Bebaskan 24 Anjing, Raih Ratusan Penghargaan

Di kalangan pelatih dan pecinta anjing, nama Toto Puji Widodo, sudah tidak asing. Tidak hanya di wilayah Malang Raya, tapi hingga ke luar kota di Jawa Timur. Toto adalah pendiri Canine Malang, sebuah komunitas pelatih dan pecinta anjing terbesar di Malang Raya, dengan ratusan penghargaan tingkat provinsi hingga nasional.

Saat memasuki halaman rumah Toto Puji Widodo, yang juga menjadi basecamp Canine Malang, Malang Post merasakan sensasi yang berbeda. Rumah yang terletak di Perum Villa Gunung Buring, Jalan Bandara Palmerah IX Blok I nomor 16A Cemorokandang tersebut, tidak hanya ditempati Toto beserta istrinya. Tapi juga dihuni oleh delapan ekor anjing miliknya, ditambah beberapa ekor anjing titipan yang ia latih.
Saat ditemui Malang Post, pria berpostur tegap tersebut, tengah melatih seekor anjing Belgian Malinois atau Belgian Shepperd berbulu coklat.
‘’Namanya Rere. Dia anjing dengan gelar Indonesian Champion. Gelar ini adalah gelar prestisius, yang diperebutkan seluruh pemilik dan pelatih anjing. Di setiap pertandingan, hanya dipilih satu Indonesian Champion dari masing-masing ras,’’ tutur Toto bangga.
Selama 10 tahun terakhir, anjing jenis ini, dipakai oleh polisi militer untuk kasus-kasus berat. Kemampuan lacaknya, lebih bagus dari herder Jerman. Di Indonesia, populasinya tak sampai 100 ekor. Salah satunya, Sang Indonesian Champion, adalah milik Toto.
Toto sendiri memulai aktivitasnya debagai pelatih anjing, sejak 1998 silam. Saat itu, sang istri, Siti Rochana, yang pecinta anjing, tidak ingin anjing-anjing kampung mati atau terlantar. Ia meminta Toto untuk mengurus anjing-anjing tersebut. Akhirnya, perlahan-lahan minatnya terhadap anjing, berkembang menjadi kemampuan melatih yang tidak dimiliki sembarangan orang.
Tidak ingin sia-sia, Toto pun menyalurkan kemampuannya dengan mendirikan komunitas Canine Malang, komunitas pelatih dan pecinta anjing Malang Raya pada 12 Juni 2007.
‘’Saya pernah membebaskan 24 anjing yang terkunci dan kelaparan di sebuah ruko bekas restoran daging anjing yang ditinggal pemiliknya. Agar tidak sia-sia, saya merawat dan melatih anjing untuk sesuatu yang bermanfaat. Seperti untuk menjaga rumah dan membantu tim SAR,’’ terangnya.
Kegiatan Toto dengan Canine Malang, mendapat sorotan banyak pihak. Termasuk pihak kepolisian. Kelincahan dan karyaguna anjing-anjing yang dilatih Toto, membuat Polda Jawa Timur, ‘mengundang’ anjing-anjing tersebut untuk menjadi mitra polisi.
Hanya dalam waktu satu tahun aktivitasnya di Canine Malang, Toto sudah resmi bergabung bersama Unit Satwa Polda Jatim, yang dibina langsung oleh bintara latihan Polda Jatim, Brigadir Alexander Ubwarin.
‘’Setiap even, kita menjadi bagian pengamanan terdepan di Ring 1. Misalnya kalau di Malang, kita mengamankan Kongres Sepakbola Nasional (KSN), pilkada, konser besar, atau untuk melacak bahan peledak,’’ tutur ayah dari Lestari Dian Permata Putri tersebut.
Sedangkan untuk pelacakan narkoba, pria berkumis ini mengaku belum intensif. Sebab, bahan latihan yang dibutuhkan, tidak bisa didapatkan dengan mudah.
Di luar kota, pengalaman Toto dengan anjing-anjingnya sudah tidak terhitung. Berbagai medan berat, baik darat maupun air, menjadi langganannya selaku partner Polda. Salah satunya, pada bencana tanah longsor di Jombang, belum lama ini. Saat itu, polisi dan tim SAR yang hanya menemukan dua jasad, mulai kewalahan di tengah cuaca yang ekstrim.
‘’Tengah malam, Polda menelepon saya dan besoknya saya langsung berangkat. Alhamdulillah, kami berhasil menemukan tujuh mayat korban lainnya dalam satu hari. Kami puas bisa membantu, meski medan sangat liar. Sampai anjing-anjing kami, hanya terlihat kepalanya karena berjalan di lumpur,’’ lanjut pria yang berulang tahun setiap 8 Januari tersebut.
Hingga saat ini, Toto mengaku sudah ‘membidani’ pelatihan sekitar 300 ekor anjing untuk berbagai karyaguna. Tidak hanya itu, ia juga membidani ratusan pelatih anjing di Malang Raya dengan mengadakan diklat pelatih selama tujuh bulan. Selain diklat, ia bersama Canine Malang, juga rutin mengadakan baksos, atraksi, Dog on the Road (OTR), dan simulasi-simulasi.
‘’Minggu kemarin, kami mengadakan demonstrasi drama yang melibatkan anjing-anjing di Universitas Brawijaya (UB),’’ ujar Toto.
Di kancah nasional, prestasi Toto dan Canine Malang-nya juga merajai. Minggu (15/2) lalu, ia mengikuti even yang diadakan oleh Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) di Pakuwon Indah, Surabaya.
Pada ajang bergengsi yang diikuti ribuan anjing dari berbagai ras di seluruh Indonesia ini, ia memborong  tiga medali emas, enam perak, dan satu tanda kelulusan ujian karyaguna. Bukan kali ini saja, dalam satu tahun, Toto bisa mengumpulkan ratusan penghargaan skala nasional.
‘’Tapi yang terpenting dari kegiatan ini adalah bahwa anjing yang oleh masyarakat selalu di analogikan dengan sesuatu yang negatif, kenyataannya bisa bermanfaat bagi kemanusiaan,’’ tandas Toto seraya mengakhiri pembicaraan. (laily salimah)