Iffy Nadya, Perenang Andalan Malang yang Go Internasional

Usia belia, tidak menghalangi atlet muda Kota Malang, untuk meraih prestasi. Satu lagi atlet asal Bhumi Arema ini, menorehkan tinta kebanggaan bagi Indonesia dan Kota Malang khususnya.

GIAT berlatih sejak kecil. Bahkan sering merelakan waktu bermain dengan teman-temanya, demi menggapai impian. Itulah yang dilakukan Iffy Nadya Fahmiruwhanti, dalam kesehariannya. Dara kelahiran Malang, 24 Desember 1996 ini, sudah mulai berkecimpung di dunia renang sejak ia masih duduk di bangku SD.
‘’Mulai renang sejak kelas 1 SD. Waktu itu saya sering sakit, jadi saya disarankan oleh temannya mama, untuk sering renang,’’ kata Iffy, sapaan akrabnya kepada Malang Post. ‘’Pertama ikut kejuaraan dulu di Krabda 2003 Surabaya se-Jatim. Dulu itu waktu saya kelas 2 SD,’’ lanjutnya.
Dari sinilah bakatnya terasah. Ia mulai rutin berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan renang. Saat ini, ia mengaku bersyukur waktu bermain yang ia relakan, bisa membuahkan hasil yang membanggakan.
Belakangan, siswi kelas 12 SMAN 2 Malang ini, turut dalam kontingen Indonesia dalam SEA Games 2013 Myanmar beberapa waktu lalu.
Dalam even tingkat Asia itu, Iffy mengikuti 2 nomor yang diperlombakan. 400 m putri yang finish urutan 6, dan 800 m finish urutan 8. Capaian itu bisa dimaklumi. Lawan yang dihadapi Iffy kebanyakan terpaut usia jauh di atas Iffy.
Ia berkisah, dari semua kejuaraan yang pernah diikuti, Sea Games 2013 Myanmar inilah, yang paling berkesan di ingatannya. Dalam even tersebut, ia menuturkan, mendapat banyak pengalaman dan teman baru.
Bermain bersama banyak perenang internasional, salah satunya yang pernah lolos olimpiade, ia bisa melihat cara atlet-atlet tersebut bertanding. ‘’Cara mereka persiapan sebelum lomba dan banyak pelajaran di dapat di Sea Games kemarin,’’ terangnya.
Sea Games, memang bukan even internasional pertama yang diikuti Iffy. Ada banyak even internasional lainnya. Diantaranya, lomba renang antar pelajar se-Asia tahun 2013 di Makau. Dalam even itu, Iffy memperoleh medali perunggu. Pada Singapore Open 2013, anak pertama dari pasangan Sukranandya Afiva dan Vryshanti Budi ini sukses membawa pulang 1 emas dan 1 perunggu.
Sementara itu, dalam Islamic Solidarity Games 2013 di Palembang lalu, ia mendapat medali perak. Beberapa even internasional lain yang pernah diikuti adalah Sea Age Brunei Darussalam 2013, Asean School di Vietnam, dan Asean Youth Games di Cina.
Sedangkan untuk even nasional dan regional, Iffy mengatakan sampai tidak mampu menghitung berapa kejuaraan yang pernah diikutinya. Ia hanya menyebut beberapa, yakni PON 2012, 2 medali perak disabet dan Popnas Riau 2011 lalu ia meraih 3 emas dan 1 perak.
Meski berprestasi di olahraga, Iffy tak begitu saja meninggalkan pendidikan. Saat ini ia sedang fokus mempersiapkan ujian nasional yang akan digelar Mei mendatang.
‘’Selama ini, kalau selesai tanding, saya selalu langsung ikut susulan pelajaran-pelajaran yang tertinggal. Sekarang ini, lagi ngejar nilai-nilai semester kemarin yang belum penuh. Selain itu juga ikut bimbel dan les beberapa pelajaran untuk persiapan ujian nasional,’’ tandasnya.
Ia bangga bisa bisa membela Indonesia di kancah internasional karena hal tersebut merupakan impiannya sejak kecil. Kedepan, Iffy berharap bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Harapan Iffy senada dengan ibunya Vryshanti Budi, ia menghimbau agar Iffy tetap giat berlatih. ‘’Sejak Pelatnas kan ada pembentukan mental. Jadi banyak perkembangan pada diri Iffy. Harus lebih ditingkatkan,’’ pungkasnya. (Muhammad Choirul)