Mbakyu Sempat Jatuh, Kakang Cari Pengalaman Baru

DUA sahabat satu kelas di jurusan Hubungan Internasional, FISIP Universitas Brawijaya (UB) itu, tak pernah menyangka bakal jadi duta wisata Kota Malang. Kini selempang Kakang Mbakyu 2013 disandangnya. Itulah Kakang dan Mbakyu 2013, Attalariq Tievanou dan Rr Sheryltha Pratyscha yang sehari-harinya sahabat satu kelas di bangku kuliah.

Duduk di salah satu ruangan di Guest House Pemkot Malang, Tyscha, sapaan akrab Rr Sheryltha Pratyscha dan Vanou, sapaan akrab Attalariq Tievanou, tampak ramah. Keramahan dua mahasiswa semester tiga itu masih seperti malam sebelumnya saat dianugerahi gelar Kakang dan Mbakyu 2013.
Tyscha dan Vanou melewati persaingan ketat untuk menyandang gelar kebanggaan tersebut. Sejak pendaftaran, mereka harus bersaing dengan lebih dari 250 generasi muda yang mendaftar.
Ketika pendaftar terus tereliminasi hingga menyisahkan 20 finalis Kakang dan Mbakyu, Tyscha dan Vanou tetap bersemangat. Sempat pesimis tapi selalu didominasi optimisme walau semula tak pernah membayangkan akan menjadi Mbakyu tahun 2013.
Dibalik perjuangannya, Tyscha masih terkenang peristiwa dua pekan lalu. Ketika  itu akan mengikuti seleksi tahap kedua. Disaat bersamaan, cewek pemilik tinggi badan 172 cm ini juga menjadi koordinator disebuah kegiatan di kampus. Agat tak terlambat, ia pun terburu-buru lalu terjatuh.
‘’Kaki saya cedera waktu jatuh di kampus. Kalau dibuat jalan agak pincang,’’ kenangnya lalu tertawa. Jatuh lalu cedera ringan bukan halangan. Bahkan jadi pelecut semangat dan harapan.
‘’Saya tetap optimis. Waktu jatuh, justru tambah semangat. Akhirnya saya ikut test wawancara dan tulis,’’ ujarnya.
Semangat dan optimisme memang sudah jadi warna Tyscha. Ia pada tahun lalu sebenarnya ikut mendaftar sebagai peserta pemilihan Kakang-Mbakyu tahun 2012. Saat itu gagal disesi awal, yakni tes tulis dan wawancara. ‘’Waktu itu kurang persiapan,’’ ucap warga Titan Asri ini.
Pengalaman gagal ternyata menyemangati putri pertama R Enang Harjoto itu. Walau merasa tes tahun ini lebih sulit dan persaingan yang berat dibandingkan tahun lalu, Tyscha tetap berusaha agar menjadi yang terbaik.
Bahkan ia belajar nyinden di Dewan Kesenian Malang (DKM). Kemampuannya nyinden itu ditampilkan ketika uji talenta. Tahapan demi tahapan seleksi dilewati dengan penuh semangat.
Apalagi ketika memasuki hari pertama karantina, Tyscha semakin yakin. Apalagi ia maksimal dan menguasai materi. ‘’Pertanyaan yang diberikan saya jawab dengan baik. Sehingga yakin menang,’’ kata alumnus SMAN 7 Malang itu.
Tyscha dan Vanou memiliki satu kesamaan. Yakni bukan berasal atau berlatarbelakang model. Pasangan duta wisata ini tak pernah bergabung di agency model.
Namun demikian, Vanou juga punya  pengalaman tersendiri. Ini kali pertama dia mengikuti ajang pemilihan duta wisata. ‘’Saya tahunya dari iseng-iseng browsing di internet. Saat mendaftar, saya tidak pernah berpikir akan menjadi Kakang tahun 2013,’’ kata pria dengan tinggi badan 184 cm itu.  
Awalnya, alumnus SMAN 5 Malang ini hanya ingin mencari pengalaman dan sahabat baru. Saat masuk tiga besar, Vanou baru mulai merasa bakal terpilih menjadi Kakang 2013. ‘’Semula target saya finalis,’’ kata dia.
Vanou sebenarnya punya segudang pengalaman. Warga Tanjung ini pernah pernah mendapat beasiswa belajar bahasa Jerman selama sebulan di Freiburg pada tahun 2012 lalu.
Maret 2013 lalu, ia mewakili UB mengikuti sidang PBB di Australia. Berasa seperti menjadi diplomat, Vanou kebagian membahas tentang Iran, termasuk konflik di Iran yang terjadi sejak tahun 1950.  
Akhir Juni sampai awal Agustus lalu, ia berada di Hanoi untuk mengerjakan sebuah program sosial.
Berbekal pengalaman ke luar negeri itu, Vanou bertekad mempromosikan pariwisata Kota Malang ke manca negara. Komitmen mempromosikan pariwisata itu juga menjadi komitmen Tyscha.
‘’Memang tugas duta wisata mempromosikan pariwisata. Tapi ini akan lebih baik jika dilakukan bersama semua warga Kota Malang,’’ kata Vanou.
‘’Kami akan mempromosikan pariwisata. Kami akan bersama Pakandayu dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sama-sama mempromosikan pariwisata Kota Malang,’’ sambung Tyscha.
Selain itu, mereka akan menjadi wakil Kota Malang dalam pemilihan Raka Raki Jatim pada tahun depan. Raka Raki merupakan duta wisata Provinsi Jatim. (vandri van battu)