Fernando Runtuwene, Anak Kopka TNI Sukses Rambah FTV

FERNANDO Runtunewe tidak pernah bermimpi, akan menjadi seorang pemeran utama FTV yang sering diputar di salah satu televisi nasional. Apalagi, sejak kecil dia tinggal di rumah dinas orang tuanya, Yon Arhanudri 2 Kostrad. Namun, anak semata wayang pasangan Kopka Jefry Runtuwene dan Rini Endrawati tersebut berhasil menjadi seorang bintang utama yang beberapa kali berakting bersama artis papan atas, salah satunya Vino Bastian. Setelah semuanya terlampaui, siapa sangka bila kini dia ingin mengikuti jejak papanya sebagai tentara.

“Saya mulai menempuh karir di dunia entertainment, saat masa jeda kelulusan sekolah. Saat itu, saya dan teman-teman sekolah mengikuti lomba model bertajuk Explore Your Talent di Mall Olympic Garden tahun 2009,” tutur lulusan SMA Frateran ini kepada Malang Post. Tak dinyana, dalam acara yang didatangi Nikita Willy sebagai bintang tamu itu, Nando berhasil menjadi juara II. Nampaknya, bakatnya ini dilihat oleh Wawan, salah satu bos Portrait Management Jakarta yang juga sukses mengorbitkan Andhika Pratama.
“Sempat saya diajak untuk bergabung. Namun saya tolak karena masih sekolah. Namun, saya tidak berhenti begitu saja karena mulai dari sinilah saya bergabung dengan beberapa agency model di Malang serta Surabaya dan berkiprah menjadi model,” lanjutnya.  Di bidang modeling, pengalaman Nando cukup banyak. Beberapakali ia diminta menjadi model fashion show membawakan baju rancangan para desainer lokal. Tidak terhitung berapa perlombaan yang diikuti pemuda yang pernah menjadi anggota Paskibra Kota Malang dan selalu meraih juara 1 ataupun 2.  
Nando juga pernah menoreh prestasi saat menjadi Juara 1 Top Model Indonesia yang diselenggarakan oleh Color Models inc. Keinginan untuk merengkuh kesuksesan tidak hanya itu. Pemuda kelaihran Manado, 10 Maret 1994 ini pun memilih menjadi seorang karyawan marketing event organizer yang fokus pada pencarian calon pemain-pemain FTV.  Pekerjaannya terhitung lumayan sulit karena harus mendapatkan pemain-pemain ideal sesuai dengan keinginan PT. Dharmawangsa Studio 10, sebuah rumah produksi yang menjadi rekanannya.  
“Saya pun juga mencoba ikut casting dan diterima. Namun masih sebagai figuran yang hanya kelihatan tangannya. Itupun hanya dibayar Rp 75 ribu. Saya pun terus belajar secara otodidak kepada senior dan akhirnya naik menjadi pemeran pembantu dengan gaji Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta,” kenang foto model m-teens Malang Post ini.  Sekian lama berkecimpung di dunia peran, Nando pun mendapat kesempatan menjadi pemeran antagonis FTV.
Dia sangat ingat bila sinetron FTV pertamanya berjudul Demi Hati Gayatri, lalu kedua Kisah Cinta Surti dan Tejo serta yang ketiga Cinta Gara-Gara Belut. “Selanjutnya sederet sinetron FTV saya mainkan bersama beberapa artis yang sudah berkelas di Jakarta,” ujar model iklan Sozzis tersebut. Tetapi, menurutnya untuk meniti karir hingga menjadi bintang FTV tidak seperti semudah membalikkan tangan. Mulai naik motor sendirian menuju lokasi syuting di Gunung Bromo, harus berutang kepada teman untuk perjalanan syuting hingga sempat menjadi tukang ojek di Manado ketika tidak ada panggilan untuk membintangi FTV.
Sekarang, setelah semuanya terlampui, penyuka olahraga renang dan  basket ini ingin meniru papanya sebagai anggota TNI AD. “Ya sesuai dengan cita-cita saya menjadi seorang anggota TNI seperti papa. Mudah-mudahan, keinginan saya bisa terkabul, Sekarang saya terus berlatih fisik untuk pendaftaran bintara TNI AD tahun depan. Niat saya menjadi anggota TNI ini, juga didukung oleh kedua orang tua saya. Mereka juga berharap, setelah menjadi tentara pun, saya tetap meneruskan bakat dalam dunia akting,” pungkasnya diamini Jefry Runtuwene. (marga nurtantyo)