Muncul di Malang Post, Ono Diperhatikan Pemerintah Jepang

Masih ingat veteran asal Jepang, Rachmad Shigeru Ono, yang sekarang jadi warga negara Indonesia? Ya, setelah beritanya dimuat di Malang Post edisi Senin (11/11) lalu, ternyata menarik perhatian pemerintah Indonesia dan Jepang.
Bahkan kemarin, Ono, mendapat hadiah istimewa berupa bingkisan dan kartu nama, dari anggota parlemen Jepang, Ryota Takeda. Tidak main-main, hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Sjafrie Sjamsoeddin, di Ruang Tunggu VVIP Lanud Abdurrahman Saleh, Pakis, kemarin pagi.
Menurut Sjafrie Sjamsoeddin, dengan adanya Shigeru Ono, menunjukan historis kemanusiaan yang cukup panjang antara Indonesia dan Jepang.
Mantan Pangdam Jaya tersebut menambahkan, pemberian bingkisan tersebut, menunjukan perhatian pemerintah RI kepada para veteran perang cukup besar.
‘’Hal ini menunjukan kepedulian Indonesia, terhadap kemanusiaan, terutama para veteran. Beliau itu, juga penyandang bintang gerilya yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan RI,’’ ucap Sjafrie Sjamsoeddin, kepada Malang Post kemarin. Dalam kesempatan itu pula, Wamenhan atas nama pemerintah RI juga memberikan bantuan.
Shigeru Ono, pria kelahiran 26 September 1918 wilayah prefektur Hokkaido Jepang itu, dianggap mempunyai peranan penting dalam perang dunia kedua.
Khusunya saat di Indonesia, Ono juga ikut berjuang supaya Indonesia merdeka. Hingga tangan kiri Ono putus akibat bom yang dilontarkan Belanda saat terjadinya perang waktu itu.
‘’Beliau merupakan saksi hidup atas history kemerdekaan RI. Atas nama pribadi maupun pemerintah RI, tentunya saya mengucapkan terimakasih atas jasanya,’’ urainya.
Tidak hanya Ono, lanjut Sjafrie Sjamsoeddin, pemerintah di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, berkomitmen memberikan perhatian penuh terhadap para veteran perang.
Sementara itu di tempat yang sama, Ono mengaku senang atas bingkisan itu. Pria dengan sembilan anak dan 13 cucu ini berterimakasih atas perhatian pemerintah RI.
Termasuk sudah menyampaikan kondisinya saat ini kepada pemerintah Jepang, hingga dibalas melalui perwakilan anggota parlemen Jepang Ryota Takeda.
‘’Saya tidak menyangka masih mendapat perhatian dari pemerintah Jepang,’’ ucap pria yang mempunyai nama asli Sakari Ono tersebut di tempat yang sama.
Meski masih mendapat perhatian dari pemrintah negara asalnya, pria yang saat ini berusia 95 tahun tersebut, mengaku masih tetap cinta Indonesia.
‘’Saya belum mempunyai pikiran untuk kembali ke Jepang. Karena saya juga sudah menjadi warga Indonesia sejak lama,’’ katanya terbata-bata. (big/avi)