Serunya Mengikuti Batu River Carnival

SERU: Peserta Batu River Carnival berusaha menaklukan jeram di Sungai Brantas sambil beratraksi.

Karnaval di atas sungai ternyata sangat seru tak ubahnya karnaval di daratan.  Kegiatan itu bisa terlihat dalam Batu River Carnival yang berlangsung di atas aliran Sungai Brantas Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Selasa (29/10) kemarin.

Sesosok pria memanggul sebuah bantengan. Perlahan dia turun dari daratan menuju aliran Sungai Brantas yang mengalir di kawasan Kota Batu. Di tepi sungai, seorang teman sudah menunggu. Lantas keduanyapun naik sebuah perahu karet.
Di belakang perahu yang ditumpangi pembawa bantengan tersebut sudah berjajar puluhan perahu karet. Tidak butuh waktu terlalu lama, perahu-perahu karet untuk rafting ini sudah terisi orang.
Ya, mereka siap-siap berwisata rafting dengan memanfaatkan derasnya arus sungai Brantas tersebut. Hanya saja, rafting kali ini berbeda dengan biasanya, karena personil yang berada di atas perahu menggunakan kostum unik-unik.
Kostum dan atraksi bantengan adalah salah satunya. Ada peserta yang menggunakan kostum ala petani. Dia mengenakan baju panjang dan mengalungkan banyak terong di dadanya, sedangkan rambut memiliki model kribo bercat kuning.
Banyak juga badut yang berada di atas perahu karet. Kostum pendekar ataupun prajurit kerajaan juga banyak menumpang perahu sambil mengayunkan dayung di atasnya. Merekapun boleh meneriakkan yel-yel, meniup terompet atau beratraksi dari atas perahu.
Seperti bantengan yang berada pada perahu bagian depan. Sepanjang aliran sungai pemegang kepala banteng dan seorang teman yang memegang kain di belakangnya tetap melakukan atraksi. Saat aliran sungai sedang datar, dia sekali waktu melompat dan salto.
Atraksi semakin seru karena ada juga musik atau gamelan yang mengiringi. Namun gamelan itu bukan berupa gong, gendang sebagainya seperti atraksi bantengan di darat. Gamelan tersebut cukup memanfaatkan beberapa galon air kemasan. Gamelan dan penabuhnya tidak satu perahu dengan pemain bantengan, tetapi diangkut menggunakan perahu tersendiri di belakangnya.
Peserta karnaval di atas perahu tersebut harus melewati beberapa jeram di sepanjang aliran sungai yang dilalui. Ada namanya jeram Tora Sudiro, ada juga jeram bernama Aura Kasih.
Warga setempat menyebut jeram Aura Kasih karena lekukan-lekukan aliran yang seksi seperti artis Aura Kasih. Jika orang sedang berada di atas perahu melintasi jeram itu, lekukan-lekukan seksi akan terasa. Perahu karet bisa berkolek-kelok hingga lentur mengerut.
Saat melintasi jeram Aura Kasih inilah banyak peserta yang harus takluk. Ada beberapa orang yang terjatuh ke aliran sungai karena perahu harus berkelok-kelok di atas derasnya aliran. Namun mereka masih aman karena sudah menggunakan pelampung meski rafting di acara Batu River Carnival.
"Wah seru juga, kostumnya unik-unik. Dan raftingnya juga asyik," tandas salah satu peserta.
Peserta Batu River Carnival ini datang dari Batu dan kota-kota di seluruh Indonesia. Mereka rata-rata insan pariwisata dari berbagai daerah yang sedang datang ke Batu dalam kegiatan National Executive Tourism Meeting (NET Me) selama dua hari ini.
Muklas Rofiq, penggagas acara menjelaskan, peserta Batu River Carnival sekitar 200 orang. Mereka memang dirangsang untuk menggunakan kreatif sehingga mampu menyuguhkan atraksi yang menarik.
"Temanya adalah Taniku Wisataku seperti jargon HUT ke-12 Kota Batu. Jadi dengan tema itu, ada peserta berkostum petani, badut dan masih banyak lagi," ungkap pemilik Kaliwatu Rafting ini.
Peserta Batu River Carnival itu dilombakan karena tim dari Kaliwatu Rafting yang memberikan peniliaian. Penilaian diambil dari sisi kelompok kreatif, unik dan kompak.
"Misalnya mendayung, hal itu butuh kekompakan. Bagaimana kostum yang dikenakan. Bagaimana atraksi dan yel-yel yang dilakukan, semua mendapatkan penilaian," kata dia sembari menambahkan para pemenang mendapatkan hadiah dari panitia. (febri setyawan)