Dulu Kelas Losmen, Sekarang Bintang Empat

HOTEL Purnama Kota Batu, genap berusia 40 tahun, Rabu (8/1) kemarin. Dalam usianya yang sudah lima windu tersebut, hotel yang berlokasi di Jalan Raya Selecta Kota Batu ini, semakin berkembang. Hotel inipun semakin mewarnai kemajuan Kota Batu sebagai kota wisata bertaraf internasional.

Seorang perempuan tua, duduk di kursi roda pada deretan meja di hall Nawangsasi Hotel Purnama, siang kemarin. Dia sudah tidak bisa mendengarkan suara dengan baik. Begitu juga untuk berbicara, sudah tidak jelas lagi. Usianya menginjak 82 tahun.
Meski sudah tua, namun perempuan tersebut tetap menjadi perhatian utama dalam perayaan HUT ke-40 Hotel Purnama, kemarin. Perempuan yang selalu berada di atas kursi roda tersebut, adalah Tien Megawati. Dia bukan orang sembarangan. Dia pendiri Hotel Purnama, salah satu hotel berbintang di Kota Batu.
Perempuan tua tersebut, juga menjadi aktor utama dalam perayaan HUT ke-40. Tien adalah pemotong tumpeng dan juga peniup lilin, sebuah prosesi wajib dalam perayaan HUT itu. Orang yang beruntung mendapat pemberian potongan tumpeng adalah Kapolres Batu, AKBP Windiyanto Pratomo.
Karena sudah tidak bisa berjalan lagi, Tien harus dibopong ke depan agar dekat dengan tumpeng. Sedangkan tumpeng, juga ditempatkan pada lokasi rendah, agar perempuan itu bisa memotong tumpeng dan tiup lilin.
‘’Ibu Tien Megawati sudah berusia 82 tahun, sehingga harus mendapatkan bantuan ketika melakukan aktivitas. Kita tetap menghormati beliau karena jasa dan perjuanganya mendirikan serta membesarkan Hotel Purnama. Karena jasanya, banyak orang yang sekarang bisa menikmati dan menjadi lapangan pekerjaan,’’ tegas Willy Suhartanto, Direktur Utama PT Purnama Indah Punten Hotel, perusahaan yang menaungi Hotel Purnama.
Jangan dibayangkan pendirian Hotel Purnama, dilakukan dengan mudah atau hotel langsung terbangun megah seperti sekarang. Saat itu Tien Megawati masih berusia sekitar 40 tahun, mendirikan Hotel Purnama.
Hotel tersebut hanya memiliki 30 kamar dan satu tempat makan. Malahan hotel itu, dulu, masih sering disebut sebagai losmen.
Melalui perjuangan keras, sedikit demi sedikit hotel tersebut melengkapi fasilitas.
Hasil usaha dari Tien Megawati, kemudian dibelikan lahan disekitarnya. Meski harus bertahap dan digunakan untuk penambahan kamar atau fasilitas lain di hotel itu.
Perlahan tapi pasti, Hotel Purnama terus memperbaiki diri. Dari kelas losmen, Purnama terus mendapatkan predikat sebagai hotel melati, hotel bintang 1, 2, 3 dan 4. Hotel bintang empat tersebut diraih Purnama pada tahun 1992 dan saat Batu masuk sebagai wilayah Kabupaten Malang.
Hotel tersebut, kini sudah memiliki fasilitas lengkap sesuai dengan kelasnya bintang empat. Untuk kamar, terdapat kelas standart, superior, gardenia, deluxe, royal suite dan cottage. Hotel itu juga diklaim sebagai lokasi konvensi kelas atas di Jatim karena memiliki tujuh hall dengan berbagai kapasitas.
Restoran ada beberapa unit. Sedangkan fasilitas lain seperti kolam pancing, spa, kolam renang, lokasi olahraga dan rekreasi juga lengkap. Tempat olah raga dan rekreasi ini, terdapat flying fox, ATV, motorcross, aerobic, mountain bike, lapangan voli, lapangan tenis dan permainan anak-anak.
‘’Kuncinya, kita harus terus berbenah. Intern harus kompak dan terus mengikuti perkembangan, karena Kota Batu saat ini juga sudah berkembang pesat,’’ tandas Willy.
Menurutnya, tahun ini juga, Hotel Purnama akan melakukan face off (perubahan wajah). Perwajahan dinilai sudah kuno sehingga kurang nyaman lagi untuk pelayanan terhadap tamu. Tahun ini, perubahan wajah akan dimulai sehingga penampilan hotel Purnama akan semakin indah.
Begitu juga untuk tamu, Purnama tidak hanya membidik tamu-tamu lokal tetapi sudah marambah mancanegara sesuai dengan visi misi Kota Batu yang menjadi Batu sebagai sentra pertanian berbasis pariwisata internasional.
Bidikan luar negeri tersebut banyak mendapat respon calon tamu, terutama dari Belanda. Calon tamu sangat merespon untuk berkunjung ke Batu atau Indonesia karena memiliki nostalgia dengan Batu atau Indonesia. (febri setyawan)