Letusan Kelud yang Mengubah Segalanya (Habis2)

Duka akibat erupsi Gunung Kelud, masih dirasakan para korban. Tak terkecuali, mereka yang berdomisili di wilayah Kabupaten Malang. Seperti di sejumlah desa di Kecamatan Ngantang dan Kasembon, yang cukup parah terkena dampak erupsi. Seluruh korban terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan dievakuasi ke posko pengungsian.
Namun, memasuki hari ketiga pasca terjadinya erupsi, sebagian korban benar-benar mulai nekat. Lebih dari tujuh ribu orang pengungsi, diam-diam meninggalkan posko dan memutuskan kembali ke tempat tinggalnya.
Pemandangan ini terjadi di hampir seluruh posko yang ada di wilayah Kecamatan Pujon dan Kota Batu. Kenekatan ini tentunya membuat tim relawan kalang kabut. Termasuk, mereka yang sempat dievakuasi oleh saudara dan teman dekatnya.
Dibukanya kembali jalur Kota Batu ke Ngantang, dimanfaatkan para pengungsi ini untuk meninggalkan tempat pengungsian. Rata-rata mereka naik motor dan berboncengan dengan sanak keluarganya.
Mereka rata-rata beralasan ingin melihat rumah. Ada juga yang ingin melihat kondisi hewan ternak yang mendadak ditinggal saat proses evakuasi. Belum lagi, hujan debu akibat erupsi Gunung Kelud juga sudah mereda dan tidak lagi sepekat pada dua hari sebelumnya.
‘’Kemarin, saya dijemput keluarga saya dari posko pengungsian, dan ikut pulang ke Kota Malang. Saya ingin balik ke rumah karena ditelpon keluarga di Ngantang, katanya kondisinya sudah aman. Saya mau membersihkan rumah,’’ terang Ismanu, warga Dusun Tambal, Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang yang pulang ke rumah bersama istri, Sumarni dan anaknya Yogi Ardiansyah (10 tahun).
Kondisi ini membuat PMI Kabupaten Malang dan tim relawan gabungan, bekerja lebih ekstra. Perasaan was-was terhadap keselamatan para pengungsi yang kabur dari posko pengungsian pun muncul.
Apalagi status Gunung Kelud juga masih awas. Jika ada letusan susulan, tentunya akan menjadi pekerjaan ulang bagi para relawan bencana ini untuk kembali mengevakuasi warga.
‘’Saat ini jumlah pengungsi jumlahnya 3065 orang dari 10 ribu pengungsi. Mereka rata-rata naik motor. Alasan sekedar makani hewan ternak. Jadi mereka pulang ke rumahnya masing-masing. Seperti yang kami jumpai di Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, yang menjadi desa terkena dampak erupsi,’’ terang Sekretaris PMI Kabupaten Malang, Aprilijanti.
Seperti pada catatan hingga pukul 10.00 WIB, total pengungsi berjumlah 10 ribu orang. Posko itu terletak di sejumlah titik diantaranya di Desa Pandesari 2601 orang, Desa Pujon Lor : 1643 orang, Desa Ngroto: 1442 orang, Desa Pujon Kidul : 677 orang, Desa Ngabab: 200 orang, Desa Tawangsari: 423 orang, Desa Wiyurejo: 265 orang, Desa Madiredo: 422 orang, Desa Sukomulyo: 133 orang, Desa Bendosari : 167 orang.
‘’Tentunya kami akan lakukan penyisiran ulang untuk evakuasi jika sampai terjadi letusan kembali. Meski saat ini abu akibat erupsi sudah mulai redah, namun statusnya masih belum diturunkan, tetap awas,’’ terang April. (poy heri pristianto)