Grogi Naik Mobil PMK, Selalu Bawa Sepatu Saat Tugas

Setyo Adhi Prastowo, dengan pakaian seragam pemadam saat foto disampingi mobil PMK.

Mantan Striker Arema yang Juga Petugas Pemadam Kebakaran
Di kalangan pecinta sepakbola, siapa yang tidak kenal dengan sosok Setyo Adhi Prastowo. Pria kelahiran 8 Juli 1986 ini adalah bintang di Persekam Metro FC. Posisinya sebagai stiker murni, tak tergantikan. Namun dikesibukannya sebagai pemain bola, ternyata dia juga petugas pemadam kebakaran. Seperti apa?
Raungan suara sirine dua mobil PMK Kabupaten Malang, saat itu terdengar keras memecah jalan raya di Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji. Mobil berwarna merah ini, melaju dengan kecepatan tinggi. Menuju lokasi kebakaran sampah, yang ada di belakang gedung kosong.
Seorang petugas dengan memakai seragam pemadam warna merah, dibantu rekannya terlihat sibuk memadamkan kobaran api yang membakar sampah. Dia adalah Setyo Adhi Prastowo.
Melihat kesigapannya memadamkan api, terlihat kalau dia sudah mahir. Seperti sudah bertahun-tahun menjadi petugas pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran (PPBK). Tetapi jangan salah sangka, Prastowo, panggilan akrabnya ini baru setahun menjadi tenaga honorer di Dinas Ciptakarya yang ditempatkan sebagai petugas PPBK.
‘’Saya diangkat menjadi tenaga honorer di Pemkab Malang tahun 2012, sehingga masih setahun ini,’’ ujar Prastowo mengawali pembicaraan dengan Malang Post.
Sebelum sibuk dengan pekerjaannya, sebagai petugas pemadam kebakaran, pria asli kelahiran Malang ini memulai karirnya sebagai pemain bola. Pada 2005-2006 dia bermain untuk Persekab Kota Pasuruan. Kemudian 2006-2008 dia berlabuh ke klub kebanggaan arek Malang, Arema. ‘’Sebelum didaftarkan sebagai pemain resmi, saya magang dulu selama sebulan,’’ katanya.
Selanjutnya 2008-2009 karier bermain bola diteruskan dengan bermain untuk Persiku Kota Baru Kalimantan Selatan. Setahun kemudian berlabuh di Persikoba Batu untuk bermain di divisi satu. ‘’Di Persikoba Batu saya tidak lama, karena langsung pindah di PSBK Blitar,’’ tutur suami Fatmiasih ini.
Baru 2011 pemain yang selalu memakai nomor punggung 11 ini, bermain untuk klub milik Kabupaten Malang, Persekam Metro FC. Setahun bermain untuk tim Macan Kumbang julukan Persekam Metro FC, karena keloyalannya pada tim Prastowo diangkat menjadi tenaga honorer Dinas Ciptakarya yang ditempatkan sebagai petugas PPBK.
Kali pertama bergabung dengan petugas PMK, dia sempat bingung karena harus bekerja seperti apa. Keahliannya yang menggocek bola, harus diganti dengan memegang selang untuk memadamkan kobaran api. Tetapi karena memiliki dasar fisik yang kuat, Prastowo mudah untuk beradaptasi.
‘’Saat pertama naik mobil saya sangat takut, sebab mobil PMK berjalan ngebut di jalan raya seperti kendaraan raja jalanan,’’ papar bapak satu anak ini.
Begitu juga ketika dipasrahi untuk memadamkan api, Prastowo sempat grogi karena sama sekali tidak mengerti secara teknis untuk memegang alat pemadam.
Namun karena bimbingan petugas PMK lain dan keuletannya untuk belajar akhirnya Prastowo mampu dan kini mahir. ‘’Pertama belajar saya diminta memadamkan kebakaran lahan tebu. Belajar 2-3 kali akhirnya bisa sampai sekarang ini,’’ lanjut dia.
Untuk menjaga fisik supaya tetap stabil, pria yang tinggal di Perum Griya Permata Asri Pakisjajar - Pakis ini, setiap harinya selalu mencuri waktu ketika sedang santai.
Dengan sepatu olahraga yang selalu dibawanya, dia jogging atau berlari-lari kecil saat siang hari. ‘’Waktunya tidak lama hanya sekitar satu jam. Sehingga ketika dipanggil tim untuk melakoni kompetisi saya sudah ready,’’ katanya. (agung priyo)