Paduan Suara UB yang Berkelas Internasional

ELEGAN : Paduan suara mahasiswa UB saat tampil di acara Chrismas Tree Lighting di depan Hotel Ibis.

Prestasi  kelompok Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Brawijaya, memang tak perlu diragukan. Mereka yang beranggotakan puluhan mahasiswa dari segala fakultas ini, tidak hanya cemerlang di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Salah satunya, membawa pulang lima medali emas dan dua perak dalam ajang bergengsi paduan suara mahasiswa 52 th Internazionale di Canto Corale, Seghizzi, Italia, pertengahan thun lalu.

Sungguh itu prestasi luar biasa, yang diraih PSM UB, yang kini berusia 28 tahun. Sekalipun di balik sukses PSM pimpinan Wiedyarta Mega Paramita ini, harus dilakukan secara mandiri. Setiap keikutsertaannya di berbagai lomba, baik di dalam maupun luar negeri, mereka harus mencari sponsor.
‘’Biaya untuk ikut even sangat besar. Selain dari kampus, kami juga harus mencari sponsor dan biaya mandiri. Kami bersyukur selama ini selalu ada sponsor yang mendukung, sehingga kami bisa ikut berbagai even bergengsi,’’ kata Agustinus Wahyu, salah satu anggota PSM UB  kepada Malang Post.
Wahyu yang ditemui usai mengisi acara Chrismas Tree Lighting di Hotel Ibis, Kamis (5/12) malam lalu mengatakan, mencari sponsor bukan hal mudah. Harus ada kepercayaan. Cara mendapatkan kepercayaan itu, dikatakan Agus, salah satunya dengan kerap tampil dihadapan publik.  
‘’Selain memberikan hiburan, kami juga berharap dukungan dari para undangan,’’ kata mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) semester akhir ini.
Pada even Chrismas Tree Lighting tersebut, PSM dipercaya membawakan dua lagu. The Chrismas Song dan Praise His Holy Name.
Layaknya paduan suara profesional, mereka pun tampil sangat all out. Kolaborasi warna suara, membuat lagu yang dinyanyikan terdengar sangat merdu, sekalipun tanpa iringan alat musik.
Alhasil, tepuk tangan pun diberikan tamu undangan. PSM UB memang bukan satu-satunya grup yang menghibur malam itu. Sebelumnya kelompok paduan suara Panti Asuhan Elim juga menghibur tamu undangan.
‘’Kami wajib tampil all out dalam setiap even. Dimana saja dan kapan saja kita harus profesional,’’ kata alumni SMA St Albertus ini.
Untuk mengasah penampilan itu, Agus mengatakan kuncinya adalah latihan. Para anggota kelompok paduan suara ini, memiliki jadwal latihan tiga kali seminggu, yang dipimpin langsung oleh Ira Purnamasari.
Saat latihan, banyak lagu yang dinyanyikan, untuk mengasah olah vocal para anggota. Namun begitu, latihan intensif akan digelar saat menyambut even atau lomba. Latihan bisa berlangsung setiap hari.
‘’Biasanya jika akan mengikuti lomba, persiapannya selama tiga bulan. Saat itu kami menggelar latihan intensif. Bisa setiap hari untuk mendapatkan hasil maksimal,’’ kata pria yang juga duduk sebagai asisten pelatih ini.
Untuk menghindari rasa bosan, latihan tidak hanya dilakukan disatu tempat saja. Bisa berpindah-pindah. Saat latihan, anggota kelompok paduan suara ini juga membicarakan soal kostum yang akan digunakan saat tampil.
‘’Kostum pengaruhnya sangat besar. kostum bisa memicu kepercayaan diri seseorang. Karenanya, harus dipersiapkan jauh hari sebelum tampil,’’ urainya.
Untuk dana kostum, dilakukan secara swadaya. ‘’Tergantung evennya. Tapi untuk kostum yang biasa digunakan pada even-even lalu, harganya Rp 300 ribu. Semua dari dana swadaya,’’ urainya.
Tapi besarnya dana yang dibutuhkan, tidak pernah dipermasalahkan anggota PSM. Satu-satunya tekad mereka tetap solid adalah ingin mengharumkan nama Universitas Brawijaya sekaligus nama Kota Malang di kancah dunia.  
Tak heran jika prestasi mereka, terus berkibar. Termasuk juara satu lomba Paduan Suara tingkat Mahasiswa di Bandung (2012), juara satu lomba paduan suara tingkat mahasiswa di Austria.
‘’Akan banyak even lagi yang ingin kami ikuti. Target kami adalah ingin menjadi yang terbaik,’’ katanya sembari mengatakan saat ini pihaknya juga menyiapkan konser untuk Natal. (ira ravika)