Dikira Tabrakan, Masih Melihat Mesin ATM Menyala

Salah satu saksi mata memberikan keterangan kepada anggota Labfor Cabang Surabaya.

Kisah Saksi Mata Sesaat Setelah Bom Meledak di ATM Mandiri
LEDAKAN bom yang menghancurkan bilik ATM Bank Mandiri, di depan Rumah Makan Pak Sholeh, cukup mengagetkan warga yang tinggal di sekitarnya. Apalagi, suara ledakan terdengar di saat mereka sedang tertidur nyenyak, dini hari kemarin. Seakan antara percaya dan tidak percaya, warga melihat bilik ATM Mandiri sudah berantakan dengan kaca yang berhamburan kemana-mana.    

WARMINI, pemilik Warung Ndeso, yang berada di depan lokasi kejadian mengaku sangat kaget saat ledakan terdengar. Dia langsung terbangun dari tidurnya.
Sembari berusaha membuka kedua matanya yang masih mengantuk, wanita berusia 51 tahun ini turun dan keluar dari ruko yang ditinggalinya. ‘’Meski hanya sekali, tapi suaranya sangat keras. Awalnya saya mengira kalau suara ledakan itu karena ada kecelakaan. Sebab di jalan raya ini, seringkali terjadi tabrakan di malam hari,’’ tuturnya sambil melayani para polisi yang makan di warungnya kemarin.
Masih dengan wajah kebingungan, dia melihat asap hitam yang cukup tebal muncul di jalan raya depan warungnya. Namun, beberapa detik kemudian, matanya terbelalak ketika melihat kondisi ATM Bank Mandiri di seberang rukonya sudah hancur berantakan.
‘’Jalanan langsung ramai oleh warga yang berdatangan untuk melihat. Beberapa polisi dari Polsek Karangploso juga datang,’’ ungkapnya. Dari beberapa polisi inilah, Warmini akhirnya tahu bila bilik ATM itu hancur karena bom teroris.
Selain Warmini, beberapa anggota security yang berjaga di sekitar lokasi juga kaget luar biasa. Yakni  dua satpam PT Arthawena, Usmadi, 38 tahun, warga Desa Talangsuko, Turen dan Supriyanto, 27 tahun, warga Singosari. Lalu M Rifai, 54 tahun, warga Jalan Watu Banteng, Desa Girimoyo, Karangploso yang merupakan security RM Pak Sholeh serta Miskan, 52 tahun, warga Dusun Kendalsari, Desa Ngijo, Karangploso, satpam BPR Sukorejo Makmur.
Mereka langsung berlarian keluar dari tempat kerjanya untuk melihat apa yang terjadi. Kepada tim labfor Cabang Surabaya, keempatnya mengaku kali pertama melihat asap hitam yang tebal.   
Mereka juga mencium bau menyengat seperti sebuah petasan yang baru meledak. Namun setelah asap menghilang, mereka kaget karena melihat kondisi ATM yang berada di gerbang masuk pintu PT. Arthawena dan RM Pak Sholeh sudah hancur.  
‘’Saya juga menduga kalau suara ledakan itu juga kecelakaan. Saya lihat mesin ATM juga masih menyala,’’ tutur M Rifai.
Pria berusia 54 tahun ini menambahkan, sekitar pukul 01.00 dia sempat keluar dan melihat halaman sekitar rumah makan yang dijaganya. Saat itu dia tidak melihat orang yang mencurigakan. Hanya beberapa kendaraan yang melintas di jalan raya. ‘’Setelah kontrol ke halaman depan aman, saya kembali masuk,’’ katanya.
Beberapa jam pascakejadian, ledakan ini juga memancing perhatian warga sekitar. Beberapa pengguna jalan yang melintas memilih berhenti. Mereka tidak hanya melihat kondisi ATM yang berantakan, tetapi juga menyempatkan untuk mengambil gambar dengan kamera HP.
‘’Ada apa mas? Ada kecelakaan ya?’’ tanya salah satu pengguna jalan yang melintas. Namun setelah diberitahu kalau bilik ATM Mandiri diledakkan, dia langsung berhenti memarkir motornya yang kembali mengambil foto. (agung priyo/marga nurtantyo)