Hipnoterapi, Model Terapi yang Mulai Naik Daun di Malang

DEMONSTRASI : Andy G Rakasiwi bersama para klien setelah melakukan hipnotherapi beberapa waktu lalu.

Obati Pasien Tanpa Obat, Paling Susah Pecandu Narkoba
Terapi hipnotis atau hipnoterapi belakangan ini mulai trend. Banyak orang tertarik mempelajari. Termasuk Andy G Rakasiwi MCHt. MCHi. Pria yang sempat berprofesi sebagai dokter ini, memilih melepaskan profesinya, untuk terjun sebagai terapis hipnotis. Kini, Andy mengaku bangga, lantaran profesinya itu banyak menolong orang. Terutama mereka yang mengalami gangguan mental.

‘’Saya bersyukur. Imu yang saya dalami sekarang, digunakan untuk penyembuhan penyakit fisik. Banyak rumah sakit atau praktik dokter bersama, yang menerapkan terapi hipnotis, untuk penyembuhan pasien,’’ kata Andy mengawali pembicaraannya.
Terapi hipnotis itu sendiri, mulai digeluti bapak dua anak ini, sejak 2001. Saat itu, dia baru saja lulus dari Nasional Welt Hypnotherapy USA. Meskipun awalnya banyak yang meremehkan profesinya itu, namun pria yang ditemui Malang Post di UMM IN, beberapa waktu lalu usai melakukan terapi hipnotis ini yakin, terapi hipnotis yang digelutinya ini akan bermanfaat.
‘’Tahun 1997, saya lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Empat tahun saya sempat menekuni dunia kedokteran dan tergabung pada Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Namun kemudian, profesi itu saya tinggalkan. Proses penyembuhan menggunakan obat memiliki risiko lebih besar. Saya memilih untuk belajar ilmu terapi hipnotis ini,’’ kata Andy menceritakan masa lalunya.
Terapi hipnotis itu dipilih, karena dia meyakini tingkat keberhasilannya adalah 99 persen, dan tidak memiliki risiko apapun.
Tidak seperti profesi lainnya, yang penuh keraguaan kali pertama berhadapan dengan klien, Andy justru sangat percaya diri. Itu karena dia yakin, terapi hipnotis yang diberikan, akan memunculkan rasa damai dan bahagia pada diri kliennya.
Sugesti positif yang ditanamkan Andy saat terapi hipnotis, akan mampu direkam alam bawah sadar kliennya, sehingga sang klien akan merasakan damai dan bahagia pada dirinya.
Dalam terapi, Andy haram menggunakan menggunakan obat. Dia juga tidak menggunakan mantra, maupun jampi-jampi. Terapi hipnotis dilakukan dengan kondisi kliennya sadar 100 persen.
Sugesti positif diberikan setelah pikiran bawah sadar kliennya terbuka. Untuk membuka pikiran bawah sadar tersebut, terapis harus lebih dulu melakukan teknik relaksasi kepada diri klien. Setelah kondisi kliennya relaks, barulah dia memasukkan sugesti.
‘’Bahasa sugesti yang dimasukkan disesuaikan dengan kondisi klien, tapi yang jelas bahasanya bersifat sederhana, positif, waktu sekarang, dan terus diulang. Pengulangan kalimat itu guna direkam pikiran bawah sadar klien,’’ katanya.
Penanaman sugesti pada alam bawah sadar klien itu, bisa berlangsung cukup lama. Namun tidak jarang juga hanya sebentar. Kondisi klienlah yang menentukan waktunya.
‘’Semuanya itu tergantung klien. Kalau klien sangat fokus dan konsentrasi penuh saat menerima sugesti, prosesnya tidak lama. Tapi sebaliknya, prosesnya akan lama jika pada pikiran bawah sadarnya klien melakukan penolakan,’’ katanya.
Biasanya proses lama itu terjadi pada klien yang mengalami kecanduan narkoba. Sifat pecandu yang suka berbohong sangat mempengaruhi waktu atau proses hipnoterapi.
‘’Sekali lagi kami terapis, hanya membantu memfasilitasi untuk membuka pikiran bawah sadarnya. Klienlah yang menentukan,’’ kata Andy, yang mengatakan hipnoterapi ini dapat menyembuhkan atau merubah mental kliennya. Diantarannya, rasa kurang percaya diri, rasa tertutup, trauma berlebihan, ketakutan (phobia), pecandu narkoba atau alkohol, perokok berat, dan obesitas.
Sementara untuk psikosomatis, hipnoterapi bisa menyembuhkan alergi, blood pressure, dan asma. Hipnoterapi juga membantu penyembuhan penderita AIDS dan Kanker.
‘’Untuk menghilangkan kecanduan rokok, satu kali terapi selesai. Trauma minimal tiga kali terapi. Alergi atau asma minimal lima kali terapi. Paling lama ini pada klien kecanduan narkoba atau alkohol, bisa sampai 10 kali terapi,’’ urainya, sembari menyebut, hasil terapi hipnotis yang dilakukan, dapat diketahui 7 hari kemudian.
Sementara Ana, salah satu klien hipnoterapi mengaku mendapatkan rasa damai, dan mampu berpikir positif setelah lima kali terapi. Wanita asal Surabaya ini mengaku, ikut terapi hipnotis ini setelah diberitahu temannya.
Saat itu kondisinya stres berat, lantaran tidak diterima di Fakultas Kedokteran Unair. Perilaku buruk kerap dilakukan. Semua tindakan serta ucapannya dianggap benar.
‘’Saya kerap ngomong sendiri. Saya juga kerap menganggap teman-teman saya bodoh, karena tidak pernah nyambung saat saya ajak ngomong,’’ katanya.
Setelah lima kali melakukan terapi, Ana yang kini menempuh pendidikan di salah satu PTN di Kota Malang ini pun telah kembali normal, dan menerima semua keadaan.
Senada Aryo, salah satu klien Andy mengatakan, dia mendapatkan perubahan setelah tiga kali terapi. Saat itu Aryo ikut terapi untuk memunculkan keberanian memutuskan sesuatu.
‘’Sebelumnya saya terus bimbang, dan tidak memiliki keberanian. Tapi begitu ikut terapi ini, kemudian rasa percaya diri saya bertambah, saya tidak takut lagi, tidak bimbang  lagi, dan berani memutuskan sesuatu. Hasilnya, sekarang saya merasakan damai, tenang dan bahagia pada diri saya sendiri,’’ tandasnya. (ira ravika)