Usaha Sampingan Sang Kapten Arema Ahmad Bustomi

Dunia sepakbola, bukanlah dunia yang abadi. Gemerlap dan keglamoran yang menghiasi perjalanan karir pemain sepakbola, seperti uap yang muncul sebentar, lalu hilang begitu saja. Karir setelah pensiun pun harus dipikirkan. Kapten Arema, Ahmad Bustomi pun memahami hal ini. Di luar profesinya sebagai pesepakbola, dia mulai menggeluti dunia clothing, dan mengusung brand lokal N19AB.

Nama Ahmad ‘Cimot’ Bustomi, sudah tak asing lagi di telinga pecinta sepakbola Malang Raya, bahkan Indonesia. Kapten Arema Cronus, adalah bintang lokal yang dicintai oleh Aremania. Sejak membawa Singo Edan juara ISL 2009-2010, nama Bustomi semakin menggema di kancah sepakbola nasional.
Walaupun sempat pindah ke Mitra Kukar, namanya masih dielu-elukan di Malang. Hal inilah yang menjadikan Bustomi sebagai salah satu bintang sepakbola lokal dari Arema, yang jersey-nya laku keras di pasaran. Nama Bustomi begitu menjual di Malang, bahkan bisa disejajarkan dengan nama pemain asing lain. Seperti Gustavo Lopes atau Cristian Gonzales.
Bukan hal yang mengejutkan, bila akhirnya nama Bustomi sangat layak menjadi brand produk. Rupanya, pemain yang berdomisili di Karangploso menangkap peluang tersebut. Menggunakan modal dari gajinya sebagai pemain sepakbola, Bustomi menciptakan clothing line buatannya sendiri. Namanya N19AB.
‘’N19AB tentu saja punya arti. N itu mewakili Malang, 19 itu nomor punggung saya, sementara AB adalah singkatan nama Ahmad Bustomi,’’ ungkap Cimot, kepada Malang Post. Clothing line N19AB milik Bustomi itu, tak serta merta langsung muncul di pasaran begitu saja.
Cimot menjelaskan, N19AB muncul seiring tren clothing line lokal Malang yang begitu membeludak belakangan ini. Pada awal tahun 2013, Cimot yang saat itu masih berkostum Mitra Kukar, terinsiprasi oleh brand image produk olahraga internasional seperti Nike hingga Adidas.
Menurut Cimot, brand internasional tersebut, tentunya berawal dari produk lokal yang konsisten mempromosikan imej-nya kepada publik. ‘’Kalau brand seperti Nike dan Adidas bisa besar, itu pasti diawali oleh langkah kecil. Seharusnya, produk lokal asli Malang juga bisa mengembangkan sayap,’’ terang pemain kelahiran Jombang itu.
Akhirnya, terbersitlah ide dalam otak Bustomi, untuk memunculkan clothing line sendiri. Awal tahun 2013, N19AB akhirnya resmi diperkenalkan kepada publik Malang Raya. N19AB tidak bergerak pada tren pasaran clothing olahraga, yang cukup membeludak di Malang.
‘’Kita inginkan clothing yang konsepnya old school. Tapi tetap ada sentuhan musik dan masih berbau funky. Kita tak mau pakai konsep sport yang pasaran. Kita coba hadirkan N19AB di Malang dengan konsep limited atau cetakan terbatas,’’ tutur pemain berusia 28 tahun tersebut.
Di luar dugaan, N19AB mendapat respon konsumen yang begitu baik. Dengan keaktifan Bustomi untuk mempromosikan sendiri semua produk N19AB lewat akun Twitter @bustomi_19 dan akun resmi @bustomer19, suporter, penggemar serta fans antusias menyambut N19AB.
Bahkan, saking tingginya animo terhadap produk N19AB buatan Bustomi, pembeli datang tak hanya dari Malang. ‘’Pembeli sudah datang dari luar pulau. Kita sudah pernah kirim ke Medan hingga Sorong Papua. Banyak pulau di Indonesia sudah dijelajahi oleh N19AB,’’ terang Cimot.
Setahun berjalan, produknya pun bermacam-macam, mulai dari zipper, jumper, short pant, hat, kemeja hingga long pant. Dalam beberapa waktu ke depan, N19AB menyasar produk sendal dan sepatu. Clothing line milik Bustomi ini, juga pernah dipakai oleh gelandang Liverpool Jordan Henderson saat main di Indonesia.
Bustomi menyempatkan diri untuk memberikan clothing line miliknya kepada Henderson dan mendapat apresiasi yang baik dari gelandang bintang timnas Inggris ini. Desta Club Eighties pun memakai N19AB. Dari segi desain, Bustomi terlibat dalam konsep dan rancangan desain awal.
Tapi, realisasinya diserahkan pada tim kreatif N19AB. Anggota Tim Kreatif Clothing Line N19AB, Dowar mengaku bahwa semua ide berasal dari Bustomi.
‘’Kita team kreatif tinggal menerjemahkan keinginan Bustomi dalam rancangan clothing line. Kita sesuaikan dengan gaya yang bisa diterima masyarakat Indonesia,’’ terang Dowar, dikonfirmasi terpisah.
Jebolan Deskomvis Universitas Negeri Malang yang menggeluti clothing sejak 2005 ini menyebut, N19AB diharapkan bisa sesegera mungkin menjadi produk sport nasional yang bermain di jalur mainstream tanpa meninggalkan ciri khas limited atau cetakan terbatasnya.
‘’Kita inginnya N19AB bisa berkembang jadi produk nasional, bahkan internasional,’’ tutup kolega sepakbola Bustomi di SSB Unibraw 82 ini. (fino yudistira)