Sempat Dicekal Ortu, Berharap Dipakai Miss Universe

Usia boleh muda. Baru 15 tahun. Tapi soal prestasi sebagai desainer, sudah diakui. Itulah Joseph Ananta Putra Sentosa. Siswa kelas X SMA Adventist Academy Malang ini, sudah banyak ‘mempercantik’ public figure. Seperti Kakang Mbakyu Kota Malang 2012, Putri Indonesia Banten, Putri Pariwisata Olahraga Indonesia, dan Yohana Indonesian Idol, mempercayakan penampilannya pada gaun rancangan kepada ABG itu.

Ada yang istimewa pada wedding exhibition ‘True Fiance’ di Ballroom Majapahit, Santika Hotel Minggu (01/12), kemarin. Salah satu dari empat dasainer yang memamerkan karyanya, ada nama Joseph Ananta Putra Sentosa. Siswa kelas X di SMA Adventist Academy Malang.
Nama Joseph, memang belum bisa disandingkan dengan Oscar Lawalata dan Adjie Notonegoro, di level nasional. Namun, diusianya yang baru menginjak 15 tahun, karyanya sudah menjadi rujukan orang-orang ‘beken’.
Di antaranya ialah Putri Indonesia Banten 2012-2013, Della Dartyan dan Putri Pariwisata Olahraga Indonesia 2013, Retno Ambar Arum. Mereka rajin memakai baju rancangan remaja ini dalam tugas-tugas sebagai Duta Indonesia.
Di kalangan penyanyi, anda bisa melihat karya desainer muda ini dipakai oleh Yohana Indonesian Idol, saat mendampingi penyanyi Rossa dalam konser kemarin.
‘’Mereka datang sendiri untuk melihat-lihat desainku. Meski aku bukan desainer senior, mereka suka dan memesan berkali-kali. Itu tandanya, customer tidak memesan bajuku karena brand. Tapi murni karena sesuai dengan selera mereka,’’ ujar pengagum Tex Saverio, desainer Indonesia yang karyanya dipakai Kim Kardashian dan Lady Gaga, tersebut.
Sejak kecil, remaja kelahiran Malang, 4 September 1998 ini mengaku sudah menggandrungi dunia mode. Saat bocah lain sibuk bermain playstation, Joseph kecil menghabiskan waktu dengan mengamati baju-baju barbie.
Kenakalan masa kecilnya yang lain, juga tak jauh dari menggunting baju untuk eksperimen mode dan berlenggak lenggok di depan cermin.
‘’Kelas V SD sampai kelas VIII SMP itu, aku lagi rakus-rakusnya belajar istilah-istilah mode dan jenis-jenis kain. Sayang, orangtua masih belum support aku. Kalau nangis karena merasa sendirian dalam memulai karir, sudah tidak terhitung berapa kalinya,’’ ujar desainer yang juga sering di undang untuk menyanyi di even-even ini.
Awalnya, remaja yang hobi membaca majalah mode ini hanya mendesain sepatu. Yang paling berkesan, Saat masih kelas VIII SMP Adventist Academy, desain sepatunya langsung dipercaya penyelenggara Kakang-Mbakyu dan dipesan untuk dipakai Kakang Mbakyu Kota Malang.
Menurut Joseph, saat orangtuanya masih mencekal hobinya tersebut adalah masa-masa paling sulit dalam merintis karir. Terutama bagi mentalnya sebagai Anak Baru Gede (ABG) berusia 12 tahun.
Remaja berkulit putih ini menceritakan, dirinya harus menyisihkan uang jajan dan honornya dari menyanyi, untuk membeli bahan-bahan baju dan sepatu.
Ia juga harus menyembunyikan baju-bajunya di lemari khusus dan kamarnya pun tidak pernah lupa ia kunci. Joseph mulai berani mendesain secara utuh pada tahun 2011, saat ia kelas VIII SMP Adventist Academy Malang.
‘’Setelah itu, aku mulai percaya diri untuk merambah ke desain baju dan Puji Tuhan, show tunggal pertamaku di MX Mall, berhasil menyita perhatian pecinta mode. Aku juga mulai mengenal banyak orang dan media yang membantu mengekspos desain-desainku,’’ ujar Kakang Cilik Kota Malang 2009 ini.
Sejak show tersebut, menurut penuturan Joseph, karirnya mulai merangkak. Order gaun pengantin dan gaun-gaun formal mengalir dari semua kalangan.
Namun Joseph mengaku, anugerah terbesar dari show bertema Teenage Dreams ini adalah melunaknya sikap orangtuanya yang awalnya berat untuk mendukung karir putra mereka, di dunia mode. Joseph mengatakan, awalnya orangtuanya khawatir dirinya bergaul dengan orang yang salah di dunia mode.
‘’Akhirnya aku bisa meyakinkan mereka bahwa di manapun tempatnya, selama kita punya komitmen, kita bisa menjaga diri dan terus berprestasi. Tentu aku selalu menjaga kepercayaan mereka dengan tidak mengesampingkan kewajibanku sebagai siswa,’’ terang ujar remaja ramah itu seraya tersenyum senang.
Saat ini, rancangan putra kebanggaan pasangan Budi Santosa dan Heny Agus Susanti ini sudah mempunyai pasar hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan kota-kota besar di Indonesia. Gaun-gaun dalam delapan kali show yang ia ikuti, juga selalu mampu memikat banyak orang.
Saat dijumpai di rumahnya di Perum Sidorahayu Blok 04, pecinta hewan piaraan anjing ini tengah menyelesaikan pesanan gaun pengantin dari Timor Leste.
Meski sudah terbilang sukses di usia belia, Joseph masih punya satu mimpi. Seperti dasainer yang ia kagumi, Tex Saverio, ia ingin karyanya dipakai oleh Miss Universe, Lady Gaga dan Katy Perry, Adele, dan penyanyi nasional multi talenta, Agnes Monica. Dengan desainnya yang berkonsep simple-classic-everlasting, Joseph yakin mimpi itu akan tercapai.
‘’Aku ingin pelangganku bisa memberikan gaunnya kepada anak cucu mereka. Jadi, konsep yang aku bawa harus everlasting. Tidak hanya menjadi trend di tahun ini,’’ tandas penggemar musik klasik ini seraya menyudahi pembicaraan. (laily salimah)