Ketika Jawara Lomba Berkisah Kiat Sukses Berburu Momen

Tiga fotografer, menjadi juara dalam lomba foto eksplorasi alam, budaya dan landmark Malang Raya. Karya tersebut telah dinilai tim juri terdiri dari Pemred Malang Post Sunavip Ra Indrata, Guest Gesang Redaktur Foto Malang Post dan  Eddie Putera fotografer Malaysia. Karya para jawara dianggap telah mewakili tema dari lomba persembahan Malang Post Forum dan Bentoel Group.

Eksplorasi alam, budaya dan landmark Malang Raya tercermin dari karya foto para juara. Juara 1 diraih oleh Rizkhi Budi Romadhon berjudul Cahaya Kota. Kemudian karya Andy Rahardian Akbar berjudul Batu Farmer yang merebut juara dua. Serta karya Taufik Soleh bertema landmark mengambil judul Jami’ Mosque.
Karya tersebut, mendapatkan penilaian tertinggi dari juri, sekaligus menyisihkan ratusan karya foto lainnya. Rizkhi Budi R, misalnya menampilkan foto dengan momen kilat di atas balai kota dan alun-alun tugu. Foto ini, selain bertema alam, juga menampilkan balai kota sebagai landmark Kota Malang.
‘’Foto itu saya ambil April 2011 lalu. Sekitar pukul 11-12. Dapat dua obyek Satpol PP memancing di taman,’’ ujar Rizkhi menceritakan proses pembuatan karyanya.
Saat pengambilan foto itulah, gerimis mengguyur kawasan balai kota. Kondisi itu justru memantik reaksi Rizkhi untuk kembali mengeluarkan kameranya. Tanpa memperdulikan gerimis, dia mencoba mengambil momen kilat di atas kawasan itu.
‘’Beberapa kali jepret tidak dapat kilat yang bagus, kemudian pakai slow speed dapat lebih banyak,’’ aku mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang ini.
Foto tersebut belum pernah diikutsertakan lomba manapun. Akan tetapi, ketika Malang Post Forum menyelenggarakan lomba ini, Rizkhi berinisiatif untuk turut serta. Tentu saja, dirinya tak menyangka bisa mendapatkan juara, apalagi juara pertama.
‘’Saya belajar fotografi sekitar lima tahun lalu dengan kamera meminjam teman,’’ imbuh pemuda berumur 23 tahun ini.
Namun keikutsertaan dia dalam lomba, karena juga ada pameran dan workshop. Rizkhi ingin mendapatkan tambahan ilmu dari para pemateri yang didatangkan Malang Post Forum dan Bentoel Group.
‘’Berhubung yang mengadakan media dari Kota Malang, sekaligus pematerinya bagus, maka saya ikut lomba ini,’’ tandasnya.
Adapun juara 2 dalam lomba itu, diraih Andy Rahardian Akbar dengan karya Batu Farmer. Fotonya diambil di Kota Wisata Batu, dengan tingkat kesulitan yang berbeda.
Andy harus rela turun ke areal pertanian di kota itu. Kemudian menunggu momen yang ideal. Mengatur exposure adalah kesulitan tertinggi, sebab harus memotret dengan melawan matahari langsung.
‘’Saya mendukung sekali acara untuk lomba foto Malang Raya, kalau perlu ini dijadikan even tahunan,’’ kata karyawan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk ini.
Pria yang sehari-hari tinggal di Tuban ini mengatakan, potensi alam dan wisata di Malang Raya amat luar biasa. Dirinya rela dua bulan sekali datang ke Malang untuk memotret alam, budaya dan landmark Malang Raya. ‘’Lomba foto ini, bisa menjadi ajang promosi juga untuk bumi Arema,’’ tandas pria kelahiran Sidoarjo ini.
Perjuangan demi mendapatkan foto terbaik, juga dilakoni Taufik Soleh. Pria yang sehari-hari menjadi staf media officer Arema ini, rela bolak-balik alun-alun Malang selama tiga hari. Yakni untuk mendapatkan momen burung merpati terbang di depan masjid jamik.
‘’Tak hanya burung merpati, tapi juga posisi air mancur sedang tinggi, saya kesana tiga hari sampai mendapatkan momen emas ini,’’ kata pria ramah ini.
Taufik sendiri ikut lomba karena berharap bisa mengikuti workshop fotografi. Tujuannya adalah menimba ilmu dari Becky Subecky fotografer senior Jawa Pos.
Namun, selain mendapat bonus ilmu dari fotografer Malaysia Eddie Putera, dia juga mendapat gelar juara. ‘’Tidak menyangka bisa juara, sebab karya fotografer yang dipamerkan berbobot semua,’’ tandas dia. (Bagus Ary Wicaksono)