Sekolah-sekolah yang Peduli Bencana Gunung Kelud

Kepedulian siswa Kota Malang, terhadap bencana yang menimpa warga di sekitar Gunung Kelud, layak diacungi jempol. Secara serentak, sekolah negeri maupun swasta, kompak menggalang dana untuk membantu memenuhi kebutuhan pengungsi. Mereka mempercayakan kepada Malang Post, untuk menyalurkannya.  

Beberapa orang memakai batik biru dengan logo Tut Wuri Handayani itu, membawa beberapa kardus. Ada yang tertutup. Sebagian lain terbuka, lantaran tidak bisa ditutup. Terlalu penuh barang.
Dari wujudnya, terlihat sudah dibungkus perpaket. Berisi makanan ringan, susu dan permen. Sepertinya, paket bantuan itu diperuntukkan anak-anak.
‘’Ini sumbangan dari murid-murid SDN Bareng 4. Mereka sendiri yang mengumpulkan. Kami hanya mengawasi dan membimbing mereka. Karena mereka sedang belajar, kami yang mewakili mereka menyerahkan ke Malang Post. Tolong disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan,’’ ujar Isnaeni, Kepala Sekolah Bareng 4, ketika menyerahkan bantuan ke Malang Post.
Ya. Itu hanya satu dari sekian banyak sekolah, yang mempercayakan bantuannya kepada Malang Post. Sebelumnya, sudah ada SD Qurrota A’yun, MAN 1 Malang, TK Santa Maria 2 Malang, SDN Tanjungrejo 2, dan SD Sriwedari.
‘’Bantuan itu berbentuk barang dan uang tunai. Semua kami terima. Meski kami berharap, bantuan lebih diwujudkan uang kontan. Karena itu yang sangat dibutuhkan,’’ ujar Stenly Rehardson, koordinator penggalangan bantuan bencana Malang Post.
Jika bantuan berbentuk uang tunai, kata dia, dapat dibelanjakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pengungsi.  Untuk saat ini, lanjut Stenly, yang paling dibutuhkan adalah mainan anak-anak, pakaian dalam pria dan wanita, peralatan MCK, dan makanan siap makan makan seperti roti dan biskuit.
‘’Teman-teman yang ada di lapangan juga melaporkan, banyak kebutuhan material yang diperlukan warga, untuk membenahi rumah mereka yang rusak,’’ katanya.
Selain mereka yang sudah menyerahkan, berbagai sekolah juga meminta waktu, untuk mengumpulkan bantuan. Nantinya, setelah terkumpul, akan diserahkan kepada Malang Post. Seperti TK Aisyiyah 23, BA Restu 1, SMKN 10 Malang, TK Cinta Ananda, MAN 1 Malang, SDN Sukun 1 Malang, dan TK Anak Muslim.
‘’Kami mengerahkan OSIS untuk menggalang dana. Pada hari pertama ini, masih terkumpul sekitar satu juta yang langsung kami serahkan kepada Malang Post, agar bisa segera dibelanjakan kebutuhan pengungsi,’’ tutur Waka Kesiswaan MAN 1 Malang, Subhan M.Si.
Tidak berhenti sampai saat itu, Subhan berjanji untuk melanjutkan penggalangan dana hingga Rabu (19/2) besok. Karena, masih banyak siswa yang belum mempersiapkan dana bantuan. Diprediksikan, dana minimal yang terhimpun mencapai Rp 4 juta.
Senada dengan Subhan, Kepala SD Sriwedari, Syamsul Huda, S.Pd, Kepala SD Sriwedari juga berjanji untuk terus menerima bantuan yang digalang siswa.
Sementara itu, Waka Humas SMKN 10 Malang, Wahyu Prasadja, S.Pd,  menuturkan, saat ini adalah saat yang tepat untuk mempraktikkan pendidikan karakter yang selama ini sebagian besar hanya menjadi materi di kelas.
‘’Guru bisa sedikit banyak mengevaluasi hasil pendidikan selama ini. Apakah upaya kita membentuk siswa yang peka sosial dan berjiwa besar sudah bisa dikatakan berhasil,’’ tutur Wahyu. (Laily Salimah)