Mengikuti Hari Terakhir Timnas U-19 TC di Kota Batu

WARGA Kota Batu, dimanjakan dengan keberadaan pemain-pemain timnas U-19, beberapa minggu terakhir. Evan Dimas dkk, mulai melakukan interaksi dengan warga Kota Batu dalam car free day di Alun-alun hingga internal game di Stadion Brantas Batu. Interaksi pemain-pemain timnas dengan warga Batu, juga dilakukan sebagai salah satu bentuk pamitan karena timnas pindah lokasi TC ke Jogjakarta.

Siang itu, suhu Kota Batu masih sangat dingin. Maklum saja, cuaca sedang mendung sehingga matahari tidak mau menampakkan diri untuk menghangatkan Kota Batu.
Beberapa pemain timnas U-19, masih tampak santai di teras hotel Kusuma Agrowisata. Maklum saja latihan pagi sudah selesai dan waktunya free. ‘’Santai dulu. Latihan sudah selesai,’’ ungkap Evan Dimas, salah satu pemain timnas U-19.
Menurutnya, pelatih memberikan kebebasan usai latihan. Tapi ketika harus latihan, semua pemain harus benar-benar serius dan disiplin sehingga selalu ada perkembangan hasil.
Pemain timnas U-19 sangat menyukai suasana Kota Batu karena suasana yang nyaman dan fasilitas lengkap. Sebut saja, fasilitas yang ada di hotel Kusuma Agrowisata. Terdapat wisata petik apel, biliar, outbond hingga permainan adventure. Semua fasilitas itu bisa dinikmati ketika suasana santai.
‘’Saya paling suka buah apel. Di Kota Batu ini, kami bisa menemukan buah apel dan langsung petik di pohonnya,’’ tandas pemain lain saat santai.
Pengelola hotel, juga merasa senang pemain-pemain timnas memanfaatkan fasilitas yang ada selama melakoni TC di Kota Batu. Mereka biasa melihat pemain-pemain datang ke kebun apel secara rombongan atau hanya satu dua orang. Malahan ada juga pemain timnas U-19 yang sedang dikunjungi teman atau saudara pergi ke kebun apel.
‘’Ada juga pemain yang memanfaatkan waktu santai, untuk bermain biliar, ke kebun apel atau menikmati aneka permainan. Jadi semua fasilitas hotel bisa dinikmati,’’ tegas salah satu pegawai hotel.
Selain buah apel, strawberry juga menjadi buah yang biasa disantap pemain-pemain timnas U-19. Buah tersebut juga banyak terdapat di Kota Batu, selain apel. Kusuma Agrowisata, juga salah satu kawasan di Kota Batu yang mengembangkan budidaya strawberry.
Selama berada di Kota Batu, timnas U-19 mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Batu dan Pengcab PSSI Kota Batu. Berbagai kebutuhan, demi mendukung latihan, ikut disiapkan oleh Pengcab. Malahan, ada satu petugas khusus yang disiapkan melekat dengan timnas selama berada di Batu.
Petugas tersebut tidak ubahnya seperti pawang. Hanya saja, dia tidak disebut pawang melainkan Pak Camat. Dia disebut Pak Camat karena orang yang menguasai sebuah wilayah.
’’Pokoknya kalau ada apa-apa, bilang sama Pak Camat,’’ tegas Zainul Arifin KR, Sekretaris Pengcab PSSI di depan pemain timnas U-19.
Pak Camat ternyata sangat akrab dengan pemain-pemain timnas. Termasuk saat pemain-pemain timnas 'dikeroyok' peserta car free day di Alun-alun Kota Batu, beberapa waktu lalu, bisa mengatur posisi timnas.
‘’Ayo, Pak Camat. Pemain bisa di atur pada titik-titik tertentu sehingga tidak bergerombol,’’ tandas Zinung, sapaan akrabnya.
Sementara itu, pelatih timnas U-19 Indra Sjafri menjelaskan, pihaknya sangat menyukai kondisi Kota Batu. Suasana hawa pegunungan sangat mendukung untuk meningkatkan kondisi fisik pemain. Selain itu suasana Batu juga hampir sama dengan lokasi pertandingan Piala AFC U-20 di Myanmar.
Pihaknya sengaja membenahi fisik pemain terlebih dahulu di Kota Batu sebelum pelaksanaan TC taktik dan teknik. Banyak hal yang dilakukan. Mulai fitness, jogging dan latihan fisik bentuk lain. Untuk memulihkan kondisi, dia biasa melakukan terapi menggunakan air es. Pemain bisa masuk pada drum yang sudah terisi air es.
‘’Kami juga mendatangkan motivator untuk membenahi mental pemain. Faktor mental sangat diperlukan demi memenangkan sebuah pertandingan,’’ kata pelatih asal Padang ini.
Tim pelatih juga mendatangkan guru kursus Bahasa Inggris dalam rangkaian TC di Kota Batu. Kursus dilakukan agar pemain-pemain timnas U-19 mahir Bahasa Inggris terutama untuk komunikasi. Mereka kini memiliki level internasional dan bakal melakoni pertandingan Piala Asia U-20 di Myanmar. Ketika komunikasi dengan wasit dalam pertandingan maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari selama di Myanmar pasti menggunakan Bahasa Inggris.
Apalagi tim tersebut ditargetkan lolos Piala Dunia U 20. Evan Dimas dan kawan-kawan bisa lolos ke Piala Dunia U-20 jika berhasil menembus semi final Piala Asia U-20 Myanmar. (febri setyawan)