Pakai Bulu Mata Tumpuk Empat , Pose Topless di Depan Publik

Belum banyak model androgyny di Indonesia. Model yang bisa tampil maskulin saat menjadi pria. Tapi juga menjadi cantik, ketika membawakan busana perempuan. Salah satu top model androgyny di Indonesia, justru dari Malang. Adalah Iant Satya Narasoma. Bagaimana mahasiswa salah satu PTS ini menekuni profesi yang masih kontroversi tersebut? Berikut penuturannya.

Saat dijumpai Malang Post, tidak sedikitpun raut muka maupun gestur tubuh Iant, yang menunjukkan bahwa ia seorang model androgyny. Kumis dan jambangnya lumayan lebat. Cara berbicaranya, tegas layaknya pria pada umumnya.
Sulit dipercaya, mahasiswa Hubungan Internasional (HI) di salah satu PTS itu, terbiasa berlenggak-lenggok di atas catwalk dengan busana wanita.
Pria berkulit putih tersebut mengawali kiprahnya di dunia modelling tanpa pendidikan khusus. Selepas SMA, ia mengaku iseng menerima tawaran salah seorang temannya yang fotografer, untuk berpose seperti wanita. Dari foto-foto tersebut, Iant banyak menerima komentar dari teman-temannya. Dirinya mirip model androgyny ternama, Andrej Pejic.
‘’Berawal dari sana, saya memulai job sebagai freelancer dengan gaji Rp 150 ribu. Meski kecil, tapi saya tidak menyesal. Dari sana saya mengawali karir hingga mendapat banyak tawaran dari agency-agency besar di Kota Malang,’’ tutur pria berdarah Cina-Jawa ini.
Dari semua model agency yang mengajaknya bergabung, Iant memilih Gab’s Model Agent. Di agency tersebut, Iant mulai mempelajari dunia model secara sungguh-sungguh dari instruktur-instruktur yang profesional.
Memilih jenis pekerjaan yang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, tak dipungkiri Iant tidak semudah meniti karir di dunia model pria pada umumnya.
Awalnya, ia mengaku sempat gambling. Terutama saat dihadapkan pada keluarga besarnya. Meski saat ini, model yang juga bekerja sebagai freelance designer di Lenny Ivylen Boutique tersebut, hanya menceritakan perjalanan karirnya kepada ibu dan kakaknya.
Namun putra ketiga dari empat bersaudara itu, mantap menjalani pilihannya sebagai model istimewa, androgyny. Hingga pada ulang tahun Gab’s Agency yang keenam 18 Maret lalu, Iant bersedia untuk secara resmi ‘dilaunching’ sebagai Top Androgyny Model.
‘’Dukungan dari sahabat-sahabat membuat saya yakin bahwa ini adalah hal yang positif dan halal. Saya berjanji, suatu saat Papa harus mengetahui karir saya sebagai sebuah prestasi, bukan aib. Tapi saya masih menunggu waktu yang tepat,’’ ujar pria yang berulang tahun setiap 9 Januari tersebut.
Dalam hal ini, pria yang posenya dipakai oleh Cozmig Magazine Surabaya itu mengatakan, menjadi androgyny bukan berarti harus menjadi transgender.
Iant mengatakan, tanpa mengurangi rasa hormatnya terhadap kaum transgender, ia menegaskan bahwa dirinya adalah pria tulen dan tidak punya niatan untuk menjadi transgender.
Seiring popularitasnya yang semakin melambung, pria yang sempat bekerja sebagai pelayan dan resepsionis di Bucks Boutique tersebut tak menampik, semakin banyak pula tantangan unik yang harus ia terima. Misalnya soal ketidaknyamanannya saat memakai bulu mata dan hak tinggi.
‘’Satu bulu mata saja sudah penderitaan alamiah bagi semua pria. Saya malah memakai bulu mata empat tumpuk, dengan heels hingga 20 cm. Belum lagi berbagai ‘aksesoris’ khusus untuk menutupi ‘barang-barang’ pria saya,’’ curhat pria yang memiliki nama panggung ‘Naraclown’ ini seraya tertawa kecil.
Iant juga sempat merasa risih saat melakukan pemotretan di tempat terbuka di pusat kota. Saat itu ia memakai busana dan make up wanita dengan rambut panjang dan dada terbuka.
Demikian juga saat ia mengikuti Le Goub Fashion Night, di mana ia membawakan busana wanita di hadapan pengguna jalan raya pada malam hari. Meski awalnya malu ketika orang yang berlalu lalang memperhatikan dadanya yang rata, namun Iant mengaku puas dengan foto yang dihasilkan.
Untuk lebih menekuni lagi karirnya di dunia model androgyny, pria yang mendapat job catwalk pertamanya pada grand opening tempat hiburan kenamaan, MyPlace, tersebut mengaku rajin mendalami attitude wanita. Salah satunya dari top female model Indonesia, Kimmy Jayanti. Selain itu, ia juga rajin memelihara bentuk tubuhnya agar tetap ideal sebagai pria dan mempesona sebagai wanita.
‘’Dengan kepercayaan designer yang begitu besar, saya masih harus banyak belajar bagaimana membawakan busana bridal, casual, kebaya, dan sebagainya di atas catwalk,” ujarnya merendah.
Saat ini, dari tingginya jam terbang yang dimiliki, kiprah Iant sebagai model androgyny sudah diakui di dunia fashion, khususnya di Asosiasi Model Malang (AMM) yang menaunginya. (layli salima)