Ketika Tumpang Jadi Pintu Masuk Gunung Bromo

Minggu (5/1) kemarin, adalah puncak liburan panjang. Momen spesial, yang sekaligus untuk merayakan tahun baru itu, dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung ke sejumlah wisata di wilayah Kabupaten Malang. Baik wisata pantai, pegunungan, wisata adventure hingga wahana modern.

Satu destinasi yang banyak diminati, selama liburan itu, wisata ke Gunung Bromo. Bahkan sebelum datangnya masa libur tahun baru, tepatnya seiring memasuki libur Natal 2013, wisata pegunungan yang berada dalam pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) ini, juga mulai ramai dikunjungi pengunjung.
Apalagi, kini Gunung Bromo, memiliki ‘pintu’ baru. Tidak lagi harus lewat Probolinggo. Tetapi langsung menembus lewat Kabupaten Malang.
Hal itu juga terlihat dari banyaknya wisatawan ke Gunung Bromo, yang memulai perjalanan dengan turun di Stasiun Kotabaru. Banyak backpacker dari luar kota, masuk ke Kota Malang setelah perjalanan naik kereta api.
Mereka membawa perbekalan yang dikemas dalam tas rangsel yang tak jarang berukuran besar. Ada juga yang datang secara rombongan dengan jumlah banyak, hingga 24 orang. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.
’’Kami datang ke Malang, naik kereta bersama-sama dari Cibinong. Kami berjumlah 24 orang, untuk jalan-jalan nikmati masa libur akhir tahun ke Gunung Bromo. Sebelumnya, kami kontak salah satu teman di Malang, yang punya usaha tur perjalanan,’’ terang Anthon, wisatawan asal Cibinong berkisah.
Karena persiapan yang matang dan tergolong tidak mau susah, Anthon dkk ini sudah mengondisikan akomodasi. Utamanya, kendaraan yang akan dipakai naik ke Gunung Bromo.
Menggunakan tiga unit kendaraan roda empat, mereka langsung melanjutkan perjalanannya lewat Tumpang dari Stasiun Kotabaru. Sesampai di pintu masuk Gunung Bromo dari Kabupaten Malang itu, mereka oper dengan menggunakan mobil jeep warga setempat.
’’Untuk tiga unit jeep, kami kena biaya antar pulang pergi Rp 1,1 juta. Jadi tidak terlalu mahal, meski sekarang sedang musim liburan dan kunjungan ke Gunung Bromo sedang meningkat,’’ aku Anthon menambahkan.
Selain menggunakan kendaraan, menuju Gunung Bromo lewat pintu Tumpang, juga bisa ditempuh menggunakan motor. Bahkan, lantaran banyaknya wisatawan masuk, mulai 2013 kemarin, ada tiga pintu masuk ke Gunung Bromo, yang dikelola warga setempat.
Dua pintu lainnya, selain lewat Tumpang, yakni dari Desa Wonokirti Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan dan Dusun Cemoro Lawang Desa Cemoro Lawang Kota Probolinggo.
‘’Mulai dari tiket masuk, kini sudah dikelola oleh warga setempat di tiga wilayah pintu masuk. Begitu juga angkutan khusus menuju lautan pasir Gunung Bromo, juga harus menggunakan mobil jeep milik paguyuban yang dikelola warga. Warga mendukung upaya ekosistem di wilayah Gunung Bromo dan pemberdayaan masyarakat,’’ terang Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Ayu Dewi Utari.
Bagi Pemkab Malang sendiri, pintu masuk Bromo dari Tumpang, sekaligus membantu kampanye program tahun kunjungan Kabupaten Malang.
Bahkan berwisata ke Gunung Bromo, menjadi satu paket wisata Malang Timur. Meliputi wisata agrowisata di Poncokusumo dan Tumpang. Pengunjung, tidak hanya bisa menikmati keindahan Gunung Bromo, melainkan juga bisa mampir ke Coban Pelangi, dan wisata adventure arung jeram.
Infrastruktur pun terus dibenahi dengan dibangunkannya jalan penghubung dari Coban Pelangi hingga Jemplang yang halus memanjakan pengunjung.
’’Kami terus kembangkan potensi wisata yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Tak terkecuali di wilayah Malang Timur, karena selama ini Tumpang dikenal sebagai salah satu pintu masuk pengunjung ke Gunung Bromo. Kami terus perkenalkan potensi yang ada, diantaranya agrowisata,’’ tegas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara.
Hingga kemarin, ditambahkan Ayu, TNBTS mencatat pengunjung Gunung Bromo selama masa liburan tahun baru mencapai 12 ribu pengunjung, dengan jumlah kendaraan mencapai 20 ribu unit. Jumlah kunjungan itu, mengalami peningkatan hingga 30 persen dari liburan tahun baru 2013 sebelumnya.
Tidak ada pembatasan untuk berkunjung ke Bromo. Berbeda dengan ke Gunung Semeru, dengan sistem seribu naik, seribu turun, seribu bertahan di atas per harinya.
’’Kabupaten Malang juga sudah mendukung program TNBTS. Pemerintah membangun jalan Jemplang dari Gubug Klakah, Kecamatan Poncokusumo. Meski pada masa liburan kemarin, memang sempat macet, karena jumlah motor atau roda dua yang masuk bersamaan mencapai ribuan dari arah pintu masuk Tumpang,’’ terang Ayu.
Saking membludaknya, kawasan Penanjakan yang biasa dimaksimalkan pengunjung untuk melihat sunrise, hingga over load. Sehingga hampir tiap hari, pengunjung tersebar di lautan pasir dan sejumlah titik lainnya.
Demi menikmati liburannya, sebagian pengunjung juga banyak yang ngeyel untuk memaksakan menyalakan api, mendirikan tenda (kemah) dan naik mobil terbuka (pickup). Mereka tetap bersemangat walaupun dalam beberapa hari kemarin, cuaca di kawasan Gunung Bromo mendung, hingga sunrise tertutup kabut.
’’Kementerian Kehutanan dalam hal ini lewat TNBTS, berusaha meningkatkan kenyamanan pengunjung. Kami pun harus keras kepada pengunjung yang menyalahi aturan, agar bersama-sama menciptakan kenyamanan. Diantaranya mengatur dan memecah konsentrasi pengunjung ke beberapa titik yang lain dan mohon pengertian wisatawan jangan buang sampah sembarangan,’’ aku Ayu. (poy heri pristianto)