Saka Bhayangkara, Kelompok Pramuka yang ‘Polisi’

Berdiri sejak 36 tahun lalu, kiprah Saka Bhayangkara Polres Malang Kota, tidak perlu diragukan. Berada di bawah Satuan Bimas Polres Malang Kota, mereka tidak hanya hadir sebagai organisasi pemanis. Keberadaannya, sangat membantu polisi di lapangan.
Mulai ikut mengatur lalulintas, sampai membantu berbagai pengamanan. Termasuk saat ada peristiwa criminal, tenaga anggota Saka Bhayangkara ini, juga dilibatkan.
‘’Saat mengetahui ada kejadian kriminal, mereka juga menjaga di tempat kejadian perkara (TKP). Mereka ikut mengamankan, agar orang-orang tidak masuk dan menganggu proses penyelidikan berjalan lancar,’’ kata Kasat Bimas Polres Malang Kota, AKP H Susanto.
Saka Bhayangkara di Polres Malang Kota, berdiri tahun 1978 lalu. Saat itu, anggotanya hanya 10 orang. Jumlah tersebut terus bertambah, seiring banyaknya anggota pramuka, yang ingin bergabung pada wadah ini.
‘’Saka Bhayangkara sebetulnya merupakan wadah kebhayangkaraan, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktis dalam bidang keamanan, dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),’’ katanya mengawali cerita.
Tak heran jika anggota saka ini, tidak sekadar focus pada kegiatan kepramukaan. Mereka juga belajar banyak seputar kebhayangkaraan, atau yang terkait dengan kepolisian.
‘’Tidak terlalu sulit untuk mengajarkan kebhayangkaraan kepada anggota Saka, mengingat mereka ini sudah memiliki basic sebelumnya,’’ tambahnya.
Meski demikian, tidak semua anggota pramuka, bisa masuk organisasi ini. Apalagi pihak Polres Malang Kota melalui Pamong Saka, juga memberikan syarat-syarat tertentu.
‘’Yang ikut atau boleh menjadi anggota, adalah anggota pramuka penegak dan pandega. Atau anggota penggalang yang berminat di bidang kebhayangkaraan dan memenuhi syarat tertentu,’’ kata bapak dua anak ini.
Dari sekian anggota Saka Bhayangkara, ada beberapa yang ikut karena ingin dekat dengan polisi. Anisa salah satunya. Dia mengatakan, ikut dalam organisasi ini karena kekagumannya dengan anggota polisi. ‘’Polisi itu gagah. Saya juga bercita-cita jadi anggota polisi, jika lulus nanti,’’ kata siswi kelas 12  SMAN 3 ini.
Sementara beberapa anggota lain, mengaku keikutsertaannya karena suka berpetualang. Karena anggota saka ini, tidak sekadar berlatih di ruangan. Tapi juga di lapangan.
‘’Saya pernah tidak pulang sampai tiga hari karena ikut baksos di daerah banjir di Malang Selatan. Meskipun saat itu istirahat kurang, tapi sangat seru. Kita bisa belajar mandiri, sekaligus memberikan bantuan kepada yang membutuhkan,’’ katanya.
Aktivitas-aktivitas itu, bisa terjadi karena Saka Bhayangkara tidak berbeda jauh dari kepolisian. Ada waktu tertentu, anggota Saka Bhayangkara mendapat pembelajaran tentang ilmu kelalulintasan. Bahkan, untuk melihat kemampuan tersebut, tidak jarang para anggota Saka Bhayangkata, ikut terjun langsung bersama anggota satlantas Polres Malang Kota untuk melakukan pengaturan lalulintas.
‘’Biasanya hari Minggu. Karena teman-teman anggota Saka yang sekolah libur. Kita bersama-sama mengurai kemacetan dan ikut terlibat langsung melakukan pengaturan arus,’’ kata Pamong Saka Bhayangkara, Sugeng Riyadi.
Yang paling sering, menurut pria yang bekerja sebagai PNS Polri ini, anggota Saka Bhayangkara ikut terlibat dalam berbagai even pengamanan.
Seperti baru-baru ini, anggota Saka Bhayangkara ikut dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru, termasuk operasi Lilin Semeru. Sekitar 30 anggota Saka Bhayangkara, yang terlibat langsung.
Mereka tidak sekedar datang, duduk atau jaga pos saja, anggota Saka Bhayangkara yang dibagi di masing-masing pos pengamanan, juga ikut melakukan patrol bersama anggota kepolisian serta berbagai unsur yang terlibat pengamanan.
‘’Seru. Kita tidak lagi berteori. Tapi terjun langsung. Kadang-kadang sampai gak pulang, karena terlibat dalam operasi pengamanan,’’ kata Riris Septiani.
Selain memiliki pengalaman yang luar biasa, di organisasi ini, dirinya juga berlatih mandiri, sekaligus berpetualang. ‘’Kami cinta pramuka, dan saat ini kami sedang menyiapkan even besar. Doakan sukses ya,’’ kata Riris dengan nada akrab. (ira ravika)