Helda Hemas Sururi, Model dengan Segudang Prestasi

Masih muda, namun memiliki segudang prestasi. Itulah Helda Hemas Sururi. Kini masih tercatat sebagai siswa SMK Negeri 3 Kota Malang. Pada usianya yang masih 16 tahun, Helda sudah meraih sejumlah prestasi di bidang modeling. Sebuah bidang pekerjaan yang tercipta hanya untuk remaja-remaja bertalenta dan tentu saja menarik.

Prestasi Helda ini, tentu saja bisa menjadi motivasi bagi remaja lainnya. Dalam berbagai bidang. Sebab, tak hanya meningkatkan bakat dan minat, prestasi tentu membahagiakan banyak pihak. Terutama selain sekolah, prestasi Helda ini membanggakan orang tuanya.
Sejak berkiprah dalam dunia modeling, hingga kini, dara asal Jalan Dirgantara Kota Malang ini, telah mengoleksi puluhan gelar juara.  Yang terakhir, dia menjadi juara dalam ajang bergengsi tingkat nasional. Yakni berhasil menjadi juara 3 cover girl aneka yess 2013 dan juara 3 cardinal awards 2013.
‘’Yang paling membanggakan adalah juara 3 cover girl anekayess dan finalis cardinal awards tingkat nasional,’’ akunya kepada Malang Post.
Sebab, dua ajang itu, terkenal sulit ditembus model dari daerah dengan talenta pas-pasan. Cover girl anekayess, misalnya. Banyak membuka jalan menuju kancah hiburan nasional. Sebut saja satu nama artis seperti Vira Yuniar dan masih banyak lagi yang mengawali karir dari cover girl Anekayess.
‘’Prosesnya cukup sulit dan menantang, karena lawan remaja seusia sama dan kemampuannya seimbang,’’ ujar siswi yang masih duduk dibangku kelas 11 ini.
Rasa percaya diri dengan didukung kemampuan yang mumpuni, membuat Helda terus melaju. Semua hal berlangsung dengan mudah, berkat dukungan dari orangtua dan seluruh pihak. Prestasinya sebagai finalis cover girl anekayess itu, menjadi modal untuk semakin meningkatkan kemampuannya.
‘’Kemudian bisa menjadi juara 3 Cardinal Awards tingkat Jawa Timur, otomatis melaju ke nasional,’’ imbuhnya.
Kesulitan dalam ajang Cardinal Awards ini setali tiga uang dengan Anekayess. Sebab, Helda harus bertarung dengan para juara dari seluruh provinsi di Indonesia. Sekali lagi, kemampuan berbicara, Helda mampu bersaing dengan jawara dari provinsi lainnya di tingkat nasional.
‘’Meskipun tidak menjadi juara tingkat nasional, namun masuk dalam finalis cardinal awards, sudah membanggakan dan ini harus dijawab dengan prestasi lainnya,’’ urai anak kedua dari tiga bersaudara ini.
Prestasi Helda lainnya diantaranya juara 1 top model batik ethnic, juara umum model batik tutur,  juara 1 top model batik tutur, juara juara umum top model fifa blitz, juara 1 fotomodel batik ethnic, juara 3 red top model, juara 1 top model Islamic, juara 3 top model batik value, juara 1 fotomodel batik value serta juara 1 top model kartini graduation.
‘’Untuk mengasah kemampuan, saya memulai dengan mengikuti even di Kota Malang, kemudian terus meningkat dengan berbagai lomba modeling lainnya,’’ katanya.
Yang paling penting dalam bidang modeling adalah mendapat dukungan dari orangtua. Selain itu, menurut Helda harus disiplin dan pintar membagi waktu. Sebab, model bukan sekedar berlenggak-lenggok maupun pose di depan kamera.
Selain itu, menjadi seorang model harus memiliki karakter dari dalam yang kuat, hal ini dipupuk dengan disiplin dan kemauan yang tinggi untuk terus belajar.
Tanpa disiplin, mustahil Helda bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang siswa. Sekaligus mengembangkan bakat dan minatnya dalam modeling hingga meraih berbagai gelar juara. (Bagus Ary Wicaksono)