Dhani Puguh Darianto, Raja Modifikasi Indonesia

Banyak orang yang sukses berawal dari hobi, salah satunya adalah Dhani Puguh Darianto, warga Kecamatan Pujon. Hobinya memodifikasi motor mengantarkan Dhani pada raihan prestasi nasional hingga internasional.

Di usianya yang tergolong muda, 31 tahun, Dhani mengoleksi prestasi dari pojok Madura sampai Kalimantan. Piagam-piagam tersebut dipajang di lemari kaca yang ditaruh di tempat kerjanya. Salah satunya The King Indonesia di Bali tahun 2013 lalu serta piagam saat meraih juara dalam kontes modifikasi se Asia baik di Malaysia maupun Thailand. ”Saat itu saya mendapatkan dua tiket, satu mewakili Kota Malang dan satu tiket lagi mewakili Kota Kediri dalam kontes modifikasi di Bali. Alhamdulillah meraih juara satu dan dua. Sehingga penyelenggara memberikan dana sebesar Rp 40 juta untuk membuat motor modif untuk diikutsertakan di Bangkok Motor Show,” ujarnya kepada Malang Post.
Namun perjuangannya untuk tampil di Bangkok Motor Show tidak mudah. Pasalnya, motor yang dirancangnya tidak selesai tepat waktu sehingga pihak sponsor hanya memberikan dana 65  persen dari perjanjian awal sebesar Rp 40 juta. Tapi, karena pengerjaannya sudah berjalan 90 persen, mau tidak mau Dhani tetap meneruskan karya yang terbilang paling bagus dari beberapa hasil modif sebelumnya.
Dia menerangkan, setelah selesai merancang motor yang diberi nama D’Rencong itu, pria lulusan SMA ini lantas mengikuti Bangkok Motor Show. ”Kalau di Malaysia saya bersama tim berhasil meraih The King Copper of Asia dari 12 negara yang mengikuti kontes. Tapi dengan D’Rencong di Bangkok saya hanya berhasil meraih juara dua,” terangnya ramah.
Saat ini, D’Rencong masih menjadi pajangan di dealernya. Motor ini, jika deal, bakal dipajang di Museum Angkut. ”Masih proses nego harga, tapi kalau ada kesepakatan harga, motor ini bisa dinikmati para wisatawan karena sudah bisa dilihat di Museum Angkut,” ungkapnya.
Dhani mengungkapkan, ia pertama kali mengikuti kontes modifikasi motor sejak 2002 lalu. Kala itu, dia bersama teman-temannya mendaftar kontes modif di Universitas Brawijaya. “Alhamdulillah langsung dapat juara 2. Saat itu motor yang dimodif  adalah A-100  merek Suzuki dibikin motor trail, karena juara saya dikontrak satu tahun untuk tur keliling kota,” kata Dhani saat ditemui di tokonya, Jalan Diponegoro Kota Batu, beberapa waktu lalu.
Tahun 2006, Dhani pertama kali menancapkan namanya sebagai The King Indonesia. Namun waktu itu belum ada tiket untuk mewakili Indonesia ke luar negeri bagi pemenangnya.”Hadiah yang saya dapat satu motor ditambah kontrak tur keliling Kota di Indonesia,” ujarnya
Selama 12 tahun terjun didunia modifikasi, Dhani sudah berhasil mengumpulkan sekitar 225 piagam dari 35 motor yang sudah dimodifikasi olehnya. Namun, hasil karyanya itu langsung dijual setiap kali meraih juara.
Meski sudah sangat dikenal di dunia modifikasi, Dhani sempat off sekitar dua tahun.”Saya off karena masih fokus mengembangkan usaha bengkel dan suku cadang sepeda motor, setelah usaha berjalan baik, saya kembali menekuni hobi modifikasi motor,” akunya sambil melayani pembeli.
Tanpa bermaksud jumawa, Dhani menyebutkan dirinya tak pernah gagal selama menggeluti bidang modifikasi. Rahasianya, tambah dia, sebelum merancang dan memodifikasi motor, ia  terlebih dahulu membuat konsep dan rancangan dengan matang. Untuk membuat konsep, suami dari Veni ini biasanya membutuhkan waktu dua hari. Rahasia lain, adalah kesolidan tim mekanik yang mendukungnya selama ini. “Tim memiliki andil besar dalam bidang ini,” tandasnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, adanya konsep dan rancangan bagus tanpa didukung personel mekanik yang berkualitas, pasti hasil karya tersebut tidak sebagus yang diharapkan. ”Saya mempunyai 12 tenaga tambahan, dan mereka mempunyai peran masing-masing, seperti pengecatan, merakit dan tukang las,” jelasnya.
Pria yang berdomisili di Jalan Abdul Manan Wijaya Nomor 292 Kecamatan Pujon ini mengutarakan, saat ini banyak perusahaan motor pabrikan yang meminta untuk dibuatkan materi rancangan motor olehnya, untuk dijadikan sebagai maskot perusahaan. Kini, pemilik dealer Dua Putra Planet Motor (DP Planet Motor) ini sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Tokyo Motor Show bulan Mei nanti. ”Nanti kami akan membuat motor robot, mohon doanya supaya dapat mengharumkan nama baik Indonesia kembali di kancah yang lebih luas lagi. Karena kami berangkat kesana sebagai perwakilan Indonesia,” akunya sembari tersenyum. (miski/han)