Bawono, Pedagang Ikan yang Duta Program GEMARIKAN

Sudah 13 tahun, Bawono menjadi penjual ikan keliling. Perasaan canggung atau minder, jauh sekali dari bapak tiga anak ini. Kini, omzetnya jutaan rupiah perhari. Bahkan, pria ini menjadi duta Pemkab Malang, dalam mempromosikan program GEMARIKAN, di wilayah Kabupaten Malang.
 
Pria berpawakan gagah dengan sepatu boots ini, sudah tak asing lagi di lingkungan Pemkab Malang. Meskipun dia, bukan PNS atau karyawan honorer, yang ngantor di komplek Pendopo Kabupaten Malang dan block office di Kota Kepanjen.
Namun hampir seluruh awak di Pemkab Malang sudah cukup mengenal Bawono. Penjual ikan keliling, yang menggunakan motor roda tiga.
Aneka jenis ikan, dijajakannya. Seperti Tuna, Gurami, Cakalang, Layang, Tongkol, Tengiri, Lemadang, Cumi-cumi dan Teri Nasi.
Pria asal Dusun Gampingan, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur ini, minimal sehari mengantongi Rp 3 juta. Pasokan ikan, didapatnya dari rekanan. Diantaranya kiriman para pengepul ikan dan nelayan dari Pelabuhan Sendangbiru. Termasuk pedagang ikan di Pasar Induk Gadang, Kota Malang.
’’Sehari berjualan, bisa habis 80 -100 kg. Harga ikannya tentu bervariasi. Misalnya, Ikan Tuna diharga Rp 30 ribu/kg, Gurami Rp 26 ribu per/kg dan Teri Nasi Rp 32 ribu/kg,’’ terang ayah dari Paramita Maharani dan Rina Ditapalupi ini.
Dia mengisahkan, awal mula dia memilih jualan ikan keliling, sejak 2001 lalu. Alasannya, masyarakat mulai gemar makan ikan. Dia pun meninggalkan pekerjaan lama, peternak sapi perah. Sehari, hanya 30 kg ikan yang dibawa. Wilayah pemasaran, hanya di sekitaran tempat tinggalnya dengan memakai motor.
Dia pun setiap kali jualan, dengan fasih menyebut kelebihan-kelebihan makan ikan. Sampai akhirnya, kiprah dia diketahui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Malang.
Tahun 2008, dia menerima bantuan motor boks roda tiga dari DKP. Hingga kini, Bawono sekaligus ditunjuk sebagai duta DKP pada program GEMARIKAN. Wilayah pasarnya hingga menembus Kota Kapanjen, hingga Pendopo Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim, Kota Malang.
’’Sambil berjualan, saya juga menyampaikan visi misi Pemkab Malang tentang program GEMARIKAN. Sebut saja, manfaat mengkonsumsi ikan yang terkandung banyak vitamin dan menyehatkan tubuh,’’ ujar Bawono, yang mendapat suport penuh dari sang istri, Retno Wulandari yang berprofesi sebagai guru ini.
Berjualan ikan dengan menggunakan motor boks roda tiga, seperti yang dilakukan Bawono menjadi fenomena baru, mengenai alur perdagangan  ikan.
Jika semula, ikan dijual di dalam pasar atau perantara pedagang  keliling, kini pedagang keliling laki-laki, ikut turun. Bahkan, kemampuan jelajah dan kapasitas ikan yang dijual, lebih besar dan begitu beragam.
Ikan Tuna asal perairan Samudera Hindia, menjadi trade mark barang dagangan yang diusung Bawono.
‘’’Yang pasti, jangan sampai lupa mempromosikan program GEMARIKAN ke masyarakat. Seperti slogan yang tertempel di motor boks yang setiap hari saya pakai berjualan. Makanlah ikan, karena banyak vitamin yang terkandung, dan tentunya menyehatkan tubuh,’’ pungkas Bawono. (poy heri pristianto)