Luncurkan KUA Online, Info Pernikahan Cukup via SMS

Sistem Informasi Manajemen Nikah ala KUA Klojen
Hampir setahun terakhir, Kantor Urusan Agama (KUA) Klojen nyaris tak pernah sepi kedatangan tamu dari luar daerah. Sejak memperkenalkan konsep KUA online dengan menggalakkan sistem informasi manajemen nikah (SIMKAH), KUA yang berkantor di Jalan Pandeglang ini menjadi jujugan proyek percontohan nasional. Tak henti berinovasi, kini KUA Klojen punya jurus jitu baru untuk merangkul publik.

PANDANGAN Shampton menyorot tajam ke arah layar komputer yang ada di hadapannya. Tangan kanannya yang menggenggam mouse, sesekali bergerak liar membuat sejumlah laman situs jejaring sosial terbuka bersamaan. Raut tegang di wajahnya mendadak berubah jadi antusias. Dengan bersemangat dia lantas membalikkan layar 14 inch itu agar Malang Post bisa melihat.
Bukan sesuatu yang baru, tidak pula mengandung konten aneh-aneh. Yang ditunjukkan Kepala KUA Klojen itu, adalah tampilan profil twitter, situs jejaring sosial yang sekarang jamak dimiliki peselancar dunia maya.
Yang menarik, akun twitter tersebut adalah milik KUA Klojen. Jumlah follower (pengikut)-nya sudah ratusan. Cukup banyak bagi akun resmi kantor pelayanan publik tingkat kecamatan. ‘’Selain masyarakat umum, followernya KUA se-Indonesia,’’ ujar pemilik name tag Ahmad Shampton S.Hi itu.
Yang menjadi tak biasa, tentu saja ‘kicauan’ dari akun tersebut. Dibandingkan akun twitter milik KUA lain yang rata-rata hanya menjadi ajang formalitas dan sepi aktivitas, akun KUA Klojen nyaris selalu diwarnai re-tweet dari para follower. Banyak wawasan soal nikah yang dikicaukan dan menuai respon pengunjung twitter lain.
‘’Sering sekali dapat banyak pertanyaan soal hukum nikah, persyaratan dan hal-hal berkaitan. Padahal, yang bertanya belum pasti warga Klojen,’’ lanjut Gus Shampton, sapaan akrabnya, lantas terkekeh.
Pria asal Mergosono itu tahu betul soal pertanyaan yang dilontarkan para follower. Pasalnya, putra KH Masduki Mahfudz itu sendiri yang mengelola akun twitter KUA Klojen.
Di sela kesibukannya sebagai kepala KUA, Shampton selalu menyempatkan waktunya untuk nge-tweet. ‘’Saya sempatkan nge-tweet saat ada waktu luang. Isinya pemahaman-pemahaman ringan saja, yang penting berarti,’’ paparnya.
Sebetulnya, kebiasaan Shampton ini sudah dimulai sejak tahun 2007 silam. Kala itu, jejaring sosial facebook lebih dulu ngetrend dan digandrungi masyarakat. Selain mengontrol akun twitter KUA Klojen, Gus Shampton juga mengelola akun facebook KUA yang kantornya berada di seberang TMP Suropati tersebut.
Enam tahun silam, lulusan UIN Maliki itu belum menjabat sebagai kepala KUA. Dia asyik menyebar ilmunya di sela kesibukan sebagai seorang penghulu. ‘’Saya dulu masih penghulu di Kedungkandang. Tapi, memang suka sekali melakukan sosialisasi lewat FB (Facebook). Eh, keterusan sampai sekarang,’’ tuturnya santai.
Karena bersinggungan dengan kepentingan publik, berbagai cerita unik juga sempat dialami Shampton. Salah satunya, pernah suatu hari Shampton menerima aduan seorang pemilik akun FB yang protes karena foto suaminya terpampang di buku nikah yang ditampilkan di laman situs kreasi Mark Zuckerberg itu.
‘’Ibu itu protes. Karena foto suaminya ada di buku nikah yang kita tampilkan, tapi mempelai wanitanya bukan dia. Ya, artinya suaminya menikah lagi tanpa sepengetahuannya,’’ timpal Shampton sambil geleng-geleng kepala.
Belajar dari pengalaman macam itulah, kini KUA Klojen getol menerapkan layanan KUA Online via layanan pesan singkat alias SMS. Jika ada yang ingin mengetahui persyaratan pernikahan, bisa mengirim sms ketik syaratnikah# kirim ke 083834954339. Ketika sms dilayangkan, dalam waktu tidak lama akan ada balasan berisi seputar persyaratan pernikahan.
Begitu juga masyarakat yang ingin mengetahui status orang, apakah sudah menikah atau belum. Caranya ketik nama, untuk nama ini harus disertai dengan bin kemudian nama ayah, karena ada kemungkinan banyak nama yang sama, selanjutnya dikirim ke nomor tersebut.
‘’Tujuan kami ingin memudahkan masyarakat akan informasi berkaitan dengan pernikahan. Jadi, tidak perlu harus lewat modin (penghulu) dulu,’’ jelas Shampton kepada Malang Post.
Sejatinya, informasi ini telah lama di-upload melalui website KUA. Namun, nyatanya lebih familiar dengan SMS, sehingga sistemnya disediakan juga untuk SMS.
Namun, karena masih menggunakan basis data di desktop, layanan hanya bisa dilakukan pada jam kerja. Tentu saja adanya sistem ini sekaligus bisa membuat para pria hidung belang, yang suka mengaku bujangan di depan wanita lain merasa keder. (tommy yuda pamungkas)