Capai Ribuan, Dikumpulkan Sejak 25 Tahun Lalu

Kolektor Mainan Anak yang Bukan Anak-anak

Anak-anak memiliki segudang mainan, sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah. Namun bila yang memiliki mainan seperti mobil-mobilan, Diecast, pesawat, hingga sepeda MotoGP, tidak begitu banyak. Salah satu diantara kolektor mainan anak tersebut  adalah Estu Edi Hananto, pria yang sudah berumur 44 tahun. 

Tak menyangka, begitu pertama kali Malang Post memasuki kediamannya, belum terlalu tampak mengenai koleksi dari Estu. Sebab, ruang tamunya tersusun rapi dan hanya sedikit saja koleksi mainan yang ada.
’’Ruang tamu saya masih terlihat sama dengan kebanyakan rumah orang lain. Hanya satu lemari kaca dengan mainan anak, itupun belum terisi penuh,’’ bebernya mengawali cerita.
Namun, begitu memasuki ruang tengah, ada beberapa lemari dinding yang digunakan untuk memajang koleksinya. Yang langsung terlihat, di sebelah pintu geser untuk memasuki ruang tengahnya, koleksi miniatur MotoGP. Ada sekitar 80 pieces, dan kendaraan dari Valentino Rossi mendominasi.
’’Memang saya penggemar Rossi. Separuh koleksi miniatur MotoGP ini kendaraan Rossi. Baik ketika di Yamaha maupun Honda,’’ ujar pria yang kerap disapa Uut ini.
Menurutnya, koleksi MotoGP tersebut dia kumpulkan sejak tahun 2002 lalu. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 80 ribu sampai dengan Rp 300 ribu. Masih cukup murah menurut dia, sebab koleksi tersebut hampir semua didapatkan di Indonesia. Hanya beberapa saja yang didapatkan dari Jepang dan Malaysia.
Dari koleksi ini, dia mengakui ada satu yang sangat berharga. Kendaraan dari almarhum pembalap Italia yakni Marco Simmonceli. Dengan warna dominan merah dan putih serta bernomor 58 bersama Honda Gressini, koleksinya sempat ditawar oleh orang lain hingga Rp 1,5 juta.
Namun Uut bersikukuh untuk tidak melepasnya, sebab ada nilai legendarisnya. ‘’Untuk saat ini, biarlah menjadi koleksi saya terlebih dulu. Mungkin suatu saat bisa saya jual,’’ papar dia.
Kemudian, masih di ruangan yang sama, tertempel pula lemari kaca hingga 3 buah. Di dalamnya digunakan untuk menyimpan koleksinya, sesuai dengan tipe koleksi tersebut. Misalnya untuk kategori lokomotif, mobil van, tank dan pesawat.
Awalnya, kegemaran dia mengoleksi dari sebuah hadiah pamannya berupa pesawat. Setelah itu bapak tiga putri inipun gandrung untuk berburu berbagai koleksi dengan bermacam skala. Baik itu 1:24, 1:32, 1:43, hingga HO atau 1:87.
‘’Sekitar tahun 1988, dan keterusan sampai sekarang. Sudah 25 tahun ternyata, dari masa bujang sampai punya 3 anak,’’ beber Sarjana Teknik tersebut.
Bahkan dari kesibukannya mengoleksi miniatur ini, Uut sampai aktif di beberapa komunitas hobi. Tujuannya selain saling share, juga bisa saling jual beli dengan sesama kolektor. Namun dia memastikan tetap ingat kewajibannya dalam bekerja serta menjadi kepala keluarga.
Untungnya, pekerjaan dia sangat santai yakni pemborong untuk pembangunan, meskipun dalam skala kecil. Sehingga dia mengakui memiliki kesempatan untuk berburu koleksi serta memainkannya ketika di rumah.
‘’Ya seperti anak-anak. Membuat rangkaian mainan. Bahkan menjadi sebuah diorama. Karena lengkap koleksi saya, lumayan untuk hiburan,’’ terang dia lantas tertawa.
Dari hobinya ini, Uut mengakui sang istri juga turut mendukung. Pasalnya, dari hobi tersebut pula tetap berlangsung pekerjaan, yakni jual beli koleksi.
Bahkan, Feby, istrinya turut membantu pemasaran. Simpel saja, memasang sebagai display picture BBM, bahkan melakukan broadcast. Tak pelak, rekan istrinya juga menjadi pembeli koleksinya.
Kini, koleksinya sudah begitu banyak. Menurut pengakuannya, telah mencapai 3000-an pieces. Paling akhir, selama 3 tahunan ini dia gemar mengoleksi lokomotif.
Memang harganya lebih mahal mulai dari Rp 400an ribu sampai dengan Rp 2 jutaan. Namun dia lebih bijak ketika berburu, dan lebih menahan diri ketika kebutuhan keluarga harus menjadi prioritas.
Kemudian, pria yang juga menjadi ketua RT di kampungnya ini juga memiliki kegemaran baru sebagai koleksi. Yakni mobil van yang biasa dikenakan oleh jasa pengiriman seperti FedEx, UPS, TNT atau DHL. Koleksi van tersebut telah terdisplay rapi dengan jumlah di atas 200 pieces.
Ribuan mainan tersebut, semua dia catat dalam format excel mengenai jenis mainan, kapan membelinya serta harga. Jumlah sebanyak itu selain didisplay, ada sekita 6 kontainer berukuran 1 meter persegi yang digunakan untuk menyimpannya.  
‘’Bila ditotal sudah ratusan juta saya keluarkan ternyata, tapi masih ingin terus mengoleksi, namanya juga hobi,’’ pungkas dia. (Stenly Rehardson)