Dedikasikan Seluruh Hidupnya untuk Sepak Bola Putri

Sepak bola lumrahnya merupakan kegiatan yang kerap dimainkan laki-laki, namun hal itu tidak berlaku bagi Siti Sumarni. Wanita ini akrab dengan olahraga yang identik dengan kaum pria itu, hampir sepanjang hidupnya.
Meski lahir di Semarang, 10 Juli 1968, Siti Sumarni sudah tinggal di Kota Malang sejak bayi. Di kota ini pula, ketertarikannya dengan dunia sepak bola berawal, tepatnya ketika ia menjajal permainan ini bersama kakak dan teman-teman prianya saat masih berusia belasan tahun. Dari sepak bola antar kampung, ia memulai karir sepak bola putri junior bersama tim Jatim Putri saat SMA. Ketika itu, di tahun 1987 hingga awal tahun 2000 Sumarni selalu menjadi langganan tim sepak bola Jatim Putri dalam mengarungi berbagai even tingkat nasional.
Beberapa prestasi saat Sumarni masih aktif sebagai pemain, salah satunya juara 2 nasional Piala Menpora tahun 1990. Pada tahun 1999, ia turut berkontribusi dalam suksesnya tim sepak bola Jatim Putri menjadi juara 4 Piala Suratin.
Pensiun sebagai pemain, kecintaan Sumarni terhadap sepak bola tidak luntur begitu saja. Sumarni masih aktif di dunia sepak bola sebagai pelatih dan pengurus beberapa tim sepak bola putrid, Persekam Kabupaten Malang Putri pernah dibesutnya sejak tahun 2000 sampai 2011.
Bersama Persekam Putri, tidak sedikit prestasi yang ditorehkannya. Di tahun pertama bersama tim ini, Sumarni sukses menjadikan Persekam Putri sebagai runner up Piala Kartini 2000 se-Jatim . Dua tahun berselang, turnamen sepak bola se Jawa-Bali bertajuk Bupati Cup Kabupaten Malang juga berhasil diselesaikan dengan baik. Persekam Putri menjadi jawara dalam even tersebut.
Pada tahun 2004, Sumarni bertandang ke Sidoarjo untuk mengikuti Piala Kartini, ia pun sukses mempersembahkan juara 1. Begitu pula pada Piala Kartini tahun 2008 di Surabaya, tropi juara 1 berhasil dibawa pulang oleh Persekam Putri untuk publik Kabupaten Malang.
Dua tahun kemudian, masih bersama Persekam Putri, Piala Bupati Sleman diikuti dan berhasil menjadi runner up dalam even yang digelar di Sleman, Yogyakarta. Selain itu, masih banyak prestasi yang ditorehkan Sumarni. "Kalau di lingkup Malang Raya, kita selalu mendapat juara 1," ujarnya kepada Malang Post.
Hengkang dari Persekam, Sumarni masih terus melanjutkan kariernya di dunia sepak bola. Pada akhir tahun 2011, ia bersama Pengcab PSSI Kota Malang membentuk tim futsal Banteng Muda Putri. Dalam tim itu, ia sendiri yang memimpinnya sebagai pelatih.
Bersama Banteng Muda Putri, pada tahun 2012 Sumarni sukses mempersembahkan juara 3 nasional untuk publik Bhumi Arema. Sebelumnya, pada tahun 2011 Banteng Muda Putri langsung mendapat juara 1 Piala Budhe Karwo se-Jatim. Untuk even di wilayah Malang, Banteng Muda Putri selalu menjadi juara 1.
Sampai saat ini, ia masih aktif berkontribusi di sepak bola bersama Banteng Muda Putri sebagai pelatih. Selain itu, ia juga masih aktif sebagai pengurus di Badan Futsal Daerah (BFD) Pengcab PSSI Kota Malang. "Mungkin karena hobi saya sejak kecil main sepak bola, jadi susah untuk meninggalkannya, " tandas Sumarni. "Karena kesukaan saya itu, saya juga sempat mengajar sebagai guru olahraga di SDN Bulupitu Gondang Legi," lanjutnya.
Kepada Malang Post, Sumarni mengungkapkan harapan besarnya untuk sepak bola putri di Tanah Air. "Harapan saya sepak bola putri tetap eksis, dan lebih sering lagi ada even-even sepak bola putri," tuturnya.
Menurut Sumarni, dengan banyaknya even-even berupa turnamen ataupun kejuaraan sepak bola putri, akan berdampak pada daya tawar dan bisa lebih memasyarakatkan sepak bola putri. "Karena sepak bola bukan hanya olahraga untuk kaum adam," pungkasnya.(Muhammad Choirul/han)