Gembira Dikado Kaos Lengkap dengan Nama Roy Suryo

UNTUK  kali pertama, Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Roy Suryo duduk satu meja dan bertemu langsung dengan segenap pengurus Arema Indonesia. Dalam acara nobar timnas U-19 lawan Korea di Hotel Mercure Grand Mirama Sabtu lalu (12/10), Menpora bersorak dan berjingkrak bersama Iwan Budianto dkk.  Lalu, bagaimana suasana pertemuan yang kabarnya digelar karena Menpora ingin “minta maaf” pada Singo Edan?

Temaram lampu jalanan menyejukkan udara pengap di area Darmo, Surabaya, Sabtu malam lalu. Sorot lampu menggerus gelapnya badan jalan. Deru mesin kendaraan menggelepar di jalanan depan Hotel Mercure Grand Mirama. Dari dalam hotel, lalu lalang jalan raya tak ubahnya lukisan tiga dimensi.
Pemandangan yang menyejukan. Tapi, para pengurus Arema Indonesia tak mempedulikan jalanan. Tak juga merasakan kesejukan yang disajikan landscape Kota Surabaya malam hari. Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB, saat mata CEO Arema Indonesia Iwan Budianto serius menatap tajam layar LCD di cafe hotel.
Begitu juga Presiden Klub Arema Rendra Kresna. Sementara, pembina Arema Teddy Minahasa Putra dan Ir R. Agoes Soerjanto tampak santai menikmati hindangan ringan di mejanya. Lima menit berlalu tanpa ada suara. Sunyi. IB, sapaan akrab Iwan Budianto, masih serius melihat LCD.
Sepuluh detik kemudian, keheningan hilang. Teriakan pendek Rendra Kresna dan IB memecah diam. Dari layar LCD, Tendangan striker timnas U-19 Ilham Udin Armaiyn melenceng di atas gawang Korea U-19. Deg-degan. IB lalu menoleh kepada Malang Post, yang sedari awal kick off laga penyisihan Garuda Jaya versus Korea U-19, memperhatikan gerak-gerik para pengurus Singo Edan.“Ilham itu selalu seperti itu, sering digiring sendiri bolanya,” ujarnya dengan nada sedikit kecewa. Mata IB kembali menatap LCD. Sekitar 25 menit kemudian, para pengurus Arema kembali berteriak. Kali ini, sorakannya adalah pekik sukacita. Evan Dimas membobol gawang Korea U-19 menit 30.
Senyum tersungging dari wajah para pengurus Arema. Tapi, kepuasan IB atas gol Evan langsung dibungkam. Tendangan penalti Seol Taesu membuat cafe Mercure Grand Mirama bisu. Tak ada kata terucap dari bibir para pengurus. Geram, karena Indonesia kebobolan dan imbang lagi dengan Korea U-19.
Sejenak kemudian, bunyi sirine kendaraan patwal memenuhi lobi hotel. Wajah kecewa para pengurus Arema langsung hilang. Mereka berdiri dan langsung mendekat ke pintu utama. Di sana, tamu yang dinantikan tiba. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo akhirnya tiba di acara nobar Indonesia U-19, yang dihadiri oleh segenap pengurus Arema, pemain, wartawan dan juga staf Dispora Jatim.
Setelah 40 menit pertandingan Indonesia-Korea berjalan, akhirnya Roy tiba di acara nobar “penebusan dosa.” Roy menyebut acara ini sebagai nobar penebusan dosa karena dia tak hadir di final Menpora Cup 2013 antara Arema dan Central Coast Mariners di Stadion Kanjuruhan.
Tapi, rupanya pakar telematika ini tidak menduga bahwa Arema sudah menyiapkan ”hadiah” spesial. Begitu datang, Roy langsung diminta maju ke depan dan menerima merchandise dari Arema. Rendra Kresna dan Iwan Budianto memberi sebuah jersey home Arema berwarna biru dengan nomor punggung 7.Menteri pun tak bisa menahan kegembiraannya. Dia tertawa lepas, karena ada nama Roy Suryo di punggung jersey Arema. Padahal biasanya nomor punggung 7 adalah milik kapten Arema Greg Nwokolo. Dia juga kembali tersenyum lebar, saat menerima jersey Akademi Arema dengan nomor punggung yang sama, yakni nomor 7, lengkap dengan nama sang Menteri.
Seperti tak menduga, Roy pun merasa sangat senang atas perlakuan dari pengurus Arema. ”Wah, saya tidak menduga dapat hadiah yang menarik seperti jersey Arema, jujur saja saya senang,” ujar mantan anggota DPR RI ini.  Setelah bertukar cinderamata, para pengurus Arema duduk satu meja dengan Roy Suryo.
Sejenak kemudian, suasana semakin hangat dan panas. Sebab, Indonesia U-19 masih berjuang melawan Korea. Tiap gol yang dicetak Evan Dimas, membuat Menteri Roy Suryo berjingkat hebat. Tepat, saat wasit pemimpin pertandingan mengakhiri laga, pekik kemenangan disuarakan Roy.
Ia memeluk Rendra Kresna, Iwan Budianto dan pengurus Arema yang lain. Tak heran, pengalaman nobar dengan Arema ini dianggapnya sebagai nobar spesial. Kesan yang ditinggalkan oleh Arema terhadap Menpora begitu dalam. Selain dapat jersey, Indonesia U-19 juga mendapatkan tiket lolos ke babak knock out Piala AFC U-19 di Myanmar. ”Nonton dengan pengurus Arema terasa spesial karena Indonesia U-19 menang. Tentu sebuah kebanggaan,” tuturnya.(fino yudistira)