Rafting Jadi Indikator Sungai Brantas

Salah satu andalan wisata di Kota Batu, Rafting Kaliwatu, tengah bersiap diri menghadapi Anugerah Wisata Nusantara (AWN). Berbagai cara dilakukan untuk memenangkan penghargaan tertinggi di sektor wisata tersebut.

Rafting Kaliwatu, kini bersiap-siap mendapatkan penilaian kedua tim AWN tingkat Provinsi Jatim. Kaliwatu menjadi satu-satunya objek wisata di Kota Batu, yang masuk dalam penilaian AWN itu, meski di Kota Wisata ini cukup banyak objek wisata.
Berbagai persiapan, dilakukan manajeman dan pegawai rafting, yang berpusat di Jalan Dieng Pandanrejo Kota Batu ini.
Seperti yang terlihat pada sebuah hotel berbintang, beberapa waktu lalu. Muklas Rofiq (owner), Wawan (Manajer) dan crew lain dari Kaliwatu, sedang berkumpul. Mereka tidak melakukan check in atau konvensi pada sebuah hotel itu, melainkan syuting.
Syuting dilakukan pada sebuah hotel, karena saat itu sedang menunggu Wakil Wali Kota Malang, Punjul Santoso yang juga memiliki kegiatan konvensi pada hall di hotel tersebut.
‘’Kami juga harus mengambil gambar dan suara dari Pak Wawali. Kebetulan beliau sedang ada di sini. Suara tersebut adalah imbauan kepada warga untuk mendukung Kaliwatu dam AWN melalui sms,’’ ungkap Muklas Rofiq, owner Kaliwatu.
Lama menunggu, pengambilan gambar dan suara wawali di hotel ternyata gagal. Punjul Santoso mengajak pengambilan gambar dan suara langsung di Kaliwatu.
Dia menilai, background Kaliwatu lebih pas karena objek tersebut yang mendapat penilaian dari tim AWN. Jika pengambilan gambar berada pada sebuah hotel, kesan yang muncul adalah hotel itu yang mewakili Kota Batu dalam AWN.
Prosesi syuting itupun berjalan mulus. Suara ajakan Punjul untuk mendukung Kaliwatu dalam ajang AWN, sudah terekam dengan baik. Begitu juga pengambilan gambar sudah berjalan mulus. Background kantor, peralatan rafting, mulai perahu, baju pelampung ikut diambil gambarnya. Begitu juga proses rafting yang berada di Sungai Brantas, sudah diambil gambarnya.
Para karyawan rafting tersebut kini tidak hanya sibuk melayani para tamu yang akan rafting. Namun mereka juga sibuk syuting demi menjadikan wakil Batu itu merebut AWN tahun 2013 atau mempersiapkan penilaian dari Provinsi.
Ada juga pegawai yang grogi menghadapi presenter di depan kamera. Masalahnya, presenter yang datang cukup cantik. Dan salah satu pegawai itu juga harus mengenakan pelampung ke tubuh presenter cantik itu.  
‘’Sempat berdebar-debar juga berada di depan presenter. Apalagi proses ini terus direkam kamera,’’ ungkap salah satu crew Kaliwatu.
Tim penilai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim, sudah melakukan tugasnya tahap pertama. Semua aspek mendapat penilaian dari tim juri. Base camp, perlengkapan alat, potensi yang ditawarkan kepada wisatawan, pegawai hingga korelasi objek dengan masyarakat sekitar dan wawasan lingkungan.  
‘’Kami memiliki crew sekitar 100 orang. Peralatan juga ditanyakan oleh tim juri, apakah peralatan itu milik sendiri atau pinjaman. Penilaian pertama sudah dan kami sedang menunggu penilaian kedua sebelum dilakukan malam anugerah,’’ tegas Wawan, Manajer Kaliwatu.
Sedangkan untuk potensi, pihaknya mengandalkan potensi lingkungan untuk bersaing dengan perwakilan-perwakilan objek wisata di Jatim. Fasilitas kegiatan outbond, petik apel, hingga petik buah murbey adalah keunggulan yang tidak dimiliki lokasi lain.
Menurutnya, kegiatan rafting di Kota Batu sangat berwawasan lingkungan. Kaliwatu adalah sebuah fasilitas rafting di tengah kota sehingga kegiatan itu bisa digunakan sebagai indikator air yang mengalir ke kota dan kabupaten lain di Jatim.
‘’Kalau rafting bisa dilakukan di Batu, indikatornya lingkungan alam dan sumber air sungai Brantas masih bagus. Masalahnya kami menggunakan aliran air untuk kegiatan air dan Sungai Brantas mengalir pada beberapa kota dan Kabupaten di Jatim. Kalau tidak ada rafting di Batu, lingkungan alam atau lokasi sumber Brantas sudah benar-benar rusak,” ucap bapak satu anak ini.  
Di Kota Batu, sudah ada beberapa objek wisata menjadi wakil dalam ajang AWN. Hotel Kusuma Agrowisata meraih penghargaan sebagai Hotel Berwawasan Lingkungan. Sedangkan Taman Rekreasi Selecta menjadi nominator objek wisata pilihan dalam AWN Tahun 2011 lalu. (febri setyawan)