Ketika Stasiun Kota Baru Menerapkan Gaya Hidup Baru

KERETA API (KA), bagai perubah kultur. Perilaku penumpang yang dahulu  tak tertata, kini harus mengikuti ritme stasiun dan kereta yang lebih tertib. Penumpang pun, mulai dibiasakan dengan gaya hidup internet, lantaran penjualan tiket yang merambah sistem online. Kenyamanan penumpang menjadi prioritas. Bagaimana suasana Stasiun KA Kota Baru dan layanan kereta?

Seorang petugas stasiun KA Kota Baru, menghampiri dua pemuda di tempat duduk di area dalam stasiun. ‘’Maaf mas. Tempat merokok disebelah sana,’’ ucap petugas ramah sembari menunjukkan tempat merokok  di sebelah selatan.
Ya. Setiap penumpang maupun pengantar, tak bisa lagi merokok sembarang tempat di stasiun. Hanya ada sebidang tempat berukuran kecil, yang disediakan bagi perokok.
Itu hanyalah salah satu contoh, gaya hidup baru, di stasiun KA Kota Baru. Belum lagi perubahan lain. Salah satu contoh lain, soal disiplin waktu. Naik kereta api saat ini, bagai akan naik pesawat terbang.
Sistem boarding yang diberlakukan kepada penumpang pesawat terbang, juga diberlakukan bagi penumpang KA. Satu jam sebelum kereta diberangkatkan, penumpang sudah harus chek in.
‘’Memberlakukan sistem boarding untuk mengurangi ruang gerak calo. Selain itu jelas. Siapa saja yang akan naik kereta,’’  jelas Kepala Stasiun KA Kota Baru, Sudarto.
Pengantar tak boleh masuk dalam zona 1, yang merupakan zona khusus penumpang. Saat ini, terdapat tiga zona dalam area stasiun KA Kota Baru. ‘’Zona 1 untuk penumpang yang sudah siap naik kereta,’’ ujar  Sudarto.
Zona 2, merupakan area untuk penumpang masuk ke ruang tunggu. Pengantar sudah tak boleh masuk dalam zona 2. Sedangkan zona 3 merupakan tempat beli tiket.
Begitu masuk dalam zona 1, penumpang tak lagi menjumpai lantai stasiun yang kotor. Lantai tampak mengkilap. Kawasan ini merupakan area bebas sampah. Petugas sangat ketat menjaga kebersihan.  
Demi area stasiun tetap bersih, manajemen Stasiun KA Kota Baru bahkan menerapkan patroli kebersihan. 15 petugas kebersihan rutin menggelar patroli keliling lengkap dengan sapu dan alat pel.
‘’Kami juga membiasakan penumpang untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena itulah jumlah tempat sampah diperbanyak,’’ katanya.
Sudarto tak hanya mengajak penumpang menjaga kebersihan. Petugas stasiun, juga wajib menjaga kebersihan. Setiap petugas di stasiun, tempat 120 karyawan karyawati bekerja itu, wajib memungut sampah jika menemukan sampah.
‘’Kami galakkan kepedulian petugas di stasiun. Jadi tanpa harus diperintah, mereka sudah langsung memungut sampah lalu memasukan ke kotak sampah,’’ kata mantan wakil kepala Stasiun Pasar Turi ini.
Karena itulah, kendati setiap harinya terdapat sekitar 4.000 orang (2.000 penumpang berangkat dan 2.000 penumpang datang) yang berseliweran, area stasiun tetap tampak bersih.   
Tidak hanya soal kebersihan, stasiun kini menjadi lebih ramah terhadap penumpang. Bahkan care terhadap penumpang berkebutuhan khusus. Seperti penyandang cacat, lansia dan penumpang yang sedang sakit.
‘’Kami menyediakan dua kursi dorong untuk penumpang berkebutuhan khusus. Pengantar penumpang berkebutuhan khusus boleh masuk ke zona 1,’’ kata Sudarto.
‘’Asalkan pengantar melapor ke petugas. Nanti kartu identitas pengantar ditukar sementara dengan kartu visitor yang harus dikenakan selama berada dalam zona 1,’’ sambungnya.
Di stasiun yang terdapat 28 perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal itu, juga dilengkapi dengan pos kesehatan.  Waktu operasionalnya 1 x 24 jam lengkap dengan dokter dan petugas kesehatan.
Layanan pos kesehatan  untuk kru kereta, penumpang dan bahkan pengantar penumpang. Masinis, asisten masinis, kondektur dan teknis kereta wajib, cek kesehatan sebelum mengoperasionalkan kereta.
Jika hasil pemeriksaan pos kesehatan menyebutkan masinis atau asisten masinis, maupun kondektur dalam kondisi tak sehat, maka harus diganti petugas lain.
Pemeriksaan juga sekaligus cek, apakah kru kereta sedang konsumsi obat atau tidak. Jika sedang konsumsi obat maka tugasnya harus dialihkan ke petugas lain.
‘’Pos kesehatan juga melayani penumpang dan para pengantar yang berada dalam area stasiun. Di pos kesehatan juga disediakan obat. Sedangkan penanganannya bersifat tindakan pertama,’’ kata Sudarto.
Mantan Kepala Stasiun KA Pohgaje ini memastikan, layanan Pos Kesehatan gratis. Termasuk obatnya. Ini merupakan bagian dari peningkatan pelayanan kepada para penumpang.
Kenyamanan lainnya, terkait informasi. Penumpang dan pengantar bisa mengetahui kedatangan dan  keberangkatan kereta. Terdapat dua layar berukuran 40 inchi yang berfungsi mengumumkan jadwal keberangkatan kereta dan satu layar berukuran 40 inchi yang menginformasikan jadwal kedatangan kereta.
‘’Calon penumpang bisa mengetahui tempat duduk kereta  yang masih tersisa. Kami menyediakan satu layar tampilan informasi tempat duduk,’’ katanya. Bahkan jika ingin mengetahui harga tempat duduk,  bisa langsung mendapat informasi dari petugas costumer service.
Tidak sekadar nyaman, stasiun saat ini juga sangat aman. Betapa tidak. Seluruh area stasiun yang beroperasi 24 jam itu, terpantau. Terdapat empat CCTV  dengan jangkauan luas. Karena itulah sekarang sudah tak bisa menemui pedagang asongan maupun pengamen di stasiun KA Kota Baru.
Layanan tiket pun lebih panjang dan mudah. Loket penjualan dan reservasi tiket di area stasiun mulai buka sejak jam 03.45 WIB sampai jam 19.45 WIB.
Penumpang yang ingin beli tiket bisa saja tak harus datang ke stasiun. Cukup dari rumah atau pun mampir ke toko retail sudah tersedia tiket kereta untuk kereta jarak jauh. Ini karena sisten penjualan tiket berbasis online.
Khusus tiket kereta api ekonomi, seperti KA Penataran bisa dibeli sebulan sebelum berangkat. Karena KA ekonomi, penjualannya dilayani di loket stasiun. ‘’Sebelumnya penjualan tiket KA Penataran dilayani sejak H-7 sebelum berangkat. Sekarang melayani sejak H-30,’’ katanya.
Layanan saat perjalanan atau ketika berada di atas kereta pun dimaksimalkan.  Salah satunya meminimalisir keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan.
Jika terlambat lebih dari tiga jam, maka penumpang mendapat makanan dan minuman ringan. Tapi kalau kereta terlambat diatas lima jam maka penumpang diberi makan.  Setiap keterlambatan dan jelang kedatangan atau pun keberangkatan kereta selalu diumumkan kepada penumpang.
Para penumpang merasa lebih nyaman naik kereta. Bahkan kini kereta api menjadi moda tarnsportasi pilihan yang menggeser bus di terminal.
‘’Dulu saya ke Jogja naik bus. Tapi sekarang pindah naik kereta api. Lebih nyaman sejak di stasiun hingga diatas kereta. Tidak ada desak-desakan,’’ kata Husein, penumpang KA Malioboro tujuan Jogja.  
Begitu juga tujuan Surabaya-Malang. Penumpang kini lebih memilih naik KA Penataran Ekspres. Sebab jam perjalanannya bisa dipastikan, dua jam jika dibandingkan naik bus yang dibayangi kemacetan. (vandri van battu)