Kian Tertantang, Yakin Jadi Penulis Hebat

KECIL-kecil sudah punya karya.Bahkan, di usianya yang masih 10 tahun ternyata Kania Jatiningsih Putri Azzahra sudah berhasil menembus dunia penerbit buku. Siswi SD Islam Sabilillah Malang ini berhasil meloloskan karyanya dalam sebuah komik kegemaran anak-anak yaitu Kecil Punya Karya yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan.

Jika ingin sesuatu dengan cepat harus sabar, itulah pesan yang dituliskan Kania dalam cerita komik berjudul Candy World. Komik tersebut berisi kumpulan cerita dari beberapa penulis cilik dari seluruh Indonesia, total ada enam penuls cilik berusia SD dan salah satunya adalah siswa Kota Malang, Kania. Berkacamata minus tebal dan sedikit pemalu, begitu sosok gadis cilik yang duduk di kelas 4 SD.
"Saya menulis idenya cuma dua hari, ceritanya kupu-kupu yang mengajari ulat supaya bisa memiliki sayap indah seperti dirinya," ungkap Kania kepada Malang Post.Judul tulisan Sang Kupu-kupu karya Kania mengisahkan ulat dengan bentuk tubuhnya yang tidak menarik dan kemudian berubah menjadi kupu-kupu. Kisah ini tentunya menjadi cerita yang umum didengar. Di sekolah, pelajaran tentang metamorfosa kupu-kupu ini juga diajarkan sejak anak duduk di bangku SD. Kisah inilah yang menarik perhatian Kania. Idenya sederhana namun segar dan lucu. Kania pun berhasil menuangkan idenya dalam sebuah coretan sederhana yang menggambarkan percakapan ulat dan kupu."Kakek saya yang mengirimkan gambar saya ke penerbit. Sampai akhirnya ada yang menelpon ke hape kakek mengabari kalau tulisan saya dimuat," ungkapnya saat ditemui di sekolah.
Kabar gembira dari penerbit itu pun dibuktikan ketika awal bulan Oktober lalu ada kiriman buku komik kegemarannya ke rumahnya di kawasan jalan Ikan Tombro Kota Malang. Ia pun langsung bersorak girang ketika tahu ada namanya yang tercantum diantara nama enam penulis cilik dalam komik tersebut. Goresan tangannya yang menggambarkan dialog antara kupu dan uat terpampang manis di halaman dalam komik itu. Ia pun bahagia, apalagi sang kakek, Sujana, yang meluangkan waktu untuk cucu tercintanya itu.
Kania memang hanya tinggal dengan kakeknya yang seorang pensiunan tentara, sementara kedua orangtuanya bekerja di luar kota. Ayah dan ibunya juga seorang tentara berpangkat mayor yang saat ini bertugas di Surabaya dan Bandung. Meski hanya tinggal dengan sang kakek, namun Kania berhasil mandiri dan mengerjakan tugas sekolahnya dengan baik. Bahkan ia kini juga sukses menjadi penulis cerita komik yang menjadi idola anak-anak kecil hingga remaja.
"Saya punya banyak koleksi buku di rumah, salah satunya yang KKPK seperti yang saya tulis ini," urainya.
Inspirasinya untuk bisa menulis dan menghasilkan karya salah satunya karena melihat kakak kelasnya di sekolah yang juga pernah sukses mengirim naskah dan diterbitkan. Ia pun yakin bahwa suatu saat bisa pula berkarya dan menembus seleksi menjadi penulis kecil yang hebat. Apalagi di sekolah ada wadah untuk mengasah hobinya menulis dan menggambar.
Naskah yang dikirimkan Kania hanya sebanyak dua lembar kertas saja, naskah itu kemudian dikembangkan oleh penulis dari tim penerbit. Kania pun merasa puas karena ide cerita yang ia tulis bisa menjadi sebuah cerita yang bagus dan menarik."Gambarnya juga jadi tambah lucu, kalau gambar saya cuma corat coret biasa," katanya.
Meski memiliki bakat menulis, Kania rupanya lebih tertarik menjadi seorang fotografer. Menurutnya mengabadikan gambar sangat menyenangkan baginya,  dan selama ini ia belajar sendiri cara mengabadikan gambar yang ia sukai. Saat ditanya mengapa tak ingin menjadi tentara seperti ayah dan ibunya, Kania cuma menggeleng.
Setelah satu karyanya terbit, Kania pun makin tertantang untuk kembali menulis. Sebuah ide segar pun melintas dibenaknya, ceritanya juga sederhana namun selalu memiliki makna. Yaitu kisah tentang sepatu yang tertukar."Kalau kisah sepatu tertukar ini pengalaman saya sendiri waktu di sekolah," ujarnya sambil tersenyum.
Rupanya sebelum mengirimkan karyanya di tingkat nasional, Kania cukup rajin mengisi majalah sekolah. Biasanya ia menulis tentang persahabatan, kisahnya dengan teman di sekolah, dan kisah segar lainnya. Penyuka olahraga atletik ini juga pernah menjadi juara menulis cerita Nabi Muhammad yang digelar di sekolah. Ia juga tak pernah melupakan hobi membacanya, setiap libur sekolah biasanya ia sempatkan membaca buku cerita."Buku koleksi saya banyak, karena saya suka baca buku cerita, " pungkas siswa yang mengenakan kacamata sejak masih kelas 1 SD ini. (lailatul rosida)