Unit Pembenihan Rakyat Kelas Nasional di Kabupaten Malang

Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Mulyorejo I Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, menjadi andalan Kabupaten Malang. UPR yang bergerak di bidang pembenihan ikan lele tersebut, menjadi wakil Jatim pada Lomba Kinerja Kelompok dan Kelembagaan Perikanan Budidaya Tingkat Nasional tahun 2013. Bagaimana tidak, hasil produk pembenihan bisa tembus miliaran rupiah.

Siang itu, sejumlah warga desa, sedang berkumpul di sebuah rumah. Mereka sibuk mempersiapkan diri, lantaran akan dikunjungi rombongan tamu dari Kementerian Perikanan dan Kelautan Indonesia.
Mereka adalah anggota UPR Mulyorejo I, yang selama ini dikenal sebagai kelompok tani, yang memiliki usaha di bidang perikanan. Khususnya pembenihan ikan lele. Kelompok yang berdiri pada 15 Oktober 2009 ini, awalnya hanya beranggotakan 13 orang.  Kini, sudah menjadi 90 orang.
Salah satu dari mereka adalah Kabul. Sekarang Ketua UPR. Kabul yang didampingi beberapa anggota UPR menyebut, rombongan kementerian itu, adalah tim juri Lomba Kinerja Kelompok dan Kelembagaan Perikanan Budidaya Tingkat Nasional tahun 2013. Kelompoknya mewakili Jawa Timur. Bersaing dengan UPR Jayamukti Tabalong Kalimantan Selatan, Mitra Tani Kabupaten Bogor Jawa Barat, Trumbois Banjarnegara Jawa Tengah dan Tangua Rapek Kabupaten 50 Koto Sumatra Barat.
‘’Kami berharap bisa terus meraih prestasi. Alhamdullilah saat ini masuk lima UPR yang ikut lomba tingkat nasional,’’ terang Kabul sembari menyebut, UPR-nya pernah menyabet banyak prestasi. Seperti Juara I Lomba Intensifikasi perikanan tingkat Kabupaten Malang untuk kategori kelompok UPR ikan lele tahun 2010 dan Juara I Lomba kelompok UPR tingkat Provinsi Jatim 2011.
Dia lantas bercerita, awal berdiri UPR, hanya beranggotakan 13 orang. Kemudian berkembang jadi 24 orang di tahun 2010. Setahun kemudian, sudah tambah jadi 70. Pada 2012, jumlah anggota sudah membengkak menjadi 84 orang dan kini beranggotakan 90 orang.
Data produksi di tahun 2009 sebesar 2.437.000 ekor benih lele. Sedangkan di tahun 2012 lalu, sudah melonjak mencapai 52.010.000. Jangkauan pemasaran cukup luas, tak hanya di Malang Raya, melainkan hampir seluruh Indonesia.
Saat ini, UPR Mulyorejo mempunyai kolam pembenihan berjumlah 702 unit dengan luas 7.807 meter persegi dan kolam pembesaran sebanyak 42 unit dengan luas 2.801 meter persegi.
Hasil pembenihan memiliki harga bandrol sesuai dengan ukuran ikan. Misalnya, untuk ukur 3 cm, Rp 50/ekor dan ukur 2-3 cm, Rp 40/ekor. Artinya, jika dirata-rata siklus hasil per tahun 52 juta ekor, maka Desa Maguan ini menghasilkan produk benih ikan lele diatas Rp 2 Miliar.
‘’UPR ini berdiri sebagai wadah para pembenih ikan untuk mencapai tujuan yang sama, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi angka kemiskinan, mengurangi jumlah pengangguran, dan meningkatkan hasil panen pada lahan perikanan khusunya di air tawar. Anggota sebagian generasi muda yang aktif dan produktif di bidang perikanan budidaya,’’ terang Kabul.
Ketelatenan dan ketekunan menjadi kiat sukses para anggota UPR. Tak terkecuali, agar ikan yang dibenihnya bebas dari penyakit white spot yang bisa menjadikan badan ikan memucat.
Peningkatan SDM anggota kelompok terus dilakukan dengan menambah ilmu, diataranya menggelar study banding dan mengikuti pelatihan teknis budidaya.
Mereka juga dalam pembinaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang, DKP Provinsi Jawa Timur dan Kementrian Perikanan dan Kelautan Indonesia, serta mendapat dukungan penuh desa dan kecamatan setempat.
‘’Mulyorejo I diambil dari kata Mulyo dan Rejo yang artinya mulia dan ramai. Kami memaknainya dengan harapan Desa Maguan menjadi desa yang ramai dan membahagiakan, khususnya anggota koperasi bisa tingkat perekonomiannya,’’ ucap Kabul.
‘’Kami juga buka usaha penunjang kelompok memiliki toko atau rintisan koperasi yang menyediakan kebutuhan sarana prasarana budidaya ikan bagi anggota, seperti pakan ikan, oksigen untuk packing benih, dan alat-alat pembenihan. Semuanya bisa diakses anggota dengan cara dibayar waktu panen,’’ tambahnya. (poy heri pristianto)