Ketika Anggota Buser Dilengkapi Kemampuan Densus 88

BUSER (Buru Sergap), adalah sebutan polisi bagian fungsi Reserse Kriminal (Reskrim), yang ada di lapangan. Tugasnya adalah menangkap pelaku kejahatan. Seperti pelaku pencurian, perampokan atau lainnya. Namun bagaimana jika mereka dilatih untuk menindak pelaku pelaku teror (terorisme), seperti yang menjadi tugas Brimob dan Densus 88?

Senin pagi kemarin, Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, memimpin apel pagi untuk anggota Polres Malang. Dari barisan anggota yang ikut upacara, ada satu barisan, yang tidak biasanya mengikuti apel. Dengan memakai pakaian atas putih bawahan hitam, lengkap dengan dasi, mereka membuat satu barisan tersendiri.
Mereka yang memiliki tampang sangar ini, adalah anggota Buser Polres Malang. Keikutsertaan mereka dalam apel, karena akan mengikuti pelatihan kemampuan anti teror, yang dimulai kemarin.
Ke depan, anggota Buser ini tugasnya tidak hanya menangkap pencuri. Mereka juga menjadi Tim Wanteror (Lawan Teror) Polres Malang, yang menindak pelaku terror.
Di Polres jajaran Polda Jatim ini, pelatihan kemampuan anti teror ini, baru dilakukan Polres Malang. Polres jajaran lain yang ada di Jawa Timur, masih belum.
Pelatihan ini, adalah untuk mengantisipasi pelaku kejahatan konvensional dan transnasional, yang semakin meningkat. Termasuk teror penembakan terhadap anggota polri.
‘’Pelatihan ini bukan berarti Kabupaten Malang saat ini rawan dan sudah dimasuki pelaku teror. Hanya sekedar untuk mengantisipasi. Jika sewaktu-waktu ada pelaku teror, sehingga anggota Tim Wanteror yang sudah dilatih, siap menindaknya,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Kegiatan pelatihan ini, termasuk langkah konkret Polres Malang, dalam menyiapkan kesatuan dan personil dalam menghadapi kontijensi dan penanganan kejahatan terror yang meresahkan masyarakat.
Dengan kegiatan ini, tentu diharapkan mampu membentuk kesatuan atau personil Satreskrim yang tanggap, tangguh dan trengginas.
Tim Wanteror yang kemarin mengikuti pelatihan, ada 34 personil. 27 personil dari anggota Buser, 4 personil adalah Kanit Sidik serta 3 personil perwira.
Mereka dilatih oleh enam orang dari Wanteror Polda Jatim. Dua pelatih adalah perwira yaitu AKP Dwi Warsito dan Iptu Arsono, sedangkan empat lainnya adalah bintara.
Pelatihan Wanteror ini, dilakukan selama lima hari. Diawali dengan pembekalan materi di ruang eksekutif Polres Malang, selama sehari. Kemudian latihan prakter selama empat hari di lapangan tembak PT Pindad Turen.
Saat pembekalan materi, para personil Buser yang biasa memegang revolver, terlihat heran dan kagum, dengan peralatan senjata yang dimiliki Wanteror Polda Jatim. Senjata itu memiliki kecanggihan kecepatan dan ketepatan membidik sasaran.
Begitu juga ketika salah satu personil diminta mencoba memakai rompi peralatan yang penuh dengan besi. Meski memiliki tubuh besar, namun belum satu menit sudah minta dilepas dengan alasan berat. ‘’Waduh berat, Pak,’’ kata personil tadi kepada pelatih AKP Dwi Warsito.
‘’Senjata dan peralatan seperti ini, akan dimiliki rekan-rekan (peserta pelatihan wanteror, Red.). Hanya saja, mungkin belum datang. Senjata ini untuk menghentikan kejahatan. Bukan menembak rakyat. Karena senjata ini dari negara dan yang membelikan adalah rakyat,’’ tutur Dwi Warsito.
Pelatihan yang diberikan kepada para personil ini adalah, cara menembak zero (menembak diagnostic), menembak reaksi dasar di tempat, menembak reaksi dasar berjalan dan kemampuan dasar perorangan wanteror. Kemudian ada juga teknik berjalan, teknik mendekat ke sasaran, drill pertempuran jarak dekat, pertempuran jarak dekat di ruangan, pertempuran jarak dekat di ruangan pada malam hari, serta aplikasi pertempuran jarak dekat.
‘’Nantinya saat latihan praktek, juga diajarkan bagaimana personil wanteror menggerebek sasaran rumah, yang dijadikan tempat persembunyian teroris,’’ lanjut Aldy.
‘’Baru pertama kali ini diadakan pelatihan seperti ini. Sangat bagus sekali. Karena dengan pelatihan ini, kami bisa mengerti dan paham, sehingga memiliki teknis bagaimana cara menindak pelaku terror,’’ sambung Kanit Buser AKP AZ Daud Patty. (agung priyo)