Indonesia Medika, Siapkan Kado Spesial di Hari Ibu

Gamal Albinsaid, menyiapkan kado terindah di Hari Ibu. Bersama timnya, pria 24 tahun, founder dan CEO Indonesia Medika ini, berinovasi dengan tiga proyek khusus ibu dan bayi. Portable Baby’s Enhancer (Sabuk Pencerdas Janin), The Mother Happiness Center (Pelayanan psikologis Ibu Hamil), dan Care For Mother (Aplikasi android dan website Ibu Hamil). Mulai 22 Desember besok, proyek tersebut siap memanjakan para bunda di masa kehamilan mereka.

Melihat puluhan penelitian dan penghargaan, yang berderet di curriculum vitae -nya, tak sedikit yang mengira Gamal Albinsaid, adalah sosok pria matang berusia 40 tahunan.
Siapa sangka, peraih penghargaan AusAID, Indonesian Social Innovator Award 2013 ini, ternyata pemuda sederhana berusia tak lebih dari 25 tahun dan tampak pendiam.
Namun jika disinggung mengenai tiga proyek terbarunya, bersama tim Indonesia Medika, semangatnya langsjng tersulut. Terlebih, salah satu dari tiga proyek tersebut, Care for Mother, akan dilaunching besok (22/12) sebagai dedikasi untuk kaum ibu. Dua proyek lainnya, akan diluncurkan dalam waktu dekat.
‘’Semua orang tahu, kehamilan adalah masa yang tidak mudah dilalui oleh para ibu. 80 persen dari mereka, mengalami yang disebut baby blue syndrome. Ketika ibu merasa depresi, sensitif, marah dan sedih tanpa sebab yang jelas. Sebagian besar masyarakat menilainya, sebagai hal yang normal. Tapi kami tidak ingin membiarkan mereka seperti itu tanpa penyelesaian,’’ terang alumnus Universitas Brawijaya (UB) tersebut.
Secara gamblang, putra pasangan Saleh Arofan Albinsaid dan Eliza Abdat tersebut menjelaskan, teknis kerja Care for Mother yang akan segera dinikmati para ibu.
Penuturan pria berkulit sawo matang ini, dengan aplikasi android dan website care for mother, ibu hamil tidak perlu ke rumah sakit, atau klinik, untuk memeriksakan kesehatan mereka dan si janin. Kapan pun dan di mana pun, bunda dapat berinteraksi dengan dokter khusus, yang akan menjawab permasalahan seputar kehamilannya.
Gamal mengaku, dia membuat aplikasi itu, setelah melihat banyaknya ibu hamil, yang harus bepergian jauh, untuk sekadar berkonsultasi tentang kesehatan janin. Yang lebih meresahkan lagi, mayoritas menggunakan motor dan jika lewat jalan berlubang, akan sangat rentan mengganggu posisi bayi dalam rahim.
‘’Sering kita temui, ibu hamil tidak mendapat support dari suami mereka, di saat mengalami baby blue syndrome. Kami berusaha membantu mereka dengan The Mother Happiness Center yang memiliki misi untuk menjadikan masa kehamilan sebagai masa terindah bagi wanita,’’ terang peneliti yang juga fasih membaca Al - Quran tersebut bersemangat.
The Mother Happiness Center dijanjikannya akan membantu memberi support, terutama secara psikologis kepada ibu hamil.
Proyek terakhir yang dikatakan Gamal sebagai gong dari ketiga proyek sebelumnya, adalah Portable Baby’s Enhancer, sebuah alat terapi untuk menstimulus kecerdasan janin dengan ayat-ayat Al Quran dan musik klasik.
Berdasarkan hasil penelitian, manajemen medis dan terapi nutrisi pada anak, telah terbukti mampu menghasilkan anak yang jenius dan mampu belajar dengan cepat.
Produk Portable Baby’s Enhancer ini, digadang-gadang membantu ibu mewujudkan mimpinya untuk melahirkan bayi yang sehat dan cerdas. Saat ini, produk tersebut masih melalui proses uji ketahanan produk dan penyempurnaan akhir. Launching kedua produk ini akan dilangsungkan pada 15 Februari mendatang.
Meski saat ini Indonesia Medika yang ia kelola sudah berjalan mantap dengan beberapa perusahaan mitra yang loyal, tidak sedikit hambatan yang Gamal hadapi bersama timnya.
Sering kali, beberapa pihak merendahkan Gamal dan tim Indonesia Medika karena usia mereka yang masih muda. Namun Gamal mengaku selalu memotivasi teman-temannya untuk terus berinovasi untuk mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat, terutama kaum ibu hamil.
‘’Sejak proyek sebelum ini, seperti Mobile Hospital (rumah sakit keliling) dan Garbage Insurance Clinic (Klinik asuransi sampah), kami sudah sering disepelekan. Tapi toh proyek-proyek tersebut sukses besar dan disambut baik oleh masyarakat,’’ ujar pria berdarah Arab itu seraya tersenyum kecil.
Kedua klinik yang dirintisnya sejak awal mula meresmikan Indonesia Medika Agustus lalu ini, menurut Gamal, juga sempat mendapat cibiran. Namun seiring waktu dan pembuktian kepada masyarakat tentang profesionalitas tim Indonesia Medika dalam mengelolanya, lambat laun proyek tersebut menuai kekaguman.
Pengalaman tersebut, memberi pelajaran berharga kepada Gamal, bahwa cibiran dan kecaman atasnya hanya dapat dilawan dengan pembuktian berupa kesuksesan.
‘’Melalui berbagai bentuk pelecehan itu, kami tidak terganggu. Menurut kami, tidak ada yang dapat menghalangi saya dan tim Indonesia Medika untuk mencapai sesuatu yang benar-benar menjadi tujuan utama,’’ jelas pria humoris itu.
Yang terpenting, menurut Gamal, adalah perusahaan berkonsep socio-preneur tersebut, tidak hanya profit-oriented. Tapi juga memiliki dampak social yang besar di masyarakat.
Selain itu, tekadnya untuk mempersembahkan kado istimewa kepada kaum ibu di momentum Hari Ibu, dapat tercapai. Dengan menjaga kesehatan ibu hamil, secara tidak langsung juga membantu mereka melahirkan generasi yang sehat dan cerdas.
‘’Tuhan tidak meletakkan surga di bawah kaki pejuang, ulama, atau presiden, tapi Dia meletakkannya di bawah kaki ibu. Jika Tuhan saja sebagai penciptanya memberi mereka kado terindah, kenapa kita tidak?’’ ujar pria berjenggot tersebut retoris. (laily salimah)