Digital Global Maxinema, Production House Asal Malang

Film Animasi karya Arek Malang, ternyata telah mendapat pengakuan di Indonesia. Pertengahan tahun lalu, melalui Songgo Rubuh, telah tayang di salah satu televisi nasional yang juga menayangkan film animasi populer seperti Ipin Upin dan Bernad Bear. Tidak puas hanya di situ, kini production house (PH) film animasi bernama Digital Global Maxinema (DGM) tersebut, mencoba merambah pasar internasional untuk penayangan karya terbarunya. Kuku Rock You.

Walaupun tidak sepopuler pesaingnya, Songgo Rubuh telah beberapa kali diputar penayangannya. Sebanyak 15 episode, film tersebut mengisahkan salah satu budaya Indonesia.
Songgo Rubuh merupakan kisah dari dua prajurit keraton yang memiliki bentuk tubuh berbeda. ‘’Satu sosok tambun dan pendek, sedangkan satunya lagi tinggi dan kurus. Mengenai sifat, juga berlawanan,’’ ungkap Astu Prasidya, Sang Sutradara sekaligus Direktur Digital Global Maxinema Malang.
Mengenai penghargaan, film tersebut diakui dengan mendapatkan penghargaan sebagai film animasi terbaik dalam ajang Hello Fest 2012 di Jakarta.
Selain itu, beberapa produksinya mendapatkan penghargaan dari Disperindag Jawa Timur, setelah menjadi yang terbaik dalam Animation Festival 2013.
Terbaru di September lalu, DGM yang memiliki kantor produksi di Jalan Kebon Jeruk V no. 9 Malang ini, menjadi wakil Indonesia dalam Tokyo Game Show yang diselenggarakan oleh Japan Asean Center. ‘’Indonesia diwakili oleh enam grup. Salah satunya DGM. Untuk kategori animasi ada tiga, yang dua berasal dari Jakarta,’’  terang pria berkacamata ini.
Dalam kesempatan tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkenalkan film animasi karya orang Indonesia yang orisinil yang tidak kalah dengan film animasi dari negara lain.
Sebab selama ini hanya Malaysia atau Jepang yang terkenal dengan film animasi favorit anak-anak. Apalagi di Indonesia, stasiun TV lokal pun memandang sebelah mata karya anak negeri, kecuali benar-benar menguntungkan penayangannya.
‘’Perhitungan harga hak tayang menjadi salah satu faktor penghambat. Penghargaan terhadap karya tersebut sangat rendah. Padahal itu bukan salah satu yang kami pikirkan dan sebagian pembuat film animasi di Indonesia. Yang terpenting, kenalkan karya anak negeri, dan budayanya pula,’’ imbuhnya.
Pria yang kerap mendapat panggilan Touliq ini menjelaskan, ketika berada di Jepang, bisa bertemu dengan klien yang berkualitas internasional seperti produser film Naruto.
Menurut pengakuannya, banyak peserta yang tertarik dengan karyanya, sehingga dia optimis untuk pemasaran karya DGM selanjutnya di luar negeri.
Setidaknya, ada link untuk mempromosikan film animasi tersebut, kemudian bisa dikenal oleh pecinta film animasi seperti Jepang, Filipina, Malaysia dan Korea.
Touliq melanjutkan, selain melalui pertemuan yang terjadi di Jepang tersebut, salah satu karyanya akan disebar melalui Youtube. Beberapa seri saja untuk memperkenalkan ke publik tentang produk DGM secara lebih luas.
Menurutnya, itu salah satu trik untuk promosi internasional, sebab dari beberapa cerita rekan-rekan pembuat film animasi, akses orang asing melalui dunia maya sangat tinggi.
Paling baru DGM mengandalkan film Kuku Rock You sebagai andalan. Terdiri dari 3 seri, dan saat ini sedang finishing seri kedua. ‘’Dalam 1 seri terdiri dari 13 episode, dan pembuatan film membutuhkan waktu sampai setahun. Lama, sebab satu detiknya membutuhkan 25 frame, kemudian dalam satu cerita berdurasi 4 menit membutuhkan waktu 10 hari,’’ papar lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang tersebut.
Selanjutnya, proses editing, pemberian sound efek dan background suara hingga dubbing serta subtitle juga berlangsung di kantor Malang.
Prestasi lain, DGM juga  mengikuti Festival Film di Italia dan masuk menjadi nominator animator. Kemudian, salah satu karya animasinya masuk kategori Increfest Animation. Itu merupakan beberapa kebanggaan selama tahun 2013, belum lagi di tahun 2011 dan 2012.
Lebih lanjut dia menerangkan, untuk kantor DGM memiliki dua lokasi. Satu lokasi selain di Malang berada di Jakarta yang menjadi markas pula bagi tim marketing dalam mempromosikan karyanya kepada stasiun TV.
‘’Proses produksi memang di Malang, sebagai bukti bahwa karya arek Malang bisa bersaing. Lagi pula, produksi di tempat ini jauh lebih nyaman. Biarkan tim yang di Jakarta yang memikirkan klien dalam menayangkan karya kami di stasiun TV nasional,’’ urai dia.
Kini DGM tengah berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita besar yang sudah di depan mata tersebut. Dengan kekompakan tim yang berjumlah 30 orang masih ditambah pula beberapa siswa SMKN 4 Malang yang turut membantu pengerjaan animasi, DGM meyakini di tahun 2014 nanti karyanya sudah dinikmati hingga di luar negeri.
Bahkan, pada November nanti, ada jadwal untuk bertemu dengan klien dari luar negeri. Tujuannya untuk kerjasama mengenai penayangan film Kuku Rock You yang mengisahkan kehidupan keluarga ayam, dan memiliki musuh dari keluarga Garong yang berusaha merebut anak ayam yang lucu-lucu dengan nama Blab, Blib, Blub, Bleb, Blob. (Stenly Rehardson)