Melihat Mobil Jenazah Legendaris Milik Kodim 0833

Berbagai cara bisa dilakukan untuk memupuk semangat patriotisme. Misalkan saja dengan merawat benda-benda yang berhubungan dengan para veteran perang, sebagai pelaku sejarah bangsa. Volvo 245 GL, milik Kodim 0833 Kota Malang, termasuk salah satunya. Mobil keluaran tahun 1981 itu, turut mengantar para putra terbaik bangsa jelang dikebumikan di liang peristirahatan akhir.

BRAAAK. Bunyi itu terdengar begitu keras dan mengagetkan petugas piket di Makodim 0833 Kota Malang, Jalan Kahuripan. Mereka yang masih terjaga, langsung berlari menuju asal suara, halaman belakang markas yang menjadi area parkir sejumlah kendaraan dinas.
Betapa terkejutnya mereka, melihat mobil Volvo warna hijau lumut itu telah menabrak tiang, yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat parkirnya. Tak ada siapapun di sana. Mobil produksi Eropa itu terparkir dalam posisi terkunci dan rodanya diganjal kayu. Ya, mobil itu menggelinding sendiri.
Awak Makodim bergidik. Bulu kuduk mereka tak kunjung lunglai pasca kejadian tengah malam itu. ‘’Saya ingat betul. Ban mobil sudah diganjal. Posisi rem tangan terangkat. Samping kanan dan kirinya juga ada mobil lain, jadi pasti susah lewat. Tapi, mobil ini benar-benar melaju sendiri dan menabrak tiang di depan,’’ buka Serma Kuadi mengawali kisah tentang kereta jenazah ‘legendaris’ di Kota Malang tersebut.
Kejadian itu sudah terjadi cukup lama. Sekitar pertengahan tahun 2010 lalu. Tapi, siapapun yang melihat langsung momen tak lazim tersebut, sudah pasti tak akan melupakannya.
Tak kalah seramnya, pernah lampu penerang bagian dalam mobil tiba-tiba menyala sendiri. ‘’Padahal saat sedang tidak digunakan, aki mobil kan dicopot. Tapi ini lampunya bisa menyala,’’ lanjut pria asal Dampit yang sudah hampir enam tahun terakhir menjadi sopir mobil jenazah itu.
Pengalaman demi pengalaman mencekam dan sarat nuansa gaib, memang tak bisa dipisahkan dari mobil ‘keramat’ yang sudah dipakai Kodim sejak tahun 1985 tersebut. Selama itu pula, sudah tak terhitung berapa veteran perang yang rata-rata sudah purnawirawan, diantarnya ke pelabuhan akhir hayat.
Sama seperti anggota satuan lainnya, perasaan takut juga sempat melanda Kuadi, saat kali pertama diserahi mobil sepanjang 5 meter tersebut.
Apalagi setiap kali dapat tugas, yang diantarnya bukan orang biasa. Melainkan mereka yang sudah berpulang ke pangkuan Tuhan. ‘’Rasanya kalau tiap harus pakai mobil ini, diantara sopir-sopir malah saling tunjuk berebut menghindar,’’ kelakar tentara 46 tahun itu.
Lama kelamaan, prajurit berpangkat Serma yang pernah bertugas di Kostrad 509 Jember itu, malah akrab dengan mobil langka ini. Kejadian demi kejadian yang sebelumnya dianggap janggal dirasakannya biasa saja.
Kini, yang memusingkan hanyalah perawatan mobil 2450 CC ini. Maklum saja, sebagai mobil tua, ada saja bagian yang perlu penanganan ekstra.
Sebut saja komponen sensitif seperti rem dan kopling. ‘’Kondisi mesinnya masih oke. Mungkin hanya perlu sering-sering betulin rem dan kopling. Namanya juga bawa jenazah, ya mengemudikannya harus pelan-pelan, harus main gas-rem-kopling. Tidak perlu dibawa ke bengkel, di sini masih bisa kita perbaiki sendiri,’’ tukas Kuadi.
Pihak Kodim 0833 Kota Malang memang harus ekstra hati-hati merawat ‘aset’nya tersebut. Betapa tidak, di Jawa Timur hanya tersisa dua kendaraan sejenis.
Selain di Malang, satu lagi Volvo 245 GL milik TNI ada di Garnisun Surabaya. ‘’Itupun tidak aktif digunakan. Yang masih berjalan rasanya tinggal yang di sini,’’ ungkap Serka B.E Rudi, rekan Kuadi di Kodim 0833.
Tak hanya digunakan di Kota Malang saja, mobil ‘antik’ ini juga sering dipinjam instansi lain untuk keperluan mengantar jenazah. Cakupannya meliputi Kabupaten Malang hingga Kota Batu.
‘’Karena aturannya kan khusus anggota militer dan purnawirawan. Selama masih sesuai aturan, bisa dipinjam satuan lain,’’ tambah Rudi kepada Malang Post.
Menilik kondisinya yang masih oke punya, bisa jadi Kodim 0833 tak perlu resah mobil kebanggaannya tersebut ‘dipensiunkan’. Di saat satuan lain rata-rata sudah menggunakan mobil jenazah baru, faktanya kereta jenazah Volvo hijau lumut itu masih bisa diandalkan sampai sekarang. (tommy yuda pamungkas).