Penerjun AU, Meriahkan Pembukaan Kompetisi SD/MI Kota Batu

Pembukaan turnamen usia dini antar SD/MI se Kota Batu dengan label ‘Kajari Cup’ berjalan semarak, pagi kemarin. Kegiatan dimeriahkan dengan penampilan 27 penerjun payung dengan mendarat di venue kompetisi, Stadion Gelora Brantas Batu. Sebanyak 44 tim dari SD/MI se kota wisata ini ikut ambil bagian dalam turnamen.

Pagi kemarin, cuaca di Kota Batu begitu cerah. Langit di atas Stadion Gelora Brantas juga membiru. Suasana tersebut sangat mendukung pelaksanaan apel pagi yang sedianya digelar jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkot Batu. Sebelum pukul 08.00 WIB, satu per satu dari mereka pun mengambil posisi untuk bersiap diri menjalani upacara apel.
Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko langsung bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Batu ini pun memberikan wejangan kepada seluruh jajaran dan staf SKPD. Sesuai apel, peserta upacara diarahkan untuk naik ke tribun stadion. Sebab, akan dilanjut ke pelaksanaan upacara pembukaan kompetisi usia dini antar SD/MI se Kota Batu.
‘’Seluruh peserta upacara untuk bisa mengambil tempat di tribun stadion, sebab akan dilanjutkan dengan pembukaan kompetisi usia dini tingkat SD/MI se Kota Batu,” terang pemandu acara mengarahkan.
Tidak berselang lama dari arahan itu, dan disaat para PNS melangkah untuk mengambil tempat, tampak pesawat melintas di langit Kota Batu. Pesawat terbang dengan ketinggian kurang lebih 15 knots. Sejurus kemudian, brulll bruuul bruull, sejumlah 27 penerjun keluar dari pintu dari pesawat jenis Hercules dengan no pesawat 1310 yang diterbangkan pilot Mayor Agus Rohimat. Mereka berasal dari Batalyon 464 Paskas TNI AU Abdurahman Saleh.
Mereka beraksi demi memeriahkan pembukaan kejuaraan usia dini tingkat SD/MI. Aksi para penerjun tersebut pun disaksikan ratusan anak SD/MI yang akan tampil pada turnamen. Baik para PNS dan anak-anak tampak terhibur. Dalam apel tersebut, juga tampak hadir Kapolres Batu, Ketua BNN Kota Batu, Ketua KONI Kota Batu, Sekretaris PSSI Kota Batu.
‘’Kami sekaligus berlatih untuk persiapan kegiatan peringatan HUT ke 68 TNI dan HUT ke 12 Kota Batu, sekaligus persiapan untuk turun pada kejuaraan di Jakarta. Kami berangkat terbang dari Skadron 32 Bandara Abdurahman Saleh,” terang Yohanes, instruktur penerjun.
Sambutan meriah diberikan para PNS, anak-anak SD/MI dan petinggi kota Batu kepada rombongan penerjun. Meskipun untuk aksi kali ini, tergolong kurang sempurna. Sebab sebagian dari penerjun justru tidak mampu landing di Lapangan Stadion Gelora Brantas. Hanya sembilan penerjun yang masuk, sisanya mendarat di beberapa titik yang ada di wilayah Kota Batu. Seperti di Desa Pesangrahan, sekitaran Taman Rekreasi Songgoriti, Gunung Panderman dan Taman Kota Batu. Meski demikian, mereka seluruhnya mendarat dengan selamat.
‘’Kami terkendala angin yang kencang. Jenis parasut kami meliputi Foil, Max 300 dan Cyber yang hanya mampu kecepatan angin dibawah 15 knot, sedangkan kecepatan angin di Kota Batu antara 20-25 knot,” ujar Peltu Rusli salah satu atlet penerjun tertua dengan usia 52 tahun, sekaligus sebagai intruktur penerjun. (poy heri pristianto)