Ferris Wheel Ikon Baru Kota Wisata Batu

Sudah  hampir tiga tahun, kincir ria atau dikenal dengan Ferris Wheel berdiri kokoh di Alun-alun Kota Wisata  Batu (KWB). Permainan yang sangat digemari warga dan pengunjung  ini memang telah kian mantap sebagai  ikon baru KWB.  Kesuksesan  tersebut tidak luput karena peran para veteran yang ada di kota ini.  

Siang itu, terik matahari di atas langit Kota Batu tidak terlalu panas menyengat. Awan sedikit mendung. Cuaca semacam ini justru begitu diminati banyak orang untuk datang ke kawasan Alun-alun Kota Batu. Mulai dari mereka yang datang secara rombongan, pasangan remaja, ataupun sejumlah anak kecil tampak bermain menikmati fasilitas permainan Alun-alun yang datang bersama orang tuanya.
Di tengah kemeriahan itu, terdapat tiga orang pria, dua diantaranya berpawakan tegap, dan satunya lagi sedikit kurus. Mereka tampak sibuk menjalankan tugasnya di pintu masuk Ferris Wheel. Ketiganya adalah petugas yang melayani pengunjung Alun-alun Kota Batu yang ingin naik Ferris Wheel. Ya, bianglala berukuran raksasa ini menjadi destinasi bagi masyarakat maupun  pengunjung  untuk bisa melihat indahnya KWB dari ketinggian.
‘’Lumayan mas, pengunjungnya juga cukup banyak ketika masuk hari biasa.  Kalau weekend dan liburan, bisa semakin ramai. Kami buka sejak jam 9 pagi, hingga 8 malam,” terang salah satu penjaga saat melayani kedatangan Malang Post.  
Penjaga ini ‘bekerja’ dalam naungan Paguyuban Panca Karya Bhakti, pengelola Alun-alun Kota Batu. Paguyuban ini berjalan tidak lain buah ketelatenan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batu yang diketuai Handry Israwan dalam mengkoordinir sejumlah kelompok pemuda dan lembaga masyarakat kota ini dengan ikut bersama-sama mengelola. Seperti Pepabri, PAC 45, PP Polri, FKPPI dan Pemuda Pancasila.
‘’Sebenarnya, bapak-bapak dari LVRI yang patut masuk koran. Sebab induk kami dalam pengelolaan Ferris Wheel dan Alun-alun ini adalah bapak-bapak veteran Kota Batu,” aku Deddy Alwany, Sekretaris Panca Karya Bhakti.
Bergabungnya sejumlah kelompok pemuda dengan kombinasi mantan pejuang Kota Batu, justru mampu mengantarkan pengelolaan Alun-alun dengan baik. Jika di total, Panca Karya Bhakti ini memiliki kurang lebih 900 anggota, kurang lebih 300 anggota diantaranya berasal dari LVRI. Dari hasil pengelolaan yang bagus, Ferris Wheel dan Alun-alun menjadi salah satu indikator penilaian yang mengantarkan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko berhasil  meraih penghargaan di bidang Tata Kota.
‘’Hasil pendapatan dari tiket naik Ferris Wheel, Rp 3000/orang, kami gunakan untuk biaya kebersihan, perawatan kebun, dan tidak lupa juga bayar pajak. Selain itu, juga dipakai untuk bayar gaji para pekerja yang ada di Alun-alun. Petugas kami berjumlah 55 orang, bertugas dengan tiga shift per hari, mulai dari yang bertugas di Ferris Wheel, keamanan dan kebersihan,” aku Deddy.
Ya, penghargaan itu turun menyusul ER,sapaan akrab Eddy Rumpoko, mendapat apresiasi dari lembaga konsultan profesional Power Indonesia (PI) karena dianggap mampu menguatkan Kota Batu sebagai kota pariwisata yang sesungguhnya. Penghargaan itu diserahkan oleh Direktur Perencanaan Wilayah dan Tata Kota PI, Andiro Reo Putra ST,Dipl MAURP, di Hotel Sahid Montana II Kota Malang, Senin (26/8) lalu. ‘’Kami tentunya bangga dengan penghargaan itu yang didapat kota ini tentang penataan kota, melalui pak Eddy,” pungkas Deddy, yang berbackground dari Pemuda Pancasila ini. (poy heri pristianto)