Melihat Rusunawa Gratis Milik Lanud Abd Saleh

Akhir pekan kemarin, benar-benar menjadi hari yang sangat bahagia untuk anggota dan PNS Lanud Abdurrahman Saleh. Dari total 59 unit rumah susun sederhana (Rusunawa) bantuan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Jalan Rogonoto-Singosari, diberikan secara gratis oleh Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo. Apa saja fasilitas dan kemewahan dari rumah gratis itu? Berikut tulisannya.

Sekilas jika dilihat dari luar, bangunan Rusunawa yang dimiliki Lanud Abd Saleh, tidak ubahnya Rusunawa lainnya. Selain dibangun dalam satu kawasan, memanfaatkan lahan sekitar 125 meter X 59 meter, bangunan berlantai tiga itu, seolah tidak memiliki keistimewahan.
Selain yang menjadi pembeda, adalah tulisan di depan bangunan bercat biru-biru gelap diberi nama Apartemen B Ardjijanto.
Namun, penilaian sekilas itu akan mulai memudar, tatkala bangunan yang cukup luas dengan halaman belakang dan depan, yang masih bisa dioptimalkan, mulai dilihat satu persatu. Terutama fasilitas yang ada.
Dari tiga pintu masuk yang dibuat, yang bakal menempati bangunan itu, akan terasa nyaman dan aman. Bagaimana tidak, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, sirine tanda kebakaran sudah terpasang di dinding pemisah antar unit rumah.
Bahkan, di ruang untuk jalan pemilik rumah itu, juga banyak didapati fire detector. Yang tidak kalah menariknya, dari lantai satu hingga tiga, dua unit pengaman kebakaran itu sudah siap digunakan. Termasuk, alat pemadam yang bisa didapati di seluruh lorong lantai.
Selain masalah keamanan dari kebakaran, hal lain yang cukup membuat nyaman pemilik Rusunawa, yakni keberadaan per unit rumah. Di mana, pada sisi masing-masing pintu masuk, terdapat tempat duduk keluarga yang melekat pada ruang luar rumah.
Selain bisa dimanfaatkan tempat duduk, sisi luar itu juga bisa dioptimalkan untuk meletakkan sepatu kerja, sandal maupun payung yang sudah selesai digunakan.
Kondisi cuaca Singosari yang kadang panas dan dingin pun, telah disiapkan dimasing-masing ruang tamu, dengan keberadaan kipas angin. Dengan ukuran lumayan besar dan sudah melekat di langit-langit rumah, pemilik pun tinggal memanfaatkan kapan waktu penggunaannya.
Jika ruang tamu diberi fasilitas kipas angin, maka kondisi sedikit wah juga didapati di dua kamar tidur pada rumah tersebut. Kamar mandi, ada di dalam kamar. Sementara untuk dapur, berada di paling belakang atau sisi yang bersebelahan dengan rumah tetangga.
Bagaimana dengan pakaian yang basah? Pemilik rumah tidak perlu khawatir untuk mengeringkan. Mengingat, di sisi yang berbatasan dengan rumah tetangga, juga diberi lokasi untuk menjemur dengan panjang yang sama dengan kondisi rumah. Sehingga, tidak perlu khawatir jika pakaian yang dicuci atau jemur, mengalami kesulitan pengeringan.
Guna membuat nyaman pemilik rumah, ventilasi udara dengan kaca memanjang yang menghadap langsung ke sisi luar (bukan lorong) pun, bisa dinikmati oleh masing-masing pemilik. Yang sedikit membedakan, pemilik rumah bagian depan menghadap ke lapangan dan pemilik rumah depan langsung menghadap ke Jalan Rogonoto.
Lantas, bagaimana dengan kebutuhan air dan listrik? Lanud memberikan tambahan fasilitas dengan membuat sumur artesis untuk pemenuhan kebutuhan penghuni Rusunawa. Sementara kebutuhan listrik, tetap diberikan hak sama layaknya konsumen lain oleh PLN.
‘’Selain Rusunawanya yang gratis, kebutuhan airnya juga gratis. Namun, khusus pemenuhan kebutuhan listrik, pemilik rumah harus membayar sendiri-sendiri. Masalahnya, PLN memberikan kemudahan dengan memasang alat perhitungan pemakaian di masing-masing rumah. Sehingga, masing-masing rumah akan termonitor pemanfaatan listriknya dan itu beban yang harus dibayar,’’ terang Kapentag Lanud Abd Saleh, Letkol Sus Sutrisno.
Seiring telah digratiskannya pemanfaatan rumah di Rusunawa, Sutrisno menjelaskan, kepemilikan rumah di lokasi itu semuanya sementara. Artinya, ketika anggota atau PNS sudah pindah tugas, maka diwajibkan langsung dengan kesadaran sendiri mengosongkan rumah yang ditinggali, untuk digantikan orang lain. (sigit rokhmad)