Melihat Kerja Verifikator Berkas Lamaran CPNS Kota Malang

KERJA mereka tak bisa disepelekan. Bahkan bisa dikata, sebagai penentu nasib ribuan pelamar CPNS Pemkot Malang, ada di tangan mereka. Itulah verifikator berkas lamaran para calon abdi negara yang melamar di Pemkot Malang. Bagaimana kerja para verifikator berkas lamaran PNS itu?

10 orang PNS, bekerja serius di salah satu ruangan Badan Kepegawaian Daerah  (BKD) Kota Malang. Di balik meja, mereka memelototi satu per satu berkas dari ribuan map lamaran CPNS yang menumpuk. Tak hanya membaca detail berkas, tapi pandangan juga harus berbagi dengan laptop didepannya.
Itulah sebagian aktifitas verifikator berkas lamaran CPNS. Jumlah mereka 10 orang. Semuanya pria dan masih berusia muda. Rata-rata di bawah 30 tahun.
Tak banyak yang tahu, pekerjaan mereka bukan pekerjaan yang mudah. Tuntutannya serius, sabar, cermat, penuh ketelitian dan harus selalu fokus. Sudah begitu, seharian berada di kantor  untuk  membaca  lebih dari 4.000 berkas lamaran.
Sejak ditugaskan menjadi verifikator, 10 PNS yang selama ini bertugas di BKD itu, bekerja tak lazimnya PNS. Jika umumnya PNS selesai kerja jam 16.00 WIB, verifikator berkas lamaran pulang lebih dari jam 17.00 WIB. Bahkan sampai jam 20.00 WIB sejak jam 08.00 WIB.
Winarto, salah seorang dari 10 verifikator, bagai sudah biasa menjalankan tugas pentingnya itu. Satu per satu map yang berisi lebih dari lima item surat-surat, dibacanya secara teliti.
Ia mulai memeriksa sesuai list atau daftar berkas yang terisi dalam setiap map lamaran. Dia ingat betul apa saja yang harus diperiksa.
Pertama membaca tulisan tangan para pelamar. Nah, membaca tulisan tangan milik ribuan orang, tentu butuh kesabaran. Ada yang mudah dibaca, ada pula yang sulit dibaca. Tapi dia harus membacanya secara seksama.
‘’Tapi umumnya mudah dibaca kok,’’ ucapnya merendah disela-sela memeriksa berkas lamaran.
Dari lamaran yang ditulis tangan itulah, para verifikator mulai mengidentifikasi apakah lamaran memenuhi syarat pendaftaran atau tidak. Salah satu syarat pendaftran yang paling penting yakni usia pelamar.
Usia maksimal pelamar CPNS Pemkot Malang, maksimal kelahiran 1 Januari 1979. Jika lebih dari batas maksimal waktu kelahiran tersebut, berkas lamaran dipastikan tidak memenuhi syarat. Disinilah mereka harus membaca secara teliti karena berkaitan dengan nasib para pelamar.
‘’Kami juga memeriksa ijazah para pelamar. Karena ijazah harus sesuai dengan formasi yang dilamar,’’ terangnya. Disetiap berkas lamaran, mereka wajib memastikan apakah sudah terlampir akta empat atau atau tidak.
Akta empat wajib disertakan sebagai bukti seorang pendidik. Maklum, dari 40 formasi atau lowongan CPNS Pemkot Malang tahun ini, semuanya untuk tenaga pendidik. Salah satu syarat tenaga pendidik yakni memiliki akta empat.
Bekerja serius di ruangan dan tempat duduk yang sama dari pagi sampai melewati jam kerja, biasanya dibayangi capek dan rasa suntuk. Tapi tidak demikian dengan para verifikator itu. Mereka punya jurus untuk atasi lelah.
‘’Biasanya salat sekaligus untuk refhresh. Setelah salat segar. Selain itu dengar lagu,’’ ucapnya ramah. Makanan ringan yang tersedia di meja pun jadi hiburan tersendiri bagi mereka.
Koordinator Verifikasi II, Hendru menambahkan, para verifikator tidak hanya sekali melakukan verifikasi atau pemeriksaan berkas. Ada tiga kali tahapan verifikasi yang harus dilakukan.
’’Verifikasi pertama yakni koreksi berkas secara manual yang dikirim dari Kantor Pos. Kedua, menyesuaikan berkas dengan aplikasi oline. Verifikasi ketiga finishing sekaligus quality control,’’ kata Hendru dibenarkan verifikator lain.
Ada sejumlah syarat yang harus dimiliki para verifikator. Diantaranya paham tentang formasi yang dibutuhkan. Selain itu, harus terbiasa bekerja secara teliti, cermat dan selalu fokus.
Jumla berkas yang diverifikasi tidak sedikit. Pada Selasa (24/9) lalu misalnya, hingga jam 15.00 WIB, mereka harus melakukan verifikasi 4.005 berkas sesuai jumlah pelamar yang mendaftar secara online.
Karena pekerjaan mereka berurusan  dengan nasib pelamar, para verifikator itu sudah digembleng sebelumnya.
‘’Sebelum verifikasi berkas, diadakan pembekalan terlebih dahulu,’’ kata Hendru yang sehari-harinya menjabat sebagai Kasubid Jabatan di BKD Kota Malang ini.
Tidak hanya itu saja, beberapa diantara mereka juga mengikuti pelatihan teknis aplikasi pendaftaran di ITS. Ilmu yang didapat perwakilan verifikator dalam pelatihan kemudian dibagikan kepada yang tak ikut pelatihan.
Karena pekerjaan mereka berkaitan dengan nasib pelamar, para verifikator tak boleh langsung bikin keputusan apakah berkas memenuhi syarat atau tidak. Mereka wajib berkonsultasi dengan koordinator verifikasi kemudian disampaikan kepada pimpinan mereka.
Kepala BKD Kota Malang, Supriyadi mengatakan, pekerjaan para verifikator itu merupakan pekerjaan strategis. Peran mereka sangat vital. ‘’Karena dari tahapan verifikasi itulah yang menentukan apakah berkas memenuhi syarat atau tidak memenuhi syarat,’’ katanya.
Berkas yang menenuhi syarat, lanjut Supriyadi, yang mendapat nomor peserta dan mengikuti ujian masuk CPNS Pemkot Malang. Sedangkan yang tak memenuhi syarat tak berhak mengikuti ujian.
’’Karena itulah peran mereka sangat penting. Tapi mereka sudah terlatih dan mampu bekerja sebagai verifikator,’’ terang mantan Sekertaris BKD Kota Malang ini sembari mengatakan, mereka bekerja sejak Selasa pekan lalu sampai tuntas. (van/avi)