Ketika Warga Kota Malang Gandrung Opera Van Java (2)

Bisa jadi, Opera Van Java Roadshow 2013 di Kota Malang memecahkan rekor dalam hal jumlah penonton. Sepanjang pagelaran musik, petunjukan di Lapangan Rampal, baru kali ini penuh sesak oleh masyarakat Kota Malang. Namun dibalik kesuksesan OVJ Roadshow ini, ada ratusan kru yang berjuang keras mulai pra hingga paska acara.

Ya, sajian OVJ malam (2/11) Minggu kemarin, memecahkan rekor pertunjukan dengan penonton terbanyak di Rampal. Konser Superman Is Dead dengan penonton sekitar 15 ribu saja, tidak ada apa-apanya. Hebatnya, dalam OVJ kali, puluhan ribu warga duduk lesehan di seluruh penjuru lapangan.
Jalanan yang melingkari Rampal macet total. Sepeda motor dan mobil, rela menunggu hingga OVJ usai. Berjalan masuk ke areal Rampal, membutuhkan perjuangan yang keras. Bahkan Wali Kota Malang, HM Anton, terpaksa keluar dari Camry Hybridnya untuk bisa mencapai tribun VIP. Berjalan kaki!
Namun seluruh perjuangan masyarakat untuk menonton Sule Cs, terbayar lunas. Mereka mendapatkan sajian yang megah, spektakuler dan menghibur. Didukung tata lampu yang variatif, multimedia yang baru pertama dilihat langsung serta sound system yang menggelar.
Panggung megah berikut pertunjukannya itu, melibatkan orang-orang hebat, kreatif dan pekerja keras. Mereka merupakan bagian dari tim besar Trans7 dengan jumlah mencapai 150 orang. Setiap orang, menjalankan tugasnya sendiri, secara maksimal demi kesuksesan acara.
‘’Kurang lebih sekitar 150 orang yang terlibat. Hampir semua departemen di Trans7 terlibat,’’ urai Zana Aurora Marketing Public Relations Trans7 kepada Malang Post.
Rora, sapaan akrabnya mengatakan, setiap departemen di Trans7 memiliki persiapan dan kendala masing-masing. Dalam setahun, mereka harus siap untuk roadshow ke sejumlah kota. Khusus tahun ini roadshow menyapa Kota Cimahi, Semarang, Palembang, Jogjakarta, Malang dan Lampung.
‘’Saya ikut Roadshow untuk OVJ aja sudah dua tahun ini. Tapi kalau program even lain yang luar kota juga banyak,’’ aku Rora.
Setiap kota, menurut dara cantik ini, memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Selalu ada hal yang baru, seperti menghadapi khalayak serta birokrasi yang berbeda-beda. Ada juga hal unik yang terjadi di setiap kota, selama mengikuti roadshow OVJ.
‘’Kalau di Malang ini, tampaknya banyak orang tua yang asyik nonton, sampai terpisah dengan anaknya. Tapi kesan saya, tiap kota selalu menyenangkan,’’ tandasnya sembari tersenyum.
Dibalik layar dalam pertunjukan megah itu, ada juga nama Maradona Suripatty. Pria yang akrab disapa Bang Mardon adalah Executive Producer Trans7. Seluk beluk persiapan hingga pasca kegiatan, tak luput dari pandangan Bang Mardon.
‘’Persiapan panggung saja, kita butuh waktu sekitar satu minggu, itu minimal,’’ akunya.
Panggung OVJ kali ini, menurut Mardon, diangkut dengan truck fuso berjumlah tak kurang dari 40 unit. Mereka hilir mudik dari ujung barat pulau Jawa ke bagian timur pulau. Sebab, kebanyakan material memang harus didatangkan dari Jakarta.
‘’Kecuali perlengkapan seperti tenda dan kanal, itu biasanya sesuai kebijakan vendor yang kita deal dari Jakarta kalau memang harus mensub,’’ terangnya.
Betapa hebatnya pertunjukan ini bisa diukur dari sound system atau audio dengan daya mencapai 200 ribu kva. Lighting yang terlihat dari segala penjuru Kota Malang itu juga tak kalah besar, sekitar 400 ribu kva. Mulai dari tahap pra acara, pawai hingga pertunjukan utama, membutuhkan dana yang sangat besar.
‘’Biaya untuk pertunjukan ini (dua episode taping dan live, Red) kurang lebih mencapai Rp 2,8 miliar,’’ tegas Mardon.
Pihaknya tak melulu melibatkan artis dari ibukota saja, selalu merangkul artis dari daerah. Khusus di Kota Malang, pihaknya melibatkan seniman daerah untuk pengisi acara. Kalau untuk Kota Malang, menampilkan Handoyo topeng sebagai penari kolosalnya di live.
‘’Sementara untuk di taping kami memberi kesempatan untuk mahasiswa Universitas Negeri Malang, dalam hal ini UKM tari untuk mendukung acara ini,’’ imbuh dia.
Artis atau wayang OVJ, dalam hal ini Parto, Sule, Andre, Nunung dan Azis ternyata juga tak cerewet.  Karena sudah biasa roadshow, mereka hanya minta disediakan tukang pijat selama di venue.
‘’Untuk di Malang, artis menginap di hotel Atria dikarenakan kapasitas hotel di Malang yang full menjelang long weekend,’’ tandas dia.
Suksesnya acara itu tampak dari animo luar biasa dari warga Malang. Mirip pesta rakyat, acara ini digandrungi anak kecil, tua muda. Mereka hanya ingin bertemu dan dihibur para wayang, meneriakkan salam satu jiwa dan jargon Opera Van Java…Yae…!(Bagus Ary Wicaksono)