Dimotivasi Iwan,Semangat Pemain Kian Meluap

KEBERHASILAN Arema  untuk kali pertama  menjadi juara Piala Gubernur Jatim kemarin sore,meninggalkan kesan tersendiri bagi tim kebanggaan arek-arek Ngalam ini. Walau ‘didholimi’ tapi mereka tetap sukses mengukir prestasi.
ROMBONGAN skuad Arema Cronus benar-benar langsung berangkat ke Surabaya begitu mendengar Persebaya Surabaya mampu "memaksa" panitia Piala Gubernur 2013 memindahkan venue final,dari Stadion Kanjuruhan Malang ke Stadion Bumimoro Surabaya. Senin malam (23/12), Arema ladub dari Klub Bunga Resort Batu, sekitar pukul 22.00 WIB.
Namun, sebelum berangkat, rombongan Arema menyatukan semangat untuk bertarung lawan tim yang jadi rival abadi. Hall pertemuan Klub Bunga menjadi saksi bisu betapa moral serta spirit Singo Edan kian meluap-luap, jelang lawan Persebaya. CEO Arema Iwan Budianto yang memimpin rapat tim memberi kesempatan pemain untuk pulang dan tidak ikut pergi ke Surabaya.
"Saya beri kesempatan mereka yang tidak mau ke Surabaya, untuk pulang. Karena memang kita sudah seharusnya tidak berangkat. Tidak ada hukuman atau sanksi bagi yang ingin pulang. Saya cuma ingin pemain yang mau bela nama Arema, yang berangkat ke Surabaya," tutur IB, di hadapan para pemain.
Tidak ada pemain yang angkat tangan. Semua pemain menatap tajam CEO Arema yang sejak remaja sudah menjadi pendukung fanatik klub Singo Edan ini. Pemain gagah berani menyatakan berani datang ke Surabaya. Ahmad Bustomi, Cristian Gonzales, Victor Igbonefo pun siap bertarung mati-matian untuk Arema. Bahkan, Thierry Gathuessi yang sedang cedera menyatakan diri ingin main.
"Thierry yang cedera pun tak ingin diam. Dia ingin bela nama Arema, harga diri, keberanian dan kehormatan Arek Malang yang diwakili Arema. Kita tidak akan sama dengan tim yang takut main di kandang lawan. Kita bukan pengecut," terang General Manager Ruddy Widodo kepada Malang Post.
Ruddy ingin membuktikan bahwa Arema berbeda dari Persebaya. Pengusaha travel ini menyebut, Arema tidak akan kehilangan kehormatan, apapun yang terjadi di Stadion Bumimoro. "Kita beda dengan tim yang minta tempat netral tapi ternyata tempat netral itu tetap di kotanya sendiri," tutur Ruddy.
Setelah rapat tim, Arema lalu menempuh perjalanan dadakan malam hari, Senin lalu menuju Surabaya, di Hotel Java Paragon. Sepanjang perjalanan, CEO Arema IB ikut langsung dalam bus tim untuk menemani skuad. Dua jam perjalanan dihabiskan untuk sampai di Hotel Java Paragon.Setibanya di Surabaya, Arema langsung istirahat dan menyiapkan diri untuk hadapi pertandingan. Sekitar pukul 12.45 WIB kemarin, Arema tidak menaiki  rantis, tapi memilih naik bus  saja  menuju Stadion Bumimoro Kobangdikal Surabaya.
Segala  jerih payah dan perjuangan tersebut terbukti tidak sia-sia.Karena Arema akhirnya berhasil menjadi juara Piala Gubernur Jatim setelah mengalahkan Persebaya dengan skor 1-0 (1-0). Kemenangan ini diakui Ketua dewan pembina Arema Ir.R.Agoes Soerjanto merupakan buah manis dari kebersamaan dan kekompakan seluruh komponen dalam tim kebanggaan arek-arek Ngalam ini.
‘’Kami juga tidak  henti-hentinya menyatukan tekad dan semangat kepada para pemain. Wartawan Malang  Post mengetahui langsung ketika kami memberi pengarahan baik ketika masih di Batu  maupun setelah  kami tiba di hotel di Surabaya,’’ ungkap Agoes Soerjanto.
Pria yang juga CEO Ijen Nirwana Residence ini menegaskan kemenangan ini dipersembahkan kepada seluruh Aremania dan masyarakat yang selama ini selalu antusias mendukung tim berlogo  kepala singa ini.  Lebih dari itu,Arema  sudah membuktikan kepada insan bola di tanah air bahwa bukan merupakan tim yang pengecut.
‘’Kunci utama bagi kami berhasil merebut piala Gubernur Jatim untuk kali pertama ini adalah kebersamaan. Hal ini juga selalu kami jadikan modal untuk menghadapi serangkaian laga selanjutnya. Baik ketika ISL maupun dalam kancah AFC  Cup tahun depan,’’ tutup Agoes Soerjanto yang sangat mensyukuri sukses di Surabaya ini. (fino yudistira/nugroho)