Billy Putranda Suryanto, Pembalap Muda di Kancah Nasional

Lama tak terdengar gaungnya, pasca kali terakhir digelar medio 2003 silam, Minggu (8/9) kemarin, event sprint rally kembali dilangsungkan di Malang. Bukan hanya pembalap kenyang pengalaman saja yang ambil bagian, tak sedikit pembalap pemula juga berebut menunjukkan tajinya. Salah satunya R Billy Putranda Suryanto. Diantara nama-nama pembalap top nasional, remaja 17 tahun itu sukses menyodok posisi lima besar.

DAHI Billy tak henti mengucurkan peluh. Tangannya agak bergetar mengikuti derap kaki yang tak sabar menginjak pedal gas dalam-dalam. Sorot matanya tajam, menatap lautan debu yang bakal menjadi arena berjibakunya hingga beberapa menit ke depan. Tak lama kemudian, bendera start berkibar, mobil Jeep Cherokee putih yang dikendarainya langsung melesat sekelebat.
Lintasan itu tak terlalu panjang. Hanya 3,2 kilometer. Namun alur yang terjal membuat siapapun pengemudi harus tetap awas dan waspada. Salah manuver sedikit saja, tamat.
Catatan waktu bakal terpangkas habis, paling apes mobil terjungkir karena gagal menguasai medan. Tak sedikit pembalap megap-megap mengatasi ketegangan di belakang roda kemudinya sendiri.
Begitu finish, ketegangan tak kunjung memudar dari wajah polos Billy. Bergegas dia menanyakan catatan waktu yang mampu dibukukannya. Tak lama jawaban memuaskan dia dapatkan, 4 menit 43 detik. Senyum sumringah pun langsung menghiasi wajah pemuda kelahiran 13 Agustus 1996 itu.
Siapa sangka, torehan impresif itu sukses menempatkan siswa kelas XII SMAK Corjesu itu di deretan lima besar kategori Jeep event sprint rally yang dihelat di Villa Bukit Tidar tersebut.
Putra tokoh otomotif Jatim, Ir R Agoes Soerjanto itu mampu bersaing dengan empat pembalap kaliber nasional yang menduduki empat peringkat di atasnya. “Awalnya gugup juga. Ini baru pertama kali saya ikut sprint rally. Ternyata langsung dapat nomor lima,” ujarnya antusias.
Yang mengejutkan, selain baru pertama berpartisipasi di event sprint rally, nyatanya Billy bahkan baru latihan dua hari sebelum race. Dalam tempo sesingkat itu, anak dari Dyah Mayangsari itu bisa menaklukan sirkuit dan mampu mengendalikan mobilnya dengan baik. “Saya cuma latihan satu kali saja, hari Jumat (6/9),” bebernya didampingi sang navigator, Sukma ‘Ocol’ Putra yang juga dikenal sebagai pembalap nasional.
Ketertarikan Billy pada dunia otomotif juga belum lama. Sebelumnya, pemuda yang sering dipanggil Kiedz ini lebih aktif menggeluti olahraga menembak. Dia tercatat sebagai anggota komunitas Malang Air Softgun. Sang papa lah yang menginspirasinya untuk menerjuni dunia ‘kebut-kebutan’. Selama ini, Agoes Soerjanto memang dikenal sebagai tokoh otomotif dan juga sempat aktif menjadi pembalap.
Bulan Agustus lalu, salah satu perusahaan yang dikomandani Pembina Federasi Otomotif Malang (FOM) itu, Ijen Nirwana menjadi tuan rumah event rally time nasional. Ajang itulah yang menandai kiprah Billy di dunia otomotif.  
“Sebelumnya ya cuma ikut rally time itu saja. Kebetulan ada event sprint rally ini. Teman-teman mengajak dan keluarga sangat mendukung. Akhirnya saya ikut, dan rasanya saya akan lebih aktif berpartisipasi di event-event berikutnya,” serunya.
Keberadaan Sukma ‘Ocol’ Putra sebagai navigator dianggap Billy sebagai salah satu biang suksesnya. Berbekal seabrek pengalaman, pria ceking itu mampu memandu Billy dengan cekatan. Alumni SMP Corjesu itu dinilai banyak menunjukkan progress signifikan.
“Sebelumnya dia ‘demam panggung’ dan sering terlalu bernafsu. Sekarang sudah semakin mampu mengendalikan diri. Jadi, adaptasi semakin mudah dan perkembangannya makin pesat,” tutur sang navigator merangkap mentor.
Pujian kepada Billy pun mengalir deras. Sebagai pembalap pemula, dia dianggap mereprentasikan talenta bibit-bibit lokal Malang yang bakal bersinar di pentas nasional di kemudian hari. Tokoh otomotif Jatim, Ir R Freddy Budi Kuswandoko mengapresiasi kiprah Billy yang fenomenal. “Banyak sekali muka-muka baru yang menghiasi race kali ini. Diantara sejumlah pembalap pemula, Billy cukup menonjol. Dia mampu bersaing dengan nama-nama beken di keikutsertaan pertamanya,” urai Pembina Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jatim itu.
Pria yang akrab dipanggil Gembreng itu juga memuji kegigihan komunitas sprint rally Malang-Surabaya yang menghelat event dengan biaya patungan tersebut.
Vakum selama 10 tahun jelas mengisyaratkan bahwa bukan perkara mudah untuk menyelenggarakan event sprint rally di Jawa Timur. “Selain tidak banyak lahan yang bisa dipakai, untuk mengadakannya juga butuh biaya yang tidak sedikit. Jauh lebih mahal dibandingkan drag atau time rally. Selama ini yang lebih sering digelar mungkin speed of road,” imbuhnya kepada Malang Post.
Hal itu diamini pimpinan lomba, Audi Kristanto. Minimnya sponsor dan sirkuit yang representatif menjadi penghalang para pecinta sprint rally untuk menyalurkan hobby sekaligus mengasah kemampuannya. “Sepanjang tahun ini, nyaris tidak ada event. Agar ada greget, kami harus mengumpulkan para pembalap dulu melalui latihan bersama. Tentunya tetap dikemas layaknya kejuaraan,” papar pria berkacamata ini.
Audi berharap event ini bakal memancing sponsor dan pihak IMI sebagai induk organisasi agar lebih aktif memberi support. “Agar event sprint rally tidak mati suri. Pembalap Jatim butuh sarana untuk menunjukkan bakatnya. Kalau banyak event di Jatim, tentu mereka tidak perlu jauh-jauh ke daerah lain. Kami yakin bahkan yang dari luar pulau akan antusias ke sini,” tambah pecinta otomotif yang berencana menggelar kejuaraan sprint rally pada 28-29 September mendatang.
Total event sprint rally yang dilangsungkan di Villa Bukit Tidar, kemarin, diikuti 64 peserta asal regional Jatim hingga sejumlah pembalap dari Jawa Tengah. Tiga kelas yang dilombakan meliputi kategori Sedan Front Wheel Drive, Sedan Rear Wheel Drive dan Jeep. Sebanyak 34 diantaranya mengikuti kelas Jeep yangmana Billy mampu menembus lima besar. (tommy yuda pamungkas)