Belajar Otodidak, Terima Order di Lingkup Polisi Hingga Polda

Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polres Malang, Iptu Sudarto memiliki hobi yang menarik. Kasat Tahti (tahanan dan barang bukti) Polres Malang tersebut, adalah salah satu pelukis handal yang ada di Kabupaten Malang. Karyanya yang tidak terikat dengan satu aliran, membuatnya cukup fenomenal.

Sosok super sibuk, tampaknya cukup melekat pada diri pria setengah baya ini, saat bertugas dalam satuan Tahti Polres Malang. Kejelian dan kerapian dalam bertugas, harus ditunjukkan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Maklum, pemilik nama lengkap Sudarto, kelahiran Malang, 12 Desember 1956 ini, bertugas memberikan pelayanan, perawatan dan kesehatan tahanan yang ada di Polres Malang. Termasuk melakukan pembinaan jasmani dan rohani.
Darto dan timnya menerima, menyimpan dan memelihara barang bukti yang didukung penyelenggaraan adminitrasi umum, sesuai bidang tugasnya. Dia bertanggung jawab kepada Kapolres dan pelaksanaan tugasnya sehari-hari dibawah kendali Wakapolres.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 3 di Kelurahan Turen ini, dibantu kepala urusan adminitrasi dan ketatausahaan (Kaur Mintu), Kepala Unit Perawatan Tahanan (Kanit Wattah) dan Kepala Unit Barang Bukti (Kanit Barbuk).
‘’Saya menjabat sebagai Kasat Tahti Polres Malang sejak 23 Januari 2013, lalu. Ketika saya lepas dinas, saya gunakan untuk melukis. Selama ini lebih banyak dilakukan saat santai di rumah,’’ aku mantan KA SPKT Polres Malang saat ditemui Malang Post usia pengajian rutin anggota Polres Malang di Masjid Polres Malang, beberapa hari lalu.
Sembari menikmati suguhan dari penitia pengajian umum, Darto bercerita, hobi melukis dimiliki sejak kecil. Didapat secara otodidak, atau belajar sendiri tanpa sekolah.
Dia mengaku, melukis digambarkanya seperti sebuah garis keturunan dari orang tua. Karena ibu Darto, Hj Kasinem, yang kini sudah berusia 80 tahun, juga jago melukis. Bahkan, hobinya ini kini juga menurun ke anak-anaknya. Anak sulung, Intan Elok Youharti, pernah juara lomba melukis di lingkungan Polda Jatim.
Sedangkan, Darto sendiri, mengaku mulai menyukai menggambar dengan gaya atau konsep sketsa wajah, sejak pindah dinas dari Jakarta ke Malang. Itu sekitar tahun 1988.
Seiring perjalanan karirnya sebagai anggota polisi, dia sempat menyalurkan hobi menggambar dengan konsep humoris dan kartunis pada majalah milik Polres Malang, ’Semeru’, yang terbit sebulan sekali di lingkungan Polda Jatim.
‘’Waktu itu, materi gambarnya di majalan Semeru lebih pada usaha sosialisasi tentang upaya dan peningkatan Kamtibmas. Saya selesaikan tugas-tugas menggambar humor dan kartun itu bersama Bendot Suwandi, rekan saya sampai sekarang juga bertugas di Polres Malang,” terang pria yang berdomisi di Jalan Gunung Ceneng, Turen ini.
Kini, sosok Darto sebagai seorang polisi yang juga jago melukis semakin terkenal di lingkup Polres Malang. Tak jarang, suami dari Pipip Harianti ini mendapat order. Baik dari di lingkup Polres Malang maupun Polda Jatim. Terutama ketika ada kegiatan mutasi atau sertijab, karya lukis Darto yang sudah dibingkai menarik, ikut melengkapi sebagai hadiah dalam acara pisah kenang.
Terakhir, dia menggambar sketsa wajah AKP Pratolo Saktiawan, Kasat Narkoba yang kini bergeser ke Probolinggo, sebagai Kapolsek Wonoasih.
Selain itu, dia juga sedang menyelesaikan ’pekerjaan rumah’ hadiah untuk Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta.
Hadiah yang disiapkan untuk kado ulang tahun istri orang nomor satu di Polres Malang itu, berupa lukisan sketsa dari seluruh petinggi di jajaran Polres Malang. Dia tidak menargetkan akan rampung atau selesai kapan. Sebab, Darto berusaha menyelesaikannya lukisannya di waktu kosong, ketika lepas dinas.
‘’Lukisannya belum selesai. Biasanya seminggu bisa selesai. Semoga lukisan untuk Pak Kapolres ini cepat selesai,’’ harap pria yang juga bapak dari Ista yuliarti dan Rista Ayumawarti sembari menunjukkan foto lukisan yang sedang dia selesaikan. (poy heri pristianto)