Ketika Warga Kota Malang Gandrung Opera Van Java

Demi mengobati kerinduan masyarakat Kota Malang, TRANS7 kembali menggelar roadshow Opera Van Java (OVJ). Kali ini OVJ Roadshow 2013 digelar di Lapangan Rampal dengan melibatkan ratusan kru. OVJ didahului pawai keliling kota, seperti apa suasananya?

Taufan warga Jalan Aries Munandar gang 2B kebingungan di warung miliknya. Dia baru saja datang ke warung di pinggir jalan itu, namun suasana warung sepi. Istrinya Yati, menghilang entah kemana, pria inipun kelabakan menanyakan keberadaan Yati.
Belakangan Taufan dikabari tetangganya, bahwa sang istri lari ke hotel Ollino. Yati dan sejumlah perempuan di Gang 2B Ariesmunandar, ingin bertemu dengan wayang Opera Van Java (OVJ). Mereka ingin melihat dari dekat Parto, Sule, Azis Gagap, Nunung dan juga Andre Taulany.
“Kalau kayak gini yang repot saya, masak ndak pamit, warung ditinggal begitu saja, berat ini,” ujarnya sambil tersenyum kecut.
Pria separuh baya itu, terpaksa meladeni pelanggan warung yang berada di depan gang 2B itu. Mulai dari membuat kopi, melayani sarapan para pelanggan. Sampai membersihkan meja-meja yang ditinggalkan konsumen usai makan.
“Dia memang suka sekali OVJ, tapi ninggal warung seperti ini, bagaimana kalau barangnya hilang,” imbuhnya.
Sejurus kemudian, terdengar suara kenes perempuan dari balik ujung gang. Ternyata si Yati muncul, asik berbincang dengan perempuan sebayanya. Kedua perempuan ini sama-sama masih mengenakan daster.
“Pak, aku tadi diwawancara TV, ditanya soal Sule, tapi sayangnya lama enggak datang-datang, terus baru ingat warung,” celotehnya kepada Taufan yang hanya geleng-geleng kepala.
Menurut Yati kepada Malang Post, hampir seluruh ibu-ibu di kampungnya ingin bertemu para wayang. Kebetulan, start pawai OVJ berlangsung dari hotel Ollino. Sejak pukul 07.00, kebanyakan kaum hawa sudah berkumpul di depan hotel.
“Pengen ketemu Sule, soalnya lucu sekali orangnya,” imbuh Yati.
Benar saja, ketika para artis OVJ mulai keluar dari hotel naik Jeep dari Malang Willy’s Club, warga mulai merangsek di gerbang hotel. Berebut mereka memanggil nama para artis.
Sekitar pukul 10.00, konvoi para artis mulai keluar dari parkiran hotel. Paling depan adalah voorrijder, disusul konvoi puluhan sepeda motor dari klub tertentu. Parto berada di jeep paling depan duduk disamping sopir.
Jeep kedua diisi Sule dan Andre yang berdiri, tak lelah mereka melambaikan tangan kepada masyarakat. Jeep ketiga Azis Gagap yang selalu tersenyum dan jeep terakhir dinaiki Nunung.
Dibelakang konvoi Jeep para wayang ini, berjajar kendaraan para sponsor. Mereka pawai mulai dari Jalan Ariesmunandar – Alun-alun Kota-Jalan Kawi-Jalan Galunggung-Jalan Gajayana-Jalan MT Haryono-Jalan Mayjen Panjaitan-Betek-Raja Bally-Alun-alun Tugu hingga finish di Rampal.
Ratusan kendaraan mengekor di belakang rombongan tersebut. Di sepanjang jalan, nama para wayang dipanggil oleh masyarakat. Mulai dari anak-anak sekolah hingga para orang dewasa. Bahkan ada juga yang sedari pagi menunggu di Jalan Ijen, padahal pawai batal lewat jalur itu.
Di Dinoyo, Sule mendapatkan hadiah koran dari loper koran setempat. Saat pawai lewat, sang loper langsung memanggil nama Sule. Pelawak itu langsung memasang posisi menangkap koran yang dilemparkan sang loper.
Parto yang semula hanya duduk di kursi depan, langsung berdiri begitu melihat kemeriahan warga. Sembari terus tersenyum, pelawak dari grup Patrio ini melambaikan tangan. Selama di Malang, Parto mengaku tak sempat pergi kemana-mana.
“Belum sempat pergi kemana-mana, jadwalnya padat sekali, padahal ingin menikmati Malang,” akunya.
Dia juga mengaku kagum dengan kemeriahan warga di Kota Malang. Pada saat tampil diatas panggung, kemeriahan seperti itu pula yang membuatnya terharu. Biasanya, para wayang OVJ akan turut larut bersama para penonton.
“Kalau misalnya panggung lagi hujan, kami akan maju ke depan, untuk bisa merasakan hujan seperti yang dirasakan para penonton,” tandasnya.(Bagus Ary Wicaksono)