargaan saja yang diperoleh,” ujar Asmaul Husna, pemilik Bayu Seto dan Junior.
Dari dua ekor kambing yang sudah memiliki nama di tingkat nasional itu, warga Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen ini, bisa membangun rumah dan membiayai kuliah anaknya di Politeknik Negeri Malang. Pemasukan itu diperoleh Asmaul dari penjualan keturunan dari pejantan Bayu Seto, ia jugamenerima perkawinan.
“Untuk anakan kambing keturunan pejantan dari Bayu Seto ini, saya jual dengan harga Rp 5 juta – Rp 10 juta. Ketika ada orang yang mau mengawinkan betinanya dengan Bayu Seto, saya pasang tarif Rp 1,5 juta,” kata bapak dua anak ini.
Hingga saat ini, Asmaul sudah menjual lima anakan dari Bayu Seto, sementara untuk permintaan kawin dengan betina, ia membatasi maksimal sekali dalam sebulan. “Supaya hasil (anakan)nya tetap bagus, jadi tidak dipaksakan,” tuturnya.
Bayu Seto memang sudah mempunyai nama dan diakui hingga tingkat nasional, namun Asmaul mengungkapkan, perjalanan menuju prestasi sekarang ini bukan pekerjaan yang mudah. Sejak Bayu Seto berusia satu bulan, ia harus diberi minuman susu sapi yang dicampur beras merah, kacang hijau dan kedelai. Dalam satu hari, ia bisa menghabiskan dua liter susu untuk menunjang pertumbuhan dan pembesaran tulangnya.
Sementara makanannya, menurut Asmaul, tidak ada jenis khusus, hanya dedaunan biasa seperti layaknya makanan kambing yang lain. Namun khusus Bayu Seto, ia membuatkan kandang sendiri, supaya tidak bercampur dengan kambing lain. Tidak hanya itu, ia juga membersihkan kandang dan memandikan Bayu Seto setiap pagi, untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan kambing andalannya itu. “Sebab kondisi bulu juga berpengaruh pada penilaian saat kontes,” tandasnya.
Semua prestasi yang ditorehkan Bayu Seto, menurut Asmaul, mampu mendongkrak nilai jual kambingnya itu. Cukup banyak peminat etawa yang menawar Rp 100 juta, bahkan nilai tertinggi tawaran yang diajukan kepadanya adalah Rp 125 juta atau setara dengan Daihatsu Xenia yang baru. “Tetapi saya tidak berniat menjual Bayu Seto, karena perjalanannya untuk meraih prestasi masih panjang,” tandasnya.
Kepada Malang Post, Asmaul mengungkapkan akan memboyong Bayu Seto dakam kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan Asosiasi Peternak Nasional (Aspenas) di Kediri pada 22 September mendatang. Sebagai persiapan, Asmaul memberikan tambahan makanan polar dan vitamin kepada Bayu Seto. “Paling tidak saya menyiapkan Bayu Seto sejak sebulan sebelum pelaksanaan kontes,” pungkasnya. (agung priyo/han)